
Sesampainya di depan kamar apartemen Mila, Nyonya Nirmala melihat pintu kamar itu sedikit terbuka, tanpa mengetuk Nyonya Nirmala segera masuk ke dalam kamarnya, alangkah terkejutnya Nyonya Nirmala menyaksikan Mila tertidur dalam keadaan tanpa busana.
…..
Melihat itu, Nyonya Nirmala tidak menyia-nyiakan kesempatan ia segera mengambil ponsel Mila untuk mencari barang bukti yang di gunakan Mila untuk menekan Gian, yang berupa foto dan video agar Gian mau bertanggung jawab dan menikahinya.
Perlahan Nyonya Nirmala meraih tangan Mila yang sedang tertidur, menggenggamnya secara perlahan lalu mengarahkan ibu jarinya ke tombol yang terdapat di ponselnya untuk membuka kode password ponsel Mila terkunci dan menggunakan sidik jarinya sendiri untuk membukanya.
Setelah terbuka barulah Mama Nirmala bergerak mencari apa yang ia cari di ponsel tersebut.
Ya, Mama Nirmala menemukan apa yang ia cari di penyimpanan galeri, dan segera menghapusnya, ia merasa senang dan bahagia akhirnya apa yang ia rencanakan selama ini bisa tercapai.
Mama Nirmala menatap Mila yang masih tertidur lelap tanpa busana, ia juga melihat beberapa jejak tanda merah di sekitar leher dan dada Mila.
Kecurigaan mama Nirmala tentang Mila Benar-benar nyata setelah melihatnya dengan jelas, pakaian yang berserakan, tanda mereh yang membubuhi tubuhnya, itu cukup jelas bagi Nyonya Nirmala untuk mengambil kesimpulan jika Mila telah melakukan hal itu.
Mama Nirmala juga mengambil gambar Mila yang sedang dalam keadaan seperti itu, untuk dijadikan senjata oleh mama Nirmala nantinya, agar bisa mengancam Mila jika dia bertingkah.
Dalam diam Mama Nirmala menatap dan memperhatikan Mila, "Jadi seperti ini kelakuan mu " batin Mama Nirmala saat menangkap basah kelakuan menantunya
Tiba-tiba Mila terbangun, dan alangkah terkejutnya Mila saat ia melihat Mama mertuanya ada di sana, "Ma- Mama! kamu di sini?" tanya Mila gelagapan karena merasa bingung sekaligus syok.
Mama Nirmala hanya mengangguk tidak menjawabnya.
"Sejak kapan mama berada di sini?" Tanya Mila untuk memastikan, sambil meraih selimut dan berusaha untuk menutupi tubuhnya.
"Ya, cukup lama, untuk bisa mengamati seluruh tanda merah yang ada di leher dan di dadamu!" Ucap Mama Nirmala dengan nada penuh penekanan.
Mila hanya tertunduk, dengan wajah yang pucat pasih, dan keringat bercucuran, awalnya mama Nirmala mengira itu reaksi Mila karena tertangkap basa telah melakukan hal m e s * m.
Tapi lama-lama Mila meringis kesakitan, membuat Mama Nirmala merasa curiga melihatnya, bahwa ia sedang menahan rasa sakit.
"Kenapa kamu?" tanya mama Nirmala.
Mila berusaha untuk menyembunyikan apa yang ia rasakan. Namun, tiba-tiba air ketubannya pecah.
Brot … suara itu terdengar dari lembah basah Mila.
Mila sendiri merasa terkejut di buatnya, sebab seiring dengan suara itu Mila merasakan sesuatu mengalir di pangkal p a h * nya.
"Apa ini?" gumam Mila terkejut.
Lalu ia mengaduh kesakitan, "Aw ... perutku sakit sekali!" keluh Mila sambil memekik.
Mama Nirmala menjadi panik melihat cairan yang ia curigai sebagai air ketuban itu, mengalir deras di pangkal p a h a Mila.
__ADS_1
Ia bergegas mendekati Mila, "Sepertinya kamu akan segera melakukan," Lalu ucap mama Nirmala memprediksi.
"Tidak, ini tidak mungkin! usia kandungan ku baru menginjak tujuan bulan mana mungkin aku akan melahirkan sekarang!" Mila bersandiwara untuk menyangkalnya, karena takut kebohongannya akan terbongkar.
"Tapi itu buktinya," Tunjuk mama Nirmala mengarahkan telunjuknya ke arah selangk*ngan Mila.
Sakit yang Mila rasakan pun semakin kuat, ia sampai tidak sanggup lagi untuk berpura-pura untuk menahannya.
"Aaaw, ini sakit sekali .. !" teriak Mila.
Sepertinya suasana semakin darurat, mama Nirmala segera membantu Mila untuk melakukan persalinan saat itu juga karena ia melihat Mila sudah akan melahirkan saat itu juga.
🤗🤗🤗
Mama Nirmala mengarah Mila untuk melakukan proses persalinan, tapi sebelum itu mama Nirmala sempat menghubungi dokter untuk segera datang memberi bantuan.
Karena keadaan mendesak Mila sudah akan melakukan, menolongnya untuk membawanya keluar dari sana itu tidak mungkin bagi Mama Nirmala, sebab Mila juga sudah tidak sanggup untuk berjalan.
"Ayo Mila aku akan membantumu, " ucap mama Nirmala.
"Tarik nafas panjang, lalu tekan dengan kuat." lanjut mama Nirmala memberi interuksi mengarahkan Mila melakukan persalinan.
Dengan patuh Mila mengikuti setiap aba-aba dari mama mertuanya, karena rasa sakit yang ia rasakan Mila melupakan segalanya.
...
Setelah melalui proses yang lumayan menegangkan, akhirnya Mila bisa melahirkan bayi yang berjenis kelamin laki-laki.
"Oe, oe, oe…!" tangis bayi pecah menggema di sekitar ruangan.
Mama Nirmala menarik nafas lega, setelah melihat bayi Mila lahir dengan selamat, lancar.
Mila sendiri terkulai lemas setelah berjuang menaruhkannya.
"Terima kasih, Mah." Gumam Mila, dengan nafas yang tersengal-sengal.
Dengan lahirnya bayi Mila, saat itu Mama Nirmala menjadi sangat yakin bahwa bayi itu bukan lah anak dari Gian, sudah pasti bayi itu bukanlah cucunya.
Sebab dari pengakuan Mila usia kandungannya baru menginjak usia kandungan tujuh bulan sesuai dengan tanggal saat Gian menginap di apartemennya malam itu, tapi kini bayi itu sudah terlahir dengan sehat dan lancar.
Saat mama Nirmala masih terdiam mencerna keadaan yang sedang dihadapinya, dokter dan tim medis barulah sampai.
"Selamat siang Nyonya!" sapa dokter ketika Nyonya Nirmala membuka pintu untuknya.
"Siang," balas Nyonya Nirmala.
__ADS_1
Dan tanpa basa-basi lagi nyonya Nirmala mempersilahkan mereka untuk masuk dan mengecek kondisi Mila dan bayinya.
"Semua normal, dan baik-baik saja." ucap dokter setelah memeriksa kondisi Mila dan bayinya.
"Tapi anak saya terlahir prematur, Dok!" Mila masih saja ingin berdalih.
"Tidak, bayi anda tidak memiliki kelainan apapun, dia sehat seperti bayi pada umumnya yang lahir di waktu yang sudah seharusnya," terang Dokter menyangkal ucapan Mila.
"Tapi usia kandungan saya baru tujuan bulan." Pengakuan Mila.
"Coba saya lihat buku KIA-nya" pinta dokter ingin memastikan.
Seketika itu Mila menjadi panik dan terlihat ketar ketir, karena ia takut ketahuan semua kebohongannya di hadapan Mama mertuanya.
"Oo iya, buku KIA-nya ilang dok tidak tahu di mana, aku lupa menyimpannya." Alasan Mila.
Ya, karena dokter yang sekarang sedang menanganinya satu tim dengan dokter Eva yaitu dokter keluarga, sedangkan Mila selalu memeriksakan kandungannya kepada dokter klinik yang memeriksa pertama kali kehamilannya.
Setiap bulan mama Nirmala memberi tunjangan khusus untuk Mila agar memeriksakan kandungannya, bahkan mama Nirmala sering mengajak Mila untuk memeriksa kandungannya bersama dengannya, tapi Mila selalu mencari alasan untuk menolaknya.
Dan sampai pada saat melahirkan Mama Nirmala tidak diberi kesempatan untuk menemani Mila memeriksa kandungannya.
Melihat gelagat Mila yang seperti itu Mama Nirmala semakin yakin dengan kecurigaannya.
Tapi Mama Nirmala memilih untuk diam sebab ia belum punya bukti kuat untuk membuktikan semua kecurigaannya, mama Nirmala berencana akan melakukan tes DNA, agar keyakinannya semakin kuat, dan untuk ia jadikan bukti agar Mila tidak akan bisa untuk mengelak lagi.
"Oke, Dok, sekarang harus bagaimana, apakah dia akan dibawa ke rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut atau akan tetap di rawat di rumah saja " tanya mama Nirmala apa yang seharusnya dilakukan.
Melihat keadaan sudah kondusif, tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan maka dokter menyarankan agar Mila tetap di rawat di rumah saja.
Mama Nirmala, meminta salah satu Suster untuk tetap berada di sana untuk merawat Mila sampai benar-benar pulih.
Nyonya Nirmala juga mencari Asisten rumah tangga untuk melayani dan mengurus semua keperluan Mila selama dalam masa nifasnya.
Meskipun mama Nirmala sudah curiga tentang kebohongan Mila, tapi ia belum punya bukti kuat, maka mama Nirmala tetap bertanggung jawab kepada Mila, sebagai perwakilan dari putranya yang sama sekali tidak peduli dengan Mila.
Karena Gian yakin tidak melakukan apapun yang Mila tuduhkan kepadanya, Gian menikahi Mila karena ancaman Mila yang akan menyebar luaskan foto dan video yang ia miliki, sehingga Gian terpaksa menilai Mila secara siri itu pun atas desakan dari kedua orang tuanya, untuk menyelamatkan nama baik mereka.
Karena jika foto dan video itu tersebar sudah pasti semua masyarakat akan berpihak kepada Mila, di tambah foto dan video itu asli bukan editan.
Hal itu hanya akan membuat malu saja dan mencoreng nama baik bukan hanya nama baik Gian tapi nama baik keluarga pun akan ikut terseret dan tentunya akan berpengaruh kepada perusahaan, semu kolega akan berpikir negatif tentang pimpinan perusahaan, dan bisa mengurangi rasa hormat mereka kepada pimpinan perusahaan dan bahkan mereka bisa dengan mudahnya memutuskan konterak kerja.
Dan semua itu bisa di manjakan oleh rival mereka untuk menjatuhkan pimpinan perusahaan.
Jadi untuk mencegah semua itu, Gian terpaksa menikah Mila.
__ADS_1