Cinta Antara 2 Pilihan

Cinta Antara 2 Pilihan
Bab - 151


__ADS_3

Tapi, justru karena mendengar cerita Mama Nirmala, Papa Arga diam membisu ia mencerna setiap kejadian yang mama Nirmala ceritakan, dan mengaitkannya dengan balita yang juga masuk atau naik di mobil yang sama dengan wanita yang Mama Nirmala ceritakan.


Dan tiba-tiba Papa Arga berkata, "Jangan-jangan anak itu memang anakmu Gian," celetuk papa Arga dengan nada bergumam.


"Apa!" Seru Gian terkejut, dan akhirnya Gian pun berpikiran sama seperti Papanya.


….


Sontak Mama Nirmala dan Gian juga kaget mendengar ucapan Papa Arga, terlebih Mama Nirmala.


Tapi Gian pun merasakan hal yang sama seperti pemikiran Papanya.


"Maksud Papa apa, anak siapa yang papa maksud?" tanya mama Nirmala.


Kemudian Papa Arga menceritakan, bahwa dirinya dan Gian tadi telah bertemu dengan seorang ibu paruh baya yang sedang mengasuh anak majikannya, dan anak itu mirip sekali seperti Gian waktu Gian masih kecil.


Tapi pengasuhnya tergesa-gesa membawa balita itu masuk kedalam mobil yang Mama Nirmala kejar.


"Iya, wanita itu juga sempat menegur Mama ia minta maaf karena telah menabrak Mama secara tidak sengaja, setelah itu ia pamit pergi karena putranya sudah menunggunya."


"Mungkin balita itu anaknya." Lanjut Mama Nirmala.


"Kalau wanita itu Akira, sudah pasti balita itu putraku, dan memang usia balita itu seusia putraku, iya kan pah?" Gian menyambung obrolan kedua orang tuanya, dan minta pendapat Papa Arga untuk meyakinkan dirinya.


Papa Arga mengangguk penuh keyakinan, "Iya, benar sekali Gian, ditambah wajahnya mirip sekali denganmu, Papa jadi yakin kalau wanita yang mama lihat itu benar Akira dan balita itu memang putramu." Papa Arga mengambil kesimpulan untuk meyakinkan dirinya dan juga keluarganya.


"Tapi kalau dia Akira kenapa dia tidak mengenali Mama?" Mama Nirmala kembali menimpali dan merasa heran.


"Dan jika balita itu putraku, kemana satunya lagi, bukankah mereka kembar?" Gian kembali menyambung perkataan Mama-nya. Dan banyak sekali pertanyaan dalam benaknya yang ingin ia ketahui tentang semua itu.


Tapi ini menjadi titik terang bagi Gian keyakinannya selama ini tentang Akira yang masih hidup itu adalah benar, Gian seperti memiliki secerca harapan akan kembalinya Akira dan putranya.


"Kita harus cari tau tentang itu,  agar kita tidak merasa penasaran, kita harus usut semua sampai tuntas," lanjut Gian.

__ADS_1


"Tapi bagaimana caranya? Kita sendiri tidak tahu identitas wanita tadi, di mana kita mau cari informasi tentang dirinya?" Pertanyaan mama Nirmala yang merasa bingung.


"Mah, kalau dia benar Akira, Gian dan Akira masih berjodoh Papa yakin Tuhan pasti punya cara untuk mempertemukan mereka kembali." Papa Arga bicara penuh keyakinan.


"Aku yakin wanita itu pasti tinggi di sekitar wilayah sini, dan dia sering datang kemari, untuk berbelanja." Keyakinan Gian.


"Tapi, Gian. Bisa saja dia cuma sedang melintas di daerah sini seperti kita sekarang ini," sangkal mama Nirmala.


Tanpa berkata apa-apa lagi Gian segera masuk ke dalam minimarket tersebut untuk menemui Kasir dia minta tolong kepadanya untuk mengizinkan dirinya memelihara rekaman CCTV satu tahun belakangan ini, terutama rekaman pada saat itu lebih tepatnya beberapa waktu sebelumnya.


Awalnya kepala bagian di sana tidak mengizinkan, tapi Gian memohon dan menjelaskannya, bahwa ia sedang mencari istrinya yang hilang dan diduga istrinya sering berbelanja di minimarket tersebut.


Gian mengancam pekerja di sana jika mereka tidak mengizinkannya untuk melihat rekaman CCTV, maka mereka akan diduga melindungi penjahat.


Para karyawan disana saling menatap dan tidak ada lagi pilihan bagi mereka selain mengizinkan Gian mengecek rekaman CCTV di sana.


"Tapi jika mengecek selama satu tahun kebelakang itu akan memakan waktu lama, Pak! Kecuali bapak tau tanggal dan waktunya." Salah satu karyawan meragukan.


"Saya akan tetap melakukannya, walaupun saya harus mengorbankan waktu satu tahun saya hanya untuk melihat rekaman CCTV itu, Asal kecurigaan saya bisa terjawab." Tegas Gian, tidak perduli seberapa lama ia harus meluangkan waktunya hanya untuk bisa melihat rekaman CCTV di minimarket tersebut.


Tentunya dengan berbagai syarat, dan ketentuan yang diajukan pihak Minimarket, Gian tidak punya niatan lain selain ia hanya ingin memastikan apa Akira sering datang ke minimarket tersebut atau tidak.


Jadi Gian menyetujui semua persyaratan dan ketentuan yang diajukan pihak Minimarket, Asal rasa penasarannya bisa terpuaskan.


Gian dan  orang tuanya menunggu, dan setelah beberapa waktu pihak Minimarket memberikan copy-an dari rekaman CCTV selama satu tahun terakhir.


"Terimakasih."  ucap Gian.


"Sama-sama pak!" Mereka berjabat tangan sebagai tanda kerja sama mereka telah berjalan dengan baik.


Gian dan kedua orang tuanya kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju tempat tujuan mereka.


Di perjalanan sebelum sampai ke tempat tujuan mereka, Gian menghubungi pimpinan anak buahnya, kepercayaannya untuk mengerahkan seluruh anak buahnya mencari informasi tentang Akira di daerah minimarket tadi.

__ADS_1


"Baik, Tuan saya akan kerahkan semua anak buah saya untuk mencari informasi sedetail mungkin Tuan." Jawab pimpinan anak buah Gian di ujung telpon.


"Oke, seperti biasa saya mempercayakan urusan seperti itu kepada mu, cari tahu keberadaan istri saya sampai dapat." Jawab Gian sebelum mematikan sambungan teleponnya.


Sesampainya di tempat tujuan mereka, di sebuah villa yang telah mereka sewa, mereka segera turun dan masuk kedalam villa.


Di sana mereka di sambut pekerjaan disana, seorang asisten rumah tangga yang biasa membersihkan villa tersebut, dan seorang tukang kebun serta security yang biasa menjaga keamanan villa tersebut.


"Selamat datang Tuan-tuan dan Nyonya!" sapa para pekerja sembari menunduk hormat.


Kemudian, asisten rumah tangga mempersilahkan mereka untuk masuk kedalam villa dan memberi beritahu ruangan-ruangan villa atau seluk beluk bagian villa tersebut.


Gian memilih kamar yang ingin ia tempati, kamar kedua setelah kamar utama yang akan di tempati Mama Nirmala serta Papa Arga.


"Oke terimakasih, Bi!" ucap mama Nirmala berterimakasih kepada Asisten rumah tangga yang telah menyambut mereka dengan begitu baiknya.


"Iya, Nyonya! jika ada apa-apa atau butuh sesuatu silahkan panggil saya." asisten rumah tangga itu mengingatkan mereka agar tidak merasa sungkan kepadanya.


Mama Nirmala tersenyum ramah merespon ucapannya.


Lalu Asisten rumah tangga itu bertanya hidang seperti apa yang mereka inginkan untuk makan malam nanti.


Mama Nirmala menyebutkan salah satu menu favorit mereka semua, dan Assisten rumah tangga itu menyanggupinya, ia juga segera ke dapur untuk membuatkan minuman serta cemilan untuk mereka.


Kini mereka sedang duduk di ruang tamu di villa itu, karena rasa penasarannya, Gian segera membuka laptopnya karena rasa penasarannya ia ingin segera melihat rekaman CCTV di minimarket tadi.


Gian mulai mengoperasikan laptopnya dan mulai melihat rekaman CCTV di mulai dari waktu terakhir rekamannya.


Di mulai dari menit ketika mereka datang ke minimarket tersebut, lalu memutarnya kemudian di detik ketika insiden saat Shilla tidak sengaja menabrak Mama Nirmala, Gian sungguh tercengang melihat sosok wanita itu, sebab Gian sudah mengenal betul postur tubuhnya, ia benar-benar Akira, hanya saja wajahnya memang tidak terlihat jelas karena Shilla sengaja menutupinya menggunakan penutup kepala dan juga masker, sesuai perintah suaminya - Anjai.


Tapi Gian benar-benar yakin wanta itu adalah Akira - istrinya. mata Gian berbinar ia sungguh senang melihatnya ia merasa seperti hidup kembali, setelah sekian lama ia merasa mati, dengan kegiatan Akira Gian menjadi matai rasa.


"Mah, lihat mah! Aku yakin dia Akira." ucap Gian meyakinkan dirinya, Gian sampai meneteskan air mata merasakan perasaan haru ternyata istri tercintanya masih hidup.

__ADS_1


"Iya Nak, Mama tau dia Akira, mama sudah bertemu dengannya." Mama Nirmala ikut meyakinkan putranya.


__ADS_2