
...Satu tahun berlalu …...
Di daerah terpencil di rumah sederhana di sebuah kamar, seorang wanita terbaring satu tahun lamanya.
Di pagi ini, ia menggerakkan jari jemarinya, lalu mengerjakan kedua matanya, perlahan ia mulai membuka matanya, pandangannya masih buram, saat dua bola matanya menyapu pandangan di sekitar ruangan itu.
Seorang pria bereaksi sangat antusias melihat wanita itu siuman dari tidur panjangnya.
Dengan setia pria itu menunggu dan menemani si wanita selama dalam masa komanya, ia berharap dan terus berdoa akan kesembuhan dari wanita itu.
Dan alangkah bahagianya ia saat ini, waktu yang ia tunggu-tunggu kini telah tiba.
"Sayang, kamu sudah sadar?" ucap sang pria.
Wanita itu tidak meresponnya, ia malah menampilkan ekspresi wajah bingung dengan keadaan.
"Siapa kamu?" sang wanita malah balik bertanya.
"Kamu tidak mengenalku?" kini sang pria pun merasa bingung mendengar pertanyaan yang wanita itu lontarkan kepadanya.
Dengan begitu, sang wanita tidak mengenalnya, padahal ia adalah penyebab mengapa wanita itu mengalami koma selama satu tahun.
Tapi semua itu menjadi satu keuntungan bagi si pria untuk membersihkan dirinya di mata sang wanita, agar sang wanita tidak menuntut apapun darinya.
Sang pria tersenyum bahagia, ini satu kesempatan untuk mengubah identitas dirinya, ia memanfaatkan keadaan.
"Aku Anjai, suamimu."
"Aku siapa?" ternyata wanita itu pun melupakan identitasnya.
Si pria makin antusias untuk merubah semua identitas mereka, agar tidak ada satu pun yang mengganggunya, karena harapannya bisa dapet hidup bahagia bersama dengan sang wanita.
"Kamu shilla, istriku!" ucapnya penuh dengan kebohongan.
Wanita itu malah terlihat bingung dengan apa yang dikatakan oleh si Pria.
__ADS_1
"Dengarkan aku, sayang!" Pria meminta si wanita hanya fokus dengan apa yang ia katakan.
"Aku Anjai suamimu, kamu shilla istriku, dan kita punya 1 orang putra bernama Anjas, Anjas itu singkatan dari nama kita berdua, Ajai dan Shilla." ucap sang pria mencuci otak sang wanita, sehingga sang wanita berulang kali mengulang kata-kata yang pria itu katakan.
"Kamu Anjai suamiku, aku shilla istrimu, dan Anjas anak kita berdua." Ucap sang wanita mengulang kata-kata itu.
Anjai sebenarnya adalah Riza, dan wanita yang koma selama satu tahun itu adalah Akira.
... Flashback on...
Kejadian satu tahun silam, saat Riza membawa kabur Akira.
Dalam perjalanan, Akira yang masih dalam keadaan setengah sadar, ia mengeluhkan perutnya sakit, keringat dingin bercucuran, wajah pucat pasih, tubuhnya lemas tidak bertenaga.
Namun, saat itu Akira masih bisa bergumam, "Tolong, ini sakit sekali perutku sakit sekali, jangan bunuh aku dan bayiku selamatkan aku dan bayiku!"
Akira terus merintih kesakitan, membuat Riza panik dan tidak tega mendengarnya.
Dan di tengah perjalanan, di jalan tol di ruas jalan yang berbeda dengan tujuannya, tiba-tiba terjadi kecelakaan sebuah mobil menghantam pembatas jalan dengan sangat kuat membuat mobil itu terpelanting dan berkali kali terguling.
Suasana saat kejadian sangatlah sepi tidak ada satupun kendaraan yang lewat ketika itu, Riza segera turun dari mobilnya ia menghiraukan rintihan Akira yang sedang kesakitan.
Riza menghampiri mobil yang mengalami kecelakaan tersebut yang masih dalam kondisi mobil terbalik, saat Riza berjongkok dan hampir tiarap untuk memastikan kondisi si korban.
Riza memanggil-manggil si korban, "Hay, Nyonya, tuan kalian bisa mendengar saya!" seru Riza, karena Riza bisa melihat di dalam mobil ada dua orang penumpang yang menjadi korban dalam kecelakaan tersebut.
Tapi Riza tidak mendapat jawaban atau respon apapun dari mereka. Namun, ketika melihat keadaan korban sangat mengenaskan dan Riza sudah dapat memasukkan mereka sudah kehilangan nyawanya.
Dan ketika Riza menyadari si korban wanita sedang hamil terbersit sebuah ide dalam benaknya.
Riza segera berlari ke depan dan kebelakang mobil tersebut mengambil plat nomor kendaraan tersebut, lalu setelah Riza berhasil mengambil Riza segera berlari menjauh dari tempat kejadian.
Lalu terdengar sebuah ledakan, Boom … dan ternyata mobil itu meledak dan terjadilah kebakaran di kendaraan tersebut, tentunya dengan dua korban di dalamnya pria dan wanita yang sedang hamil.
Sesungguhnya Riza merasa sangat miris menyaksikan semua itu, tapi apalah dayanya, semu telah terjadi di luar kuasanya.
__ADS_1
Kemudian ia meneruskan ide yang ada dalam benaknya, Riza membuka plat nomor kendaraannya, dan mengambil cincin kawin dari jari manis Akira, kemudian Riza melemparkan semuanya tepat di kobaran api mobil yang terbakar.
Dengan adanya bukti plat nomor dan cincin kawin itu, maka diduga kuat korban yang meninggal dalam keadaan terbakar itu adalah Akira dan Riza.
Namun kenyataannya, Riza berhasil membawa kabur Akira ke sebuah daerah pedalaman.
Di sana Riza membawa Akira ke rumah sakit swasta, dan meminta tim medis segera menangani Akira, tapi karena lambatnya Akira mendapatkan penanganan maka salah satu dari bayi Akira tidak dapat terselamatkan.
Akira juga mengalami koma pasca melahirkan dengan proses operasi sesar, bayi Akira yang lahir prematur pun harus mendapat penanganan khusus.
Riza menghubungi sahabatnya yang tinggal di daerah tersebut, dan kebetulan sahabatnya memiliki sebuah peternakan dan pertanian di sana, lalu sahabat Riza itulah yang membatu Riza selama menjalani hidup di sana.
Riza di beri tempat tinggal di daerah terpencil itu jauh dari pemukiman penduduk, di kawasan perkebunan, dan Riza yang mengelola perkebunan itu saat ini.
Selama berbulan-bulan Akira terbaring di rumah sakit tidak kunjung menunjukkan perkembangan akan kesembuhannya.
Maka Riza memutuskan untuk memindahkan Akira di rawat di tempat tinggalnya, untuk memudahkan Riza, mengurus perkebunan, dan merawat putra Akira dan bisa selalu memantau Akira, sampai akhirnya Akira siuman dari komanya telah satu tahun lamanya.
Namun, apa yang terjadi ketika Akira sadar diri komanya, ia kehilangan semua ingatannya.
Dan semua itu menjadi satu keuntungan bagi Riza. Sebab ia bisa dengan mudah mengendalikan Akira. Dan merubah semua identitasnya, lalu mengarang cerita memutar balikkan fakta.
Bahwa dalam hubungan mereka ada seseorang yang ingin memisahkan mereka, sampai akhirnya mereka melarikan diri dan terpaksa hidup di daerah terpencil jauh dari keramaian.
Memory Akira yang kosong saat itu sangat mudah termakan omongan Riza, sehingga ia mempercayai semua kata-kata Riza tanpa rasa curiga, di tambah Riza memperlihatkan semua foto-foto mereka ketika masih bersama dulu, sebelum Akira menikah dengan Gian.
Dan itu semakin membuat Akira percaya bahwa ia dan Riza memang pasangan.
...Flashback off...
Hari berganti hari, Akira kini menjalani hidupnya sebagai shilla, ia juga sudah dapat menyesuaikan diri dengan kehidupannya sebagai seorang istri dari Anjai (Riza) dan menjadi seorang ibu dari Anjas yang sebenarnya putranya dengan Gian.
Pasca siuman dari komanya, Anjai dan shilla sempat melakukan pernikahan di bawah tangan, atas kehendak Anjai, karena ia ingin bebas leluasa berhubungan dengan shilla, karena memang sebenarnya mereka belum pernah menikah.
Shilla hanya bisa mengikuti setiap apa yang di katakan oleh Anjai, karena hanya dia lah yang dapat shilla percaya yang tau kehidupannya sebelumnya. Menurut pemikiran shilla.
__ADS_1