Cinta Antara 2 Pilihan

Cinta Antara 2 Pilihan
Bab - 66


__ADS_3

Dengan langkah sempoyongan, dengan tangan yang menggapai dinding untuk menopang tubuhnya mencari keseimbangan agar tidak terjatuh. Akira berusaha pergi dari sana.


….


Dan saat itu ada seorang suster yang mendapati akira yang sepertinya sedang membutuhkan pertolongan.


Suster tersebut segera menghampiri akira, “Nyonya ada apa dengan anda?” tanya suster lalu segera meminta pertolongan kepada temannya dan membawa Akira ke ruang IGD.


Disana akira segera mendapat pertolongan. akira segera di beri oksigen untuk pernapasan nya.


Dan setelah beberapa waktu pernapasan akira mulai normal kembali.


Meskipun perasan nya masih sangat sakit ketika mengingat kejadian yang baru saja ia lihat tapi kondisinya sudah mulai setabil.


Dokter Sendiri tidak menyarankan akira untuk menjalani rawat inap, sehingga akira diperbolehkan untuk pulang.


Akira tidak berniat untuk kembali ke rungan kakak nya ia memilih untuk pulang.


Tapi Akira teringat sahabatnya Lisa dan ingin menemuinya, ia kembali memesan taksi online untuk mengantarkannya ke cafe tempat Lisa bekerja.


Akira meninggalkan rumah sakit dan ingin menemui sahabatnya untuk berkeluh-kesah kepadanya, karena Akira rasa terlalu sesak memendam perasaannya sendiri.


Akira butuh tempat untuk mencurahkan isi hatinya, untuk mengungkapkan apa yang ia rasakan setelah melihat kenyataan yang tidak pernah ia duga.


Setelah menempuh perjalanan sekitar setengah jam, Akira sampai cafe tempat Lisa bekerja, Akira masuk dan langsung mencari tempat duduk.


Salah satu pelaya segera menghampirinya dan menyodorkan bubuk menu kepadanya.


Akira memesan es lemon tea dan seporsi cake coklat kesukaannya.


Akira duduk termenung seorang diri, tidak lama pesenan nya datang, saat pelayanan hendak pergi setelah menyuguhkan pesenan Akira.


Tapi Akira menghentikannya dan memintanya untuk memanggilkan Lisa sebagai menejer di sana.


"Mbak tolong panggilkan nona Lisa menejer di sini, saya ingin bertemu dengan beliau." Pinta Akira kepada sang pelayan .


"Baik nona silahkan tunggu sebentar." ucap pelayanan lalu bergegas menemui Lisa.


Sebenarnya Akira sudah berusaha menghubungi Lisa tapi tidak ada tanggapan darinya.


Namun selang beberapa waktu tiba-tiba Lisa sudah ada di sampingnya.


"Bau-bau ada yang lagi galau nih!" Suara Lisa mengejutkan Akira.


"Eeh kampret, kaget gue…!" Ucap Akira sepontan karena terkejut.


"Lagian serius amat sih lu Neng! sampe gak nyadar ada gue di sini." Balas Lisa.


"Lagian lu kaya hantu, tiba-tiba ada di samping gue gitu aja." Akira menimpali.


"Lah… lu nya aja kali kalau lagi galau suka mati rasa." Lisa tak mau kalah.


"Sok tau…" ketus Akira.


Itulah cara komunikasi Akira dan Lisa ketika mereka bertemu, santai saling mencemooh tapi hanya sebatas candaan saja.


"Eeh ngomong-ngomong ada apa kamu cari aku, biasanya klw begini ada sesuatu yang sedang kamu hadapi." Lisa sudah bisa menebak jika Akira sedang ada masalah, karena Lisa sudah tau betul semua kebiasaan Akira.


"Ya, apa sih yang gak kamu tau tentang aku." Jawab Akira.


Pembicaraan mereka mulai serius.


"Oke silahkan ceritakan apa masalah mu, walaupun aku tidak bisa membantumu setidaknya aku bisa mendengarkanmu, dan itu bisa membuat perasaanmu menjadi lebih baik." Seperti biasa Lisa selalu jadi penenang untuk Akira.

__ADS_1


Wajah Akira terlihat sendu dan sangat pucat.


"Akira kamu baik-baik aja kan." Lisa Sungguh khawatir melihat kondisi Akira.


Akira menggelengkan kepala sebagai jawaban atas pertanyaan Lisa.


Akira mendukkan kepada dan bulir cairan bening mulai menetes dari kelopak matanya, yang sedari tadi terbendung membanjiri kelopak matanya.


Meskipun akira belum bicara sepatah kata pun tentang Masalahnya, melihat respon Akira seperti itu ketika Lisa bertanya tentang apa masalahnya, Lisa sudah bisa menduga Jika masalah yang sedang Akira alami sungguh berat.


Karena Lisa dapat merasakan kesedihan yang akira rasakan begitu dalam.


Lisa mengelus punggung Akira untuk menenangkannya.


"Tenangkan dulu perasaan mu." ucap Lisa tidak ingin memaksa Akira untuk bercerita.


Setelah di rasa lebih tenang Akira mulai menceritakan semua yang terjadi dalam hidupnya menyambung cerita dulu yang pernah Akira cerita kan sebelumnya.


Tentang hubungannya dengan Gian dan kembalinya Shafira yang ingin kembali kepada Gian.


Akira ingin mengalah dan melepaskan Gian untuk  kembali bersama shafira karena kondisi Shafira saat ini sedang sakit parah, Akira tidak ingin ketika terjadi sesuatu kepada kakaknya ia akan merasa menyesal.


Lisa benar-benar bingung dengan kondisi yang sedang dihadapi Akira.


"Sebenarnya kamu tidak perlu mengalah Akira, karena semua ini bukan salahmu, kamu sudah cukup menderita, dan jika kamu mengalah kamu orang yang paling dirugikan, atas keegoisan Shafira."  Lisa merasa keberatan jika Akira harus mengalah.


Akira mengangguk mendengar ucapan sahabatnya, menandakan bahwa ia mengerti atas maksud sahabatnya tesebut.


"Aku juga ingin bertahan Sa, apa lagi Sekarang aku sedang hamil." Akira Menjelaskan kondisinya yang sebenarnya.


"Apa… kamu sedang hamil?" Lisa terkejut mendengarnya.


"Iya…!" Jawab Akira meyakinkan sahabatnya.


"Iya aku tau itu." Akira menimpali dengan suara lirihnya karena raut kesedihan masih nampak jelas di wajah Akira.


Lisa terus memberi pengertian kepada akira agar Akira tetap mempertahankan pernikahannya, karena Shafira hanya sedang mempermainkan perasaan dan hubungannya bersama Gian.


Akira tidak patut mengalah, justru Akira harus kuat mempertahankan yang sudah seharusnya menjadi miliknya.


"Kamu harus kuat Akira jangan lemah, untuk mempertahankan rumah tangga mu." saran Lisa.


"Ikuti permainan Shafira dengan cantik dan elegan." lanjut Lisa.


"Permainan…?" Akira mengulang kata yang diucapkan oleh Lisa karena tidak mengerti dengan maksud dari kata itu.


Permainan macam apa yang Lisa maksudnya.


"Aku berpikir, Shafira sedang memanfaatkan kondisinya, penyakitnya untuk menarik simpati dan perhatian Gian, dan kamu sebagai seorang istri yang sah dan seorang ibu, punya kewajiban menjaga suami dan ayah dari bayi kamu, jika kamu hanya mengalah tapi batinmu tersiksa itu artinya kamu lemah Akira, jika kamu kuat pergi jauh saja dari kehidupan mereka, hidup sendiri tanpa mengorbankan perasaanmu yang akan terus-menerus merasa sakit melihat Gian dan Shafira bermesraan di hadapanmu." Panjang lebar Lisa memberi pengertian kepada Akira.


Karena lisa lah yang menjadi sangat emosional mendengar semua cerita Akira tentang Shafira yang sangat egois menurutnya.


Akira malah kembali meneteskan air mata, ia kembali teringat peristiwa yang ia lihat tadi di rumah sakit.


Dia sampai harus mendapatkan penanganan dokter saking tidak kuatnya menahan perasaan sakit di hatinya.


Akira pun bercerita tentang hal itu kepada Lisa, bahwa saat ia ingin menemui kedua orang tuanya dan menjenguk kakaknya tadi sore, ia melihat kejadian yang Lisa sebutkan.


Lisa mendengarkan cerita  Akira secara seksam, "apa yang kamu lihat Akira?" Lisa antusias dan semangat penasaran.


Bahwa Ketika itu Akira melihat Gian sedang berduaan bersama Shafira di ruang rawat inap Shafira.


Dengan jarak sangat dekat dan dengan adegan yang sangat intim, padahal sebelumnya Gian beseteru dengan Akira membahas masalah itu.

__ADS_1


Namun mengapa malah mereka sedang bermesraan berdua, padahal Akira sangat mencemaskan keduanya, Gian sendiri tidak merespon chat dan panggilan teleponnya.


Tapi pada kenyataannya Gian malah sedang asik bermesraan dengan Shafira.


Itu lah mengapa Akira begitu terkejut dan merasakan sesak sakit luar biasa ketika itu.


Dan memutuskan mencurahkan semuanya kepada Lisa.


Bukannya merasa bersimpati kepada Akira, Lisa malah tersenyum kecut setelah mendengar cerita Akira.


"Itulah bodohnya kamu Akira, menyiksa perasaanmu sendiri, ayok dong jadi Akira yang aku kenal tangguh dan pemberani." Lisa seperti mencibir Akira namun sebenarnya ia sedang menyemangati.


Akira tertunduk lesu ia tidak tahu harus mengambil sikap seperti apa.


"Ikuti semua saranku, aku yakin kamu tidak akan menyesal dan jika kamu tetap mengalah kamu akan menyesal seumur hidupmu" Liasa ingin membantu Akira dengan caranya memotivasinya untuk tetap bertahan.


Malam itu Lisa memberikan gambaran sikap yang harus Akira ambil agar terkesan mengalah tapi sesungguhnya Akira lah yang akan jadi pemenang dari permainan yang Shafira mainkan.


Akira dapat mencerna semua masukan-masukan dari sahabatnya dan kini ia tau harus bersikap seperti apa.


Dan karena Malam semakin larut cafe pun sudah akan tutup, juga tidak baik bagi kondisi Akira berlama-lama di waktu malam keluyuran di luar rumah.


Dan kemudian Lisa mengantar Akira pulang kerumah mertuanya menggunakan sepeda motor maticnya.


Setelah sampai Akira mengajak Lisa untuk mampir terlebih dahulu, dan untuk mengantisipasi kecurigaan atau takut terjadi salah paham akhirnya Lisa pun ikut mampir menemui keluarga Gian yang memang sudah berada di rumah ketika itu.


Lisa bertemu dengan mama Nirmala, papa Arga dan menjelaskan bahwa Akira keluar rumah untuk menemuinya.


Kedua mertua Akira mengerti dengan penjelasan Lisa, dan meminta Lisa untuk duduk berbincang bersama mereka.


Namun Lisa menolak karena ia harus segera pulang karena waktu memang sudah hampir larut malam.


"Ya sudah hati-hati di jalan" ucap Mama Nirmala papa Arga mengerti dengan alasan Lisa.


Kemudian Lisa bergegas untuk pulang dan meninggalkan kediaman papa Arga.


Setelah kepergian Lisa, Akira pamit kepada kedua mertuanya untuk pergi ke kamarnya dan beristirahat.


Tapi kedua mertuanya melihat Akira seperti ada yang aneh, Akita terlihat tidak seperti biasanya.


"Apa kamu baik-baik saja nak?" 


"Aku baik kok mah, aku hanya merasa sedikit lelah dan ingin beristirahat." 


"Iya silahkan beristirahat."


Tapi di antara mereka tidak ada satupun yang menyinggung tentang Gian.


Akira berharap Gian sudah pulang dan berada di kamarnya, tapi saat Akira masuk kedalam kamarnya, ia memang berharap kehadiran suaminya di sana sehingga Akira mencarinya di sekita ruangan kamarnya.


Akira mencari ke kamar mandi dan ruang ganti di kamarnya namun hasilnya nihil Gian tidak ada di sana.


Akira mengambil handphone-nya dari dalam tasnya, melihat tapi tidak ada notif pesan atau panggilan dari Gian, Bahkan chat yang sempat Akira kirimkan tadi siang kepada Gian belum terbaca setatusnya.


Karena masih centang dua dengan warna abu-abu.


Akira hanya bisa menghela nafas panjang ketika itu, "Apa aku harus benar - benar mengalah?".


....


Dimanakah Gian berada, apakah Gian akan benar-benar meninggalkan Akira ... ?


Simak kisah selanjutnya di kisah Cianta Antara 2 Pilihan!

__ADS_1


__ADS_2