Cinta Antara 2 Pilihan

Cinta Antara 2 Pilihan
Bab - 15


__ADS_3

Gian pun begitu canggung ketika itu, karena ia harus berakting sok baik dan sok manis di depan Akira, untuk menghindari pandangan Sisil tentang hubungannya dengan Akira yang sebenarnya seperti apa.


Tapi ketika Sisil bicara kepada keduanya mereka pura-pura tersenyum dengan senyuman yang dipaksakan agar Sisil tidak merasa curiga dengan perseteruan antara mereka berdua.


"Anteu juga makan dong…!" pinta Sisil.


Tapi Akira menolaknya, " Tidak usah sayang… anteu sudah makan nanti anteu makan pas jam makan malam." 


"Anteu curang… Sisil di paksa makan tapi anteu sendiri gak mau makan.!" protes Sisil.


Lalu Sisil malah meminta Gian untuk menyuapi Akira, "Om ayo suapi anteu!"  


"Apa!" Pekik keduanya mendengar permintaan Sisil.


"Ja - jangan…!" Akira menolak dengan gugup.


"Biar anteu makan sendiri, anteu bisa kok!" Lanjut Akira dan segera menyuapkan makanan di piring yang sedang Sisil makan.


Tapi bukan Sisil namanya kalau tidak memaksa, "Aku ingin om menyuapi anteu!" 


"Sayang…! Anteu sudah besar bisa makan sendiri jadi tidak perlu di suapi." ucap Gian menolak menyuapi, dengan nada cara memberi pengertian.


"Aku bisa makan sendiri tapi aku, suka di suapin sama bibi, sama anteu juga nenek… jadi anteu juga gak papa kan di suap sama om." Sisil tetap memaksa.


"Ayok doang… kalau gak aku nangis ni..!"  ancam Sisil sehingga Gian dan Akira tidak bisa menolaknya.


Akira tetap membuang muka dan pandangannya ketika itu, ia sama sekali tidak ingin melihat wajah Gian, apa lagi saling menatap.


Dengan ragu-ragu Gian mulai mengambil sendok dan menyendok makanannya lalu menyodorkannya ke mulut  Akira.


"Nih Aaa!" ucap Gian dengan ketuanya, meminta Akira untuk membuka mulutnya.


Tapi Akira seakan tidak sudi menerima suapan itu, sampai Sisil yang kembali memintanya.


"Ayok anteu, bukan mulutnya aaa!" Sisil memaksa Akira agar mau di suapi oleh Gian.


Karena tidak ingin Sisil ngambek, akhirnya Akira terpaksa menerima suapan dari Gian tapi dengan tetap membuang pandangannya.


Setelah makan itu berhasil masuk kedalam mulut Akira, Sisil bersorak Sorai.


"Hore…! anteu pintar makannya!" ucap Sisil sambil berteriak tangan, menirukan para orang dewasa ketika ia berhasil dibujuk untuk makan.


Mendengar itu, Gian tersenyum karena merasa lucu dengan ucapan Sisil.

__ADS_1


Ini pertama kalinya Gian melakukan hal itu, meskipun awalnya terpaksa, tapi entah mengapa ia malah merasa senang melakukannya, ia sampai berkali-kali menyuapi Akira dan Sisil juga.


Meskipun Gian sudah terlihat santai, menyuapi keduanya dengan sambil bercanda menggoda Sisil.


Tapi tidak dengan Akira, ia tetap berekspresi muka masam, karena teringat sikap Gian, yang menyuruhnya untuk berhenti dari profesi nya, dan kata-kata nya, mengatakan bahwa Akira tumbal dari kakaknya untuk Gian sakiti.


Itu semua sungguh melukai hatinya, karena bukan karena itu saja, sebab Gian pun telah merenggut kesuciannya, tapi setelah itu semua Gian dengan mudahnya mengatakan bahwa ia sengaja ingin menyakiti Akira.



Waktu berlalu begitu saja, setelah selesai makan, akan memandikan Sisil, mendandaninya, memakaikan pakaian, bedak, serta menyisir rambutnya dan menguncinya.


"Sekarang kamu sudah fresh, cantik dan juga wangi, sekarang giliran anteu yang mau berikan diri anteu dulu, biar gak bau acem…!" ucap Akira sambil menggoda Sisil.


"Oke deh anteu…!" Sahut Sisil mengijinkan Akira untuk pergi.


Lalu Akira berlalu meninggalkan Sisil bersama dengan pengasuh nya.


Akira masuk kedalam kamar Gian, terlihat Gian sedang duduk di sofa nya, melihat Akira masuk.


Gian terus saja menatap wajah Akira dengan tatapan tajam.


Tapi Akira sama sekali tidak memperdulikannya ia tetap berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Akira sakit hati karena terus saja di paksa melakukan hal yang tidak ia inginkan.


Sedangkan Gian selalu teringat pengkhianatan Safira, ketika melihat Akira, dan hanya ada kebencian di hatinya.


Padahal jika pernikahan itu menyiksanya lebih baik Gian melepaskan Akira, daripada sama-sama tersiksa.


Tapi Gian bertekad ingin menyakiti orang terdekat Shafira agar merasakan rasa sakit hati yang ia rasakan.


….


Malam hari….


Ketika itu Akira sedang merebahkan tubuhnya di kasur empuk Gian, setelah seharian beraktivitas rasa lelah sungguh menguasai dirinya, tiba-tiba Sisil datang menghampirinya.


"Permisi anteu, boleh Sisil masuk." Suara Sisil membuat Akira terhenyak dari lamunannya 


Akira langsung menoleh ke arah sumber suara, "Sisil,,, kamu belum tidur sayang…!" Karena waktu menunjukkan sudah pukul Sepuluh malam.


"Sisil lagi susah tidur non..!" Jawab baby sitter Sisil yang berdiri di depan pintu kamar untuk mengantarkan Sisil menemui Akira.

__ADS_1


"Kenapa? ini kan sudah malam seharusnya kamu sudah tidak!" ucap Akira kepada Sisil sambil memangku nya.


Setelah tangan Akira menyentuh kulit Sisil Akira merasakan suhu tubuh Sisil demam.


"Loh! Sisil demam…!" Seru Akira sambil menempelkan punggung telapak tangannya di kening Sisil, untuk mengecek lebih detail.


"Iya Nona mungkin karena itu, Sisil jadi susah tidur." Jawab pengasuh Sisil.


"Kok Emba biasa aja, cepat bawa berobat!" Seru Akira yang malah panik.


"Tenang non, Sisil sudah minum obat sebenarnya lagi juga turun panasnya." Si pengasuh lebih tua kondisi Sisil karena ia telah mengasuh Sisil dari bayi.


"Oo seperti itu ya…!" sahut Akira.


"Iya non…"


Kemudian Akira berniat untuk menemani Sisil dan membawanya ke kamar Sisil.


Tapi Sisil menolaknya, "Anteu mau kemana?" 


"Kita ke kamar mu biar anteu temani kamu tidur." Jawab Akira menjelaskan.


"Anteu apa boleh Sisil tidur di sini, sama anteu sama Om Gian juga?" tanya Sisil meminta izin.


Akira memberitahu Sisil kalau Gian sedang sibuk di ruang kerjanya dan tidak bisa menemaninya tidur.


Karena memang seperti itu setiap malam, Gian baru akan ke kamar nya jika Akira sudah tidur, Akira sendiri tidak pernah tahu kapan Gian masuk kamarnya untuk tidur.


Tapi Sisil memang sedikit rewel ia ingin tetap tidur bersama Gian.


Tapi Akira sendiri tidak berani bicara langsung kepada Gian, tentang keinginan Sisil.


Akhirnya Akira meminta tolong kepada pengasuh Sisil untuk menemui Gian di ruangan kerjanya, dan menyampaikan apa yang Sisil mau.


Selang beberapa menit, Gian segera datang ke kamarnya untuk menemui Sisil, Gian cukup panik ketika mendengar Sisil demam.


"Sisil kenapa?" tanya Gian. Sambil mengecek suhu tubuh Sisil.


"Wah Sisil sakit ya…" lanjut Gian.


Sisil dan pengasuhnya mengatakan Sisil tidak apa-apa cuma demam biasa, setelah minum obat dan beristirahat Sisil akan sembuh.


Tapi Sisil minta untuk tidur bersama bersama Gian dan Akira di kamar Gian.

__ADS_1


__ADS_2