Cinta Antara 2 Pilihan

Cinta Antara 2 Pilihan
Bab - 81


__ADS_3

Ketika rayuan demi rayuan Gian lakukan demi untuk menenangkan hati istrinya - Akira.


Dan Akira mulai percaya dengan apa yang diucapkan oleh Gian, bahwa dirinya tidak akan tertarik pada wanita manapun kecuali dirinya.


"Bisa saja aku bermain gila dengan sekretarisku atau pegawaiku sedari dulu, sebelum menikah denganmu, tapi mereka semua bukan levelku, kamu adalah segalanya bagiku." Gian berusaha meyakinkan istrinya.


Akira mulai luluh dengan ucapan suaminya.


Tapi ia masih diam, “Ayo dong percaya sama suamimu, aku jadi gak enak hati setiap kamu kesini selalu ada masalah yang tidak terduga.”


“Tapi kamu beneran sayang sama aku kan?” dari pertanyaannya Akira sepertinya ragu dengan suaminya.


Sebab ia mengingat sikap dingin suaminya.


“Kamu belum yakin kepadaku?” Gian balik bertanya.


Ya, memang itu yang dirasakan oleh Akira sehingga ia tidak mampu menjawab.


“Baiklah kita buat kesepakatan,  setelah ini seperti mama dan papaku, jika kemanapun aku pergi kamu akan ikut denganku, termasuk pergi ke kantor setiap hari, supaya kamu bisa tau kegiatanku apa saja.”


Akira mengangguk setuju. “Oke ….” jawab Akira singkat.


dan akhirnya Gian dapat bernafas lega setelah mendapat respon positif dari suaminya.


Gian menarik akira kedalam pelukannya mengcup pucuk kepalanya.


Akira juga melingkarkan kedua tangannya di pinggang suaminya.


“Aku senang sekali akhirnya aku bisa melihatmu cemburu padaku” tiba-tiba Gian berucap seperti itu.


Akira yang sedang memeluknya langsung mendongakan wajahnya melihat wajah suaminya.


“Ooh jadi kamu senang membuatku cemburu?” Akira merasa Gian sengaja melakukannya.


“Oo tentu tidak.” Gian segera menepis sangkan Akira. Agar Akira tidak lagi merajuk.


“Perlu kamu tau, selama ini aku selalu cemburu ketika melihatmu dengan kakakku, tapi aku selalu menahan perasaanku karena aku tidak ingin dianggap egois.” terang Akira.


Tapi kali ini yang membuat Akira merasa sangat sedih dan sakit hati itu karena sikap dingin Gian kepadanya ketika di awal tadi.


“Ya aku tau itu, aku juga merasa  serba salah, saat itu, tapi setelah ia menikah dan suaminya yang  bertanggung jawab terhadapnya aku merasa lega dan merasa lepas dari beban.” Gian mengutarakan apa yang ia rasakan.  


Masih dalam posisi yang sama, kini Akira dan Gian sama-sama mengutarakan perasaannya, mereka saling terbuka satu sama lain. jadi dengan begitu mereka bisa saling memahami  satu sama lain.


Kemudian akira mengingat apa tujuannya datang ke sana, ia bangkit dan mengurai pelukan nya. “Oo iya, aku datang kesini membawakan sarapan untukmu.” Akira meraih paper bag yang dari tadi mereka abaikan.


“Apa itu?” Gian penasaran.

__ADS_1


Akira membukanya dan menyajikannya, Gian tercengang melihat banyak sekali makanan yang istrinya bawa, dan itu semua makanan kesukaannya semua.


“Wah ….” gumam Gian antusias.


“Gimana kamu sukakan?” Akira memastikan jika suaminya menyukai makanan yang ia bawa.


Gian menganggukkan kepala dengan penuh semangat.


“Ayo makan!” ajak Akira.


Tapi Gian malah menggelengkan kepalanya, membuat Akira merasa heran. 


“Kenapa? katanya tadi bilangnya suka tapi kok gak mau makan?”


“Siapa bilang aku gak mau makan.”


Akira semakin kebingungan dengan pernyataan suaminya.


“lah … itu geleng kepala, kenapa?” 


Gian malah tersem manja, “Loh … jadi makin anehkan.” Akira makin bingung.


“Aku pengen di suapin.”  Gian makin manja.


“Yaah … pengen di suapin rupanya, siapa takut.”


Dan Akira mulai menyuapi suaminya, “Aaaa ….” Akira mengintuksi suaminya agar membuka mulutnya.


Tapi tiba-tiba terdengar ketukan pintu dari arah luar ruangan, tok … tok … tok …


Akira dan Gian hanya saling memandang ketika mendengarnya.


"Siapa?" Kemudian tanya Gian untuk memastikan siapa orang yang mengetuk pintu.


"Saya tuan, Siska." jawabnya.


Lalu Gian mempersilahkannya untuk masuk, "Masuk!" seru Gian.


Namun Akira sungguh risih melihat penampilan Siska yang sangat terbuka, memakai atas kemeja yang cukup ketat mengikuti lekuk tubuhnya, mengekspos buah dadanya yang menonjol dengan bagian depan dada terbuka lebar.


Serta memakai rok span yang terbelah bagian samping dari betis hingga ke bagian paha, sehingga bisa mengekspos paha mulusnya ketika ia bergerak.


Tapi memang Gian tidak pernah memandangnya sama sekali, Gian selalu membuang pandangannya ketika berhadapan dengan para karyawannya yang memang hampir seluruhnya berpenampilan seperti itu.


Bukan untuk apapun, Gian tidak membuat peraturan tentang penampilan para karyawannya, karena menurutnya itu bisa menarik perhatian para kliennya sebab perusahaan mereka memang bergerak di bidang obat-obatan atau semacam suplemen kesehatan, dan kecantikan, (kosmetik, skin care dan semacamnya.)


Jadi pikir Gian penampilan para karyawannya memang harus menunjang pekerjaannya, tapi Gian juga tidak mewajibkan untuk itu, berpenampilan seperti itu, sebab ada juga yang mengenakan hijab dengan style kantor.

__ADS_1


Siska tau Akira tidak menyukainya, maka dari itu ia terlihat menundukkan wajahnya tidak berani menatap wajah Akira.


"Maaf tuan, saya cuma mau mengingatkan meeting dengan perusahaan Erlangga group akan segera dimulai, anda sudah ditunggu di ruang meeting." Siska memberi tahu.


"Oke terimakasih, nanti saya akan segera ke ruang meeting siapkan saja semua materi yang akan dibahas nanti." jawab tegas Gian.


"Baik tuan, saya permis ." Siska kembali ke tempat kerjanya dan menyiapkan apa yang dikatakan oleh Gian barusan.


Setelah kepergian Siska Gian, kembali menyuapkan beberapa suap makan kedalam mulutnya. Sebab ia akan segera pergi untuk meeting.


"Yang, kamu tunggu disini dulu sebentar ya, nanti aku akan segera kembali setelah meeting selesai." Gian pamit untuk meninggalkan Akira, dan meminta Akira tetap berada di sana.


Akira mengangguk patuh, kemudian Gian bergegas tapi sebelum itu Gian sempat mengecup kening istrinya.


Gian juga memerintahkan Siska untuk menemani Akira di ruangannya, sebab Siska tidak ikut meeting, Gian meeting di temani karyawannya yang bergerak di divisi yang  akan menemani proyek tersebut.


Siska sangat gugup ketika akan menemui Akira di ruangan Gian.


Tapi itu perintah dari bosnya yang harus dilaksanakan.


Dengan terpaksa Siska masuk kedalam ruangan dan terlihat Akira sedang duduk memainkan handphonenya.


Akira yang  sedang fokus menatap layar  ponselnya langsung mengalihkan pandangannya ke arah Siska.


"Ada apa?" tanya Akira bingung melihat Siska masuk dengan gugup dengan cara mengendap-endap.


"Ma-maaf nona … sa-saya diperintahkan oleh tuan Gian untuk menemani nona, dan melayani keperluan dan kebutuhan nona selama tuan Gian meeting." Siska bicara gugup dan terbata.


Akira malah tersenyum melihatnya, ia merasa lucu melihat tingkah Siska.


Karena Akira juga merasa bosan berada di sana sendirian, akhirnya akira meminta Siska untuk duduk bersamanya.


"Tapi untuk apa nona?" Siska ragu dan bertanya mengapa Akira malah memintanya untuk duduk bersamanya.


Siska merasa takut Akira akan memarahinya Sebab ia memang merasa menyukai Gian dan berusaha mendapatkan perhatian Gian dari penampilannya yang cantik dan seksi.


Namun Gian tidak pernah tertarik sama sekali kepadanya.


Bukan hanya Siska bahkan seluruh karyawan wanita di sana mengagumi sosok Gian, yang super tampan tapi sangat dingin, meskipun para karyawan sering sekali mencari perhatian darinya, tapi Gian tidak pernah merespon mereka.


Sehingga mereka, mereka beranggapan Gian pria sempurna, selain tampilan, kaya raya dia juga  tipe pria setia, hanya mencintai satu wanita yaitu shafira, ketika itu saat shafira masih jadi kekasihnya.


....


Apa yang akan dilakukan oleh Akira kepada Siska, apakah Akira akan memberinya pelajaran karena telah bersikap genit kepada suaminya?


Simak kisah selanjutnya ...!

__ADS_1


Terimakasih 🙏🙏🙏


..


__ADS_2