
Setelah beberapa hari setelah kejadian Akira memergoki shafira bersama lucky.
Akira tidak menceritakan hal itu kepada siapapun termasuk kepada suaminya Gian.
Bukan karena Akira takut kepada shafira, melainkan ia tidak punya bukti untuk mengungkap kebenaran tersebut.
Sebab Shafira bersifat licik ia bisa menyangkal dengan mudah atau memutar balikkan fakta untuk melindungi dirinya, karena tidak ada bukti atas apa yang akira ketahui.
Sayangnya ketika Akira melihat dan mendengar kejadian itu handphone Akira ikut tertinggal di dalam tasnya di dalam ruangan rawat Shafira ketika itu.
Sehingga Akira tidak dapat mengambil bukti atas apa yang terjadi sebenarnya, atas kelakuan buruk yang telah dilakukan oleh shafira.
Akira diam bukan berarti Akira kalah dan tidak mempermasalahkan hal itu, tapi Akira memilih tetap tenang untuk membongkar semua kelakuan buruk kakaknya.
Pagi ini jadwalnya Shafira keluar dari rumah sakit, sebab kondisinya sudah stabil, kini ia terlihat segar dan ceria.
Akira sengaja datang bersama Gian untuk menjemput kepulangan shafira.
Dan hal itulah yang membuat Shafira sangat bersemangat.
Ia tersenyum lebar ketika melihat Gian datang.
Tapi Gian dan Akira tetap menjaga jarak dengan Shafira.
Shafira berpikir Gian seperti itu karena ada Akira disana jadi Gian merasa segan untuk mendekatinya, padahal menurutnya Gian pun sama sepertinya saling merindukan.
Shafira juga berpikir akiralah yang melarang melarang Gian untuk menemuinya selama ini.
Itulah salah satu alasan mengapa Shafira sangat membenci adiknya, karena dia adalah penghalang antara dirinya dan kekasihnya yaitu Gian.
…
"Gian …." Fira memanggil Gian.
Spontan Gian langsung melihat ke arah sumber suara. Dan menyautinya, "Iya …."
Sehingga semua pusat perhatian tertuju pada mereka.
"Apa kabarmu, Gian?" tanya Fira yang berbasa-basi.
"Ooh aku baik kok!" jawab Gian.
"Kabarmu bagaimana?" Gian terpaksa bertanya seperti itu, karena ia bingung harus bersikap seperti apa.
__ADS_1
Padahal shafira memang sengaja memancing respon dari Gian, atau memancing perhatian dari Gian.
Setelah mendapat perhatian sesuai keinginannya, shafira tersenyum lebaran karena merasa berhasil.
Ia juga sengaja memancing rasa cemburu Akira, berharap Akira merasa jengah dengan keadaan lalu pergi meninggalkan mereka, sehingga akan ada kesempatan untuknya berduaan dengan Gian.
Tapi disana tidak hanya ada Akira dan Gian yang menjemput kepulangannya tapi ayah Ayus ikut bersama mereka.
Hanya Ibu Yuli yang tidak turut serta sebab ia sengaja tidak ikut untuk menyambut mereka semua di rumah, menyiapkan semua keperluan mereka terutama keperluan Shafira.
Suasana membuat semua orang canggung, terlebih Gian, untuk menghindari itu Gian memilih keluar dari ruangan dengan alasan ingin menghubungi seseorang padahal ia hanya ingin menghindari situasi yang membuatnya tidak nyaman.
Semua sudah siap administrasi pun sudah selesai diurus, tinggal menunggu Dokter dan suster melakukan pengecekan terakhir kali, dan melepaskan jarum infus yang masih menancap di pergelangan tangan Shafira.
Setelah beberapa waktu menunggu akhirnya yang ditunggu pun datang, Dokter dan suster segera masuk dan melakukan tugas terakhir mereka.
Kemudian setelah semuanya selesai barulah mereka diizinkan untuk pulang.
Suster membawakan kursi roda untuk Shafira dan meminta shafira untuk segera menaikinya, karena suster tersebut akan mengantarkannya sampai depan rumah sakit.
Suster harus melakukan hal itu karena itu salah satu ketentuan rumah sakit, setiap ada pasien yang hendak pulang atau keluar dari rumah sakit, harus di antara menggunakan kursi roda sampai depan rumah sakit.
Padahal Shafira ingin sekali Gian yang mendorong kursi rodanya.
Sebenarnya Gian di sana hanya untuk menghargai mertua dan istrinya.
Akira juga berada di sana hanya untuk menemani Ayahnya. Karena jika beralasan demi Shafira tidak mungkin, karena shafira sendiri sangat membenci Akira.
Saat di depan rumah sakit Gian sudah lebih dulu berlalu untuk menyiapkan mobil, sehingga ketika mereka keluar dari pintu utama rumah sakit, Gian sudah siap dengan mobilnya.
Gian tidak turun dari mobilnya ketika Shafira naik ke dalam mobilnya duduk di bangku penumpang bersama Ayahnya.
Tapi saat Akira akan naik, Gian dengan sigap membukakan pintu untuknya dan seperti biasa melindungi kepala Akira agar tidak terbentur.
Shafira memasang wajah penuh kebencian ketika melihat hal tersebut.
"Harusnya aku yang Gian perlakukan seperti itu bukan malah Akira yang baru saja Gian kenal." Shafira ngedumel sendiri dalam hatinya.
Ia sungguh menyesali apa yang telah ia lakukan, terjebak dalam cinta terlarang yang kini mengekangnya.
Rawat wajah Shafira berebuh sendu, suasana pun terasa mencekam karena hanya ada keheningan.
Tapi Ayah Ayus mencairkan suasana dengan berusaha memancing obrolan bersama Gian sesekali Akira ikut menimpali obrolan mereka berdua.
__ADS_1
Tapi Shafira hanya diam seribu bahasa, Akira mulai merasakan keanehan atas sikap kakaknya.
Sebenarnya dalam benak Akira ia ingin bertanya tentang apa yang dirasakan oleh kakaknya tapi Akira memilih untuk diam daripada akan memancing emosinya.
Setelah menempuh perjalanan beberapa waktu akhirnya mereka sampai di rumah.
Semua turun dari mobil, tapi Shafira berlaga lemah tidak berdaya.
Karena kondisi Ayah Ayus sudah tua sehingga ia kesulitan untuk memangku putri sulungnya.
Gian merasa tidak bisa membiarkan mertuanya kewalahan seorang diri, dan akhirnya Gian yang menggantikan Ayah Ayus untuk membopong Shafira dan membawanya masuk kedalam rumah.
Namun kali ini Shafira berbeda tingkah dari biasanya, yang biasanya bertingkah agresif, tapi kali ini ia bertingkah sendu.
Sebab jantungnya berdegup kencang ketika Gian memangkunya, rasa rindu yang selama ini ia tahan seakan pecah begitu saja ketika ia mencium aroma tubuh Gian yang sangat ia rindukan.
Ia begitu merasa haru bisa merangkul seseorang yang teramat sangat ia harapkan, Shafira menangis membenamkan wajahnya di dada Gian.
Sampai di dalam kamarnya saat Gian meletakkan tubuhnya di atas tempat tidurnya.
Shafira enggan melepas tangan yang ia Kalung di leher Gian.
Tapi Gian memaksa melepaskannya.
"Gian aku sungguh sangat merindukanmu, tolong maafkan aku, Gian aku tidak sanggup jika kamu bersikap tidak peduli padaku, tolong bersikaplah seperti dulu, Gian, cintai aku sayangi aku, Gian hiks … hiks …." Shafira memelas.
Ketika itu ia terlihat sangat rapuh, sehingga hati kedua orang tuanya merasa terenyuh dan tidak tega melihatnya.
Tapi mereka tidak bisa egois mereka juga harus memikirkan perasaan Akira, apa lagi saat ini Akira tengah hamil.
Sehingga posisi mereka semua dalam keadaan serba salah.
"Akira, aku mohon kembalikan Gian kepadaku, sampai akhir usia ku yang hanya tinggal beberapa waktu saja." Kali ini Shafira memohon kepada Akira.
Namun Akira tidak dapat menjawabnya, sebab Akira sudah tau apa alasannya dia pergi meninggalkan Gian di hari pernikahannya.
Ternyata karena shafira memang terlihat berkhianat kepada Gian, bahkan telah mengelabui semua orang.
Karena itu Akira terlihat santai dan tidak merasa iba shafira memohon kepadanya.
"Maaf kak, tapi antara aku dan Gian sudah ada penguat yaitu calon anak kami." Secara tidak langsung Akira menolak untuk melepaskan Gian.
...
__ADS_1
Reaksi seperti apa yang akan di tunjukkan Shafira setelah mendengar penolakan dari Akira?