Cinta Antara 2 Pilihan

Cinta Antara 2 Pilihan
Bab - 123


__ADS_3

Meskipun lidahnya Kelu tak mampu berkata-kata, debaran di dada makin kencang dibuatnya, cinta yang ia rasakan luar biasa dahsyat, hanya baru melihat sosoknya saja dadanya seperti ada pesta kembang api yang begitu semarak.


Itu yang dirasakan Rima ketika melihat sang suami. Ia mulai berbicara alasan mengapa ia bisa ikut dengan mama Nirmala.


"Oo begitu ya." Ucap Erwin datar, 


Tapi, padahal dalam hatinya ia seperti mendapat kejutan melihat Rima di sana dengan penampilan yang  berbeda ia begitu cantik.


"Erwin, bisakah kamu mengantarkan Rima, ia ingin menjemput Sisil di sekolahnya, sepertinya Mama, masih banyak urusan di sini." pinta mama Nirmala.


"Oo, tidak usah Mah, kalau kalian semua sibuk biar aku pesan taksi online saja." Rima tidak ingin merepotkan orang lain atau tidak ingin menjadi beban bagi orang lain.


Padahal Mama Nirmala bisa saja menyuruh sopir pribadinya untuk mengantarkan Rima. Namun, Mama Nirmala memang sengaja melakukan hal itu agar Rima lebih dekat dengan Erwin.


Dengan sorot mata tegas, Mama Nirmala menatap Erwin seakan memberi isyarat bahwa dirinya tetap ingin Erwin yang mengantarkan Rima.


Erwin mengerti akan hal itu, karena itu Erwin segera menyergah ucapan Rima.


"Biar aku yang mengantarmu," 


"Tapi mas kamu kan sedang bekerja."


"Pekerjaanku tidak begitu banyak, sudah dibantu oleh Gian dan juga Papa, lagian kepalaku terasa pusing aku mau sekalian pulang dan istirahat di rumah." Alasan Erwin.


"Kamu tenang saja, Rima, masalah pekerjaan Erwin nanti sekalian Mama yang gantikan."


"Oo begitu, ya sudah ayo." Ajak Rima sambil bersiap menenteng tasnya.


Kemudian keduanya berpamitan kepada semua orang. Lalu berjalan berdampingan. Semua karyawan heran melihat Erwin berjalan berdampingan dengan Rima.


Mereka menjadi patah hati, dan bertanya-tanya siapa gadis cantik itu, mengapa ketika dia masuk, dia berjalan berdampingan dengan Mama Nirmala, sekarang dia keluar berdampingan dengan tuan Erwin, pujaan hati mereka semua.


Gosip mulai menyeruak, mereka mulai menggunjingkan gadis itu, membuat opini sesuai pemikiran mereka. Ada yang menyebutkan "Gadis itu rekan bisnis" ada juga yang bilang gadis itu "Gadis pilihan mama Nirmala yang akan dijodohkan dengan Tuan Ewin" dan sebagainya.



Di sekolah Sisil.


Hari ini Hendri ayah Cika yang mengantar Cika sekolah dia juga sengaja ambil cuti kerja untuk menemani putri.


Flashback on


Setelah pertemuannya dengan Erwin tempo hari di rumah sakit, Hendri selalu terngiang-ngiang ucap Erwin yang menyarankannya untuk memasang CCTV di beberapa titik di rumahnya tanpa sepengetahuan Sarah.


Karena rasa penasarannya akhirnya Hendri melakukan apa yang di sarankan oleh Erwin, Hendri meletakkan beberapa kamera tersembunyi seperti di dapur, ruang tengah, dan di kamar tidur Cika.

__ADS_1


Hendri memantau pergerakan Sarah dan Cika dari layar ponselnya, sungguh tercengang Hendri ketika melihat semua yang di lakukan oleh Sarah terhadap putrinya.


Dia memarahi Cika, memukulnya, menja*baknya, mengurungnya di kamarnya. Darah Hendri mendidih ketika menyaksikan langsung penyiksaan yang dilakukan oleh Sarah terhadap putrinya.


Ketika itu Hendri pamit untuk pergi bekerja tapi sebenarnya Hendri masih berada di lingkungan komplek untuk menyaksikan rekaman kamera tersembunyi yang sengaja ia simpan tadi malam.


Ketika melihat apa yang terjadi, Hendri segera kembali ke rumahnya, tanpa menggunakan mobilnya, ia berjalan dengan tegas dan tergesa, ia mengepalkan tinjunya menahan amarah yang membludak dalam dadanya. Matanya memerah keringat bercucuran, akibat hawa panas dari dalam dirinya.


Hendri masuk tanpa sepengetahuan Sarah, dia menangkap basah Sarah yang sedang teriak-teriak mencaci maki Cika dan memukulinya, menjewernya bahkan menj*mbak rambut.


Suara gaduh terdengar, karena tidak hanya cacian Sarah yang terdengar oleh indra pendengaran Hendri, ia juga mendengar jerit tangis putrinya yang seakan minta pengampunan. Namun semakin  putrinya menjerit Sarah semakin merajalela melakukan siksaannya.


Darah Hendri makin mendidih ketika mendengar dan menyaksikan semua itu. Emosinya tak terkendali lagi, amarah meluap-luap, Tanpa aba-aba Hendri langsung menghampiri Sarah yang sedang menyiksa putrinya, dan tidak menggubris jerit tangisnya.


Hendri menarik kasar lengan Sarah membalikan tubuhnya dengan maksud menghentikan pergerakannya yang sedang menyiksa putri kecilnya, tubuh Sarah sampai terpelanting menjauh dari posisi Cika, dan terjatuh saking kasarnya pergerakan Hendri.


Sarah sungguh terkejut saat melihat Hendri dan menarik tubuhnya dengan kasar, Bagai disambar petir di siang bolong rasa terkejut yang di rasakan oleh Sarah, ia sampai membelalakkan matanya dengan rahang yang dibiarkan menganga.


"Darling … kamu kembali," gumam  Sarah tidak menyangka.


"Kenapa hah, kamu terkejut, jadi begini kelakuanmu kepada putriku …!" pekik Hendri.


"Dasar wanita berhati iblis!" maki Hendri.


"Darling, ini tidak seperti yang kamu duga, aku bisa jelaskan semuanya, ini terjadi karena putrimu sudah keterlaluan melawanku." Sarah berusaha membela diri.


Sarah berlutut di kaki suaminya, tapi Hendri sudah tidak perduli lagi kepadanya, Hendri mendorong tubuh Sarah dengan kakinya agar menjauh dari dirinya, karena Sarah malah bergelayut di kaki Hendri dengan terus menangis dan memohon ampun, Hendri tidak peduli lagi kepadanya.


Sampai akhirnya Sarah putus asa, ia segera pura-pura melemah dan pingsan untuk menarik simpati dari suaminya.


Tidak ada lagi simpan di hati Hendri untuk Sarah, ia segera menghampiri putri kecilnya yang tersudut di sudut dinding.


Ia masih menangis terisak-isak, saat Papinya mengulurkan tangannya, gadis kecil itu segera meraih tangan sang Papi ia seakan senang mendapatkan pertolongan.


"Nak, maafkan Papi, telah membiarkanmu hidup bertahun-tahun bersama seorang iblis." ucap Hendri penuh penekanan dan penyesalan.


Hendri menggendong putri kecilnya mendekapnya dalam pelukannya, rasa amarah yang memuncak berubah menjadi rasa penyesalan yang mendalam.


Cika semakin terisak dalam dekapan sang Papi, ia seakan mengadu tentang deritanya selama ini, "Inilah Papi deritaku selama ini, inilah kelakuan wanita berhati Iblis itu, menyiksaku setiap hari bahkan setiap waktu." 


Hendri bisa merasakan guncangan dalam diri putrinya, ia pun ikut menangis membayangkan betapa tersiksanya sang putri.


"Maafkan Papi ya, Nak! ternyata hidupmu seperti ini." Hendri tidak pernah menduganya, sebab yang Hendi tau Sarah wanita baik dan berhati malaikat, gaya hidup Sarah memang glamor, tapi dia tetap mampu merawat putrinya dengan baik tanpa bantuan seorang pengasuh.


Bahkan ia sendiri yang mengatakan ingin merawat Cika seorang diri tanpa bantuan baby sitter. " Darling … aku bisa kok, mengurus Cika sendirian tidak usah membuang-buang uang menyewa baby sitter, biar uangnya untukku saja, untuk perawatan tubuhku, jika  tubuh ku terawatkan kamu juga yang puas dan senang. Daripada dipakai untuk bayar baby sitter." Rayuan Sarah ketika itu.

__ADS_1


Dan berhasil meluluhkan hati Hendri, sebab Hendri pun tidak pernah melihat sekalipun perlakuan buruk Sarah kepada putranya, maka ia percaya sepenuhnya kepada Sarah untuk merawat putrinya seorang diri. Namun pada kenyataannya dia menyiksa Cika terus menerus.


Padahal Hendri sering menemukan luka lebam di tubuh putrinya, tapi tidak ada kecurigaannya sedikit pun kepada istrinya, apalagi Sarah yang pintar berdusta, yang mengatakan berbagai alasan atas luka lebam itu.


Hendri juga baru menyadari perbedaan sikap putrinya, yang pemurung, dan sering sakit-sakitan, beda dengan Sisil yang sangat aktif dan ceria.


"Ya Tuhan, jadi ini alasannya mengapa putriku seperti menderita tekanan batin, menjadi pemurung dan sering sakit-sakitan." gumam Hendri dalam hatinya, ia baru bisa mengambil kesimpulan setelah tahu apa yang telah dialami oleh putranya.


Hendri benar-benar menyesal telah mempercayakan putri kecilnya kepada ular berbisa seperti Sarah.


Erwin membawa Cika kerumah sakit untuk mengecek kondisinya dan melakukan visum untuk bukti kekerasan yang telah dilakukan Sarah kepadanya.


Sarah menjadi ketar-ketir dibuatnya, ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan untuk membela dirinya, Hendri pasti melaporkannya kepada pihak yang berwajib, ia bisa terseret kasus kekerasan dan perlindungan anak.


Sehingga tercetus dalam benaknya untuk melakukan sebuah konspirasi untuk melawan Hendri. Ia berpura-pura pingsan dan melukai dirinya sendiri, kemudian ia mengaku telah mengalami tindakan kekerasan yang telah dilakukan oleh Hendri.


Sarah membayar pak satpam yang menolongnya saat itu untuk menjadi saksinya nanti dan membenarkan semua pernyataannya nanti.


Flashback off


Berawal dari semua kejadian, mata hati Hendri terbuka lebar, ia bisa tau semua kebusukan Sarah, wanita yang selama ini ia cintai, dan ia banggakan ternyata kebaikannya hanyalah sebuah kedok untuk menyembunyikan wujud aslinya sebagai perempuan berhati iblis.


Untuk mengantisipasi kemungkinan yang akan terjadi Sarah berniat untuk melakukan perdamaian dengan Hendri.


"Jika kamu melaporkan ku, kepada pihak yang berwajib maka aku juga akan menyeretmu ke dalam jeruji besi, dengan kasus KDRT, karena kamu juga telah melempar tubuhku hingga aku terjatuh, dan menendangku juga " ancam Sarah dengan pengakuannya.


Hendri merasa tergelitik mendengar semua ucapan Sarah, pandainya ia bermain kata, memutar balikan fakta, untung ketika itu, Hendri masih bisa menahan diri untuk tidak memukulnya, jika itu sampai terjadi mungkin Sarah akan merasa menang dengan bukti pemukulan itu.


Hendri tersenyum kecut saat mendengar, semua penuturan Sarah, niat Sarah ingin mengajak Hendri berdamai untuk tidak membawa masalah mereka kejalur hukum. Tapi Sarah malah mengancamnya Hendri akan balik melaporkannya atas kasus KDRT.


Dan itu semu membuat Hendri tertantang, dan malah akan benar-benar melaporkan kasus ini ke pihak yang berwajib.


Hendri pikir Sarah akan menyesali semua perbuatannya, dan datang untuk meminta maaf kepada putrinya, mungkin Hendri bisa mempertimbangkannya, meskipun akan ada perceraian antara dirinya dan Sarah, Hendi bisa memaafkannya dengan tidak memperpanjang masalah.


Tapi apa yang Sarah lakukan, ia datang dengan sangat angkuh, membuat konspirasi ingin mengancam Hendri, tanpa bukti yang akurat. Membuat Hendri semakin geram atas tindakannya dan Malah ingin memberikannya sebuah pelajaran atas perbuatannya.


"Tidak usah banyak bicara Sarah, buktikan saja semua ucapanmu tentang KDRT yang aku lakukan, kita bertemu nanti di meja hijau." tantang Hendri.


Sarah semakin ketar-ketir di buatnya, karena dia memang tidak ada bukti, ia hanya punya saksi palsu yang ia bayar untuk bersaksi, bahwa ia benar menyaksikan kejadiannya.


Ya, memang setelah kejadian itu, Hendri keluar dengan memangku putranya dia berjalan menuju mobilnya yang sempat ia tinggalkan.


Ia bertemu seorang satpam, kemudian Hendri meminta satpam itu untuk menemui istrinya di rumahnya dan menolongnya.


Sarah tau apa yang harus ia lakukan sebelum ada orang yang datang, ia memukul-mukul wajahnya sendiri sampai menyebabkan banyak luka hingga darah segar mengalir di sudut bibirnya, dia juga mengacak-acak rambutnya.

__ADS_1


Sehingga keadaannya memang terlihat sangat mengenaskan, saat satpam itu masuk ke dalam rumah untuk menolong Sarah atas permintaan Hendri. Dan dengan begitu Sarah melakukan konspirasi dengan satpam tersebut.


__ADS_2