
Lisa anak pertama dari 3 saudara, ibu nya meninggal sejak ia masih kecil, karena ia anak sulung, ia yang bertanggung jawab mengurus adik -adiknya, sehingga keadaan menuntut Lisa untuk lebih dewasa.
Karena itu, Lisa pun menjadi teman curhat Akira, karena Lisa selalu bisa memberikan nasihat-nasihat kepada Akira yang membuat akira nyaman menceritakan semu masalahnya, daripada kepada keluarganya sendiri.
….
"Hay Besty,,,!" Sapa Lisa saat menghampiri Akira.
Akira langsung bangkit dari tempat duduknya, menyambut kedatangan Lisa mereka langsung cipika-cipiki.
Berbasa-basi menanyakan kabar mereka masing-masing.
Setelah itu mereka duduk bersama, tidak lupa Lisa pun ikut memesan minuman dan makanan untuk menemani Akira.
"Bau-bau nya ada yang lagi galau nih!" Ucap Lisa menyindir Akira, karena Lisa curiga Akira sedang ada masalah.
Mendengar itu Akira hanya tersenyum lesu.
"Hey,,, beberkan dugaan ku, kenapa?" Lisa to the point bertanya.
Dan tanpa basa-basi lagi Akira menceritakan apa yang dialaminya, dari awal pernikahannya dengan Gian, sampai kejadian bersama Sisil sebelum ia datang ke tempat itu.
Awalnya Lisa hanya diam menyimak apa yang diceritakan oleh Akira.
Setelah Akira selesai berbicara, barulah Lisa mengutarakan semua isi hatinya terkait dengan apa yang Akira ceritakan.
"Iya Ra, aku sudah dengar tentang pernikahan mu, aku juga tau pasti ada alasan kenapa kamu melakukan hal itu semua, kenapa kamu menikah mendadak, dan tidak mengundang ku, sebagai teman mu." Lisa.
"Aku juga sebenarnya penasaran apa alasannya, tapi aku tidak mau menambah beban mu dengan kekepoan ku, jadi aku lebih memilih untuk tetap diam, dan menunggu kabar terbaru dari kamu." Lisa sudah bisa menebak ada yang tidak beres dengan Akira, Lisa juga sudah bisa memahami, mengapa Akira tidak bercerita kepada nya.
Mungkin terlalu pribadi sehingga Akira enggan bercerita kepadanya, dan tidak ingin memaksa Akira dengan bertanya langsung kepada Akira.
"Seperti yang aku bilang, setelah pernikahan itu, hidupku terkekang, aku sampai harus resign dari pekerjaan ku karena paksaan darinya, aku tidak punya waktu walaupun hanya untuk bertemu kedua orang tua ku." Jelas Akira.
"Kasihan sekali kamu Ra, karena ulah kakak mu kamu menjadi korbannya, ini tidak adil Ra!" Lisa tidak rela Akira harus menderita Karen di jadikan sebagai pelampiasan balas dendam Gian atas rasa kecewa dan rasa sakit hatinya kepada Shafira.
__ADS_1
"Aku bingung Sa, sekarang harus bagaimana, mau sampai kapan aku akan seperti ini terus?" Akira putus asa.
Lisa menatap Akira penuh rasa iba, "Yang sabar ya Ra! Ini ujian, lihat ujian ku lebih berat dari pada kamu, tapi aku bisa melaluinya itu tidak luput dari dukunganmu, aku juga yakin kamu bisa melewatinya, kamu gak salah apa-apa Ra, kamu tidak pantas menerima perlakuan seperti itu dari suamimu sendiri, tuhan pasti akan menunjukkan kebesarannya, lalu mengganti semua kesakitan mu dengan kebahagiaan." Panjang lebar Lisa berbicara untuk menyemangati dan memberi support kepada Akira.
Ya Akira merasa terhibur dengan apa yang diucapkan oleh Lisa.
“Lalu menurutmu sekarang aku harus bagaimana Sa?” Akira meminta pendapat dari sahabatnya.
Lisa tersenyum ketika mendengar akira meminta pendapatnya.
“Ra kamu orang yang kuat , tegar, kamu bukan tipe orang yang mudah menyerah, jadi kamu tentu tau apa yang harus kamu lakukan.” ucap Lisa percaya dengan kemampuan Akira.
“Tapi akira hanya diam dan terlihat berpikir.
“Kenapa Ra?” tanya Lisa yang melihat akira berdiam diri.
“Gak papa kok, aku cuma belum menemukan cara saja agar bisa lepas dari dia, karena aku yakin meskipun sekarang dia menyuruhku pergi dia (Gian) tidak akan melepskan ku begitu saja.” Akira sudah memahami sifat Gian.
“Oo begitu rupanya, kamu sulit untuk lepas dari nya, kalau begitu ikuti saja alurnya.” Lisa memahaminya dan memberikan saran.
Akira mengerutkan kening nya ketika mendengar ucapan lisa karena akira tida mengerti dengan apa yang di maksudkan oleh sahabatnya itu.
Lisa menjelaskan agar Akira tetap tenang mengikuti setiap ap yang di ingin kan oleh gian , tapi akira juga tida harus tertindas, akira haru sedikit mengatur siasat, agar bisa menaklukan gian, seperti membuatnya jatuh cinta kepada nya .
Dengan ketegaran hatinya, dan tentunya dengan kecantikan nya juga,.
“Buktikan kepadanya jika kamu tidak pantas diperlakukan seperti itu, olehnya, buat dia menyesali semua perbuatan nya, jangan lemah Akira!” Lisa terus saja menyemangati Akira.
Akira tetap diam mencerna apa yang di ucapkan oleh Lisa.
Ia pun berpikir bagaimana cara yang harus dia ambil.
“Oke terimakasih Sa atas semua saran mu, sekarang aku tau bagaimana aku harus bersikap.” kemudian ucapakira setelah memahami semuanya.
Ya, Lisa memang tempat curhat ternyaman bagi akira dari sejak kecil, setiap ada maslah dalam hal apa pun akira belum bisa mengambil keputusan sebelum mendiskusikan nya bersama Lisa.
__ADS_1
Begitu pula sebaliknya, Lisa pun sangat membutuhkan Akira , setiap ada masalah apa pun Lisa selalu mencari Akira dan menceritakan semua masalah nya kepada akira, setelah itu entah mengapa perasaan nya selalu merasa lega, setelah mendapat tanggapan dan saran dari Akira .
Oleh sebab itu mengapa merek begitu akrab dari kecil, ketimbang dengan keluarga mereka masing-masing.
Kini pembicaraan mereka tidak lagi membahas tentang permasalahan Akira, melainkan melebar kemana-mana.
Biasalah, jika teman akrab sudah lama tidak bertemu, sekalinya bertemu dan mengobrol bisa lupa waktu, dan itu lah yang sedang terjadi kepada akira dan lisa.
keduanya begitu menikmati kebersamaan mereka berdu sehingga tidak menyia-nyiakan waktu sedikitpun walaupun hanya sekedar bercerita tentang kejadian-kejadian sepele yang mereka alami.
….
Sedangkan di sisi lain, Gian sudah sampai di rumahnya.
Ia mengangkat sisil yang tertidur di mobilnya.
Tapi saat tangan nya menyentuh tubuh Sisil, Gian merasakan suhu tubuh Sisil begitu tinggi.
Gian sampai meletakan telapak tangan nya dan membolal-balikannya, dibeberapa bagian tubuh Sisil dengan tujuan mengecek suhu tubuh tubuh sisil untuk memastikan suhutubuh sisil benar-benar demam atau memang hanya perasaan nya saja.
Tapi pada kenyataan nya sisil memang demam tinggi, dan sampai menggigil.
Gian begitu panik ketika mendapati kondisi Sisil seperti itu.
"Ya tuhan Sisil… apa yang terjadi pada mu!" Seru Gian panik.
Gian langsung berteriak, memanggil babysitter Sisil, untuk menolongnya menemani Sisil, karena Gian akan membawa Sisil ke rumah sakit.
Ketika mendengar suara Gian yang berteriak memanggilny, bebysitter Sisil langsung berlari menghampirinya.
"Iya ada apa tuan?" Kemudian tanya bebysitter setelah di hadapan Gian.
"Cepat bantu saya, temani Sisil! Saya akan membawanya ke rumah sakit!" Seru Gian.
Babysitter pun segera masuk ke dalam mobil Gian duduk di belakang sambil memeluk tubuh Sisil.
__ADS_1
"Ya tuhan,,, apa yang terjadi kepada Sisil tuan? Lalu dimana nona Akira?" tanya babysitter, tapi tidak mendapatkan jawaban karena Gian tidak meresponnya.
Gian hanya fokus berkendara dengan kecepatan tinggi sebab ia ingin segera sampai di rumah sakit, agar Sisil segera mendapatkan penanganan tim medis.