Cinta Antara 2 Pilihan

Cinta Antara 2 Pilihan
Bab - 8


__ADS_3

Sesungguhnya Akira sedang mencari cara agar terlepas dari jeratan Gian.


Tapi saat Gian memandikannya, memakaikannya pakaian dan menyisir rambutnya, hati Akira benar-benar terenyuh.


Ternyata Gian masih memiliki hati sehingga melakukan ini semua.


Tapi Akira, tidak menunjukkan respon apapun ia tetap mematung, Gian terlihat bingung harus berbuat apa ia saat ini.


Di saat itu, ternyata Riza datang berkunjung ke rumahnya, untuk memastikan keadaan yang sesungguhnya, meminta penjelasan yang sejelas-jelasnya.


Ibu Yuli mengetuk pintu kamar Akira.


Tok, tok, tok… suara pintu diketuk.


Dan Gian yang menjawabnya, "Siapa…!" 


"Ini ibu nak!" 


Kemudian Gian membuka pintu kamarnya.


"Ada apa Bu?" Tanya Gian.


"Ada Riza ingin menemui Akira." Ibu menyampaikan bahwa Riza ingin bertemu dengan Akira.


Tapi Gian tidak mengizinkannya, ia mengatakan bahwa Akira sedang kurang enak badan jadi tidak bisa diganggu.


Tapi Riza sudah bisa menebaknya sehingga ia segera menyusul ibu Yuli menghampiri mereka di depan pintu kamar Akira.


"Jangan khawatir mas, Saya tidak akan menggangunya saya hanya ingin menemuinya sebentar saja dan bisa ditemani oleh kalian semua." tiba-tiba ucap Riza.


Kemudian perhatikan Gian dan Bu Yuli tertuju pada  Riza yang baru saja menghampiri mereka.


"Riza…" gumam Bu Yuli terkejut.


Lalu Riza berbicara kepada Gian dan meyakinkannya bahwa ia hanya ingin melihat kondisi Akira kekasihnya.


Awalnya Gian tetap kukuh tidak ingin mengizinkan Riza menemui Akira, tapi Bu Yuli dan Riza terus saja meminta dan memohon kepadanya.


Sehingga akhirnya Gian mengijinkannya tapi dengan syarat hanya sebentar dan harus di temani mereka semua.


Riza menyanggupinya karena ia memang hanya ingin melihat kondisi Akira, ia merasakan dan mendapat firasat bahwa Akira tidak baik-baik saja.


Gian lebih dulu berjalan masuk ke dalam kamar, lalu di ikut oleh Riza  dan Bu Yuli.


Mereka melihat Akira sedang duduk di tempat tidurnya dengan wajah pucat dan tatapan mata kosong.

__ADS_1


Riza sungguh terkejut melihat kondisi Akira yang seperti orang depresi.


"Akira…!" Seru Riza.


Akira langsung menoleh kearah sumber suara, karena ia hafal betul suara itu suara Riza kekasihnya.


"Riza…" gumam Akira.


Ia langsung memberi respon, menampilkan senyum haru, penuh penuh kesedihan ketika melihat sosok Riza.


Riza langsung mendekat menghampirinya, Akira langsung merentangkan tangan meminta sebuah pelukan dari Riza sebagai penguat baginya.


Tanpa mempedulikan Gian dan Bu Yuli, Riza langsung menyambutnya.


Posisi Riza berdiri di samping tempat tidur sedangkan Akira duduk di atas tempat tidurnya, Riza mengelus punggung Akira dengan tangan kanannya.


Sedangkan Akira terus menangis pilu sambil merangkul pinggang Riza dan menyembunyikan wajahnya di dada Riza.


"Tenang sayang… tenanglah!" Riza lupa kalau Akira saat ini sudah menjadi istri orang lain, ia merasa Akira masih Akira yang sama yaitu kekasihnya.


"Ada apa denganmu,,,? jangan khawatir aku mengerti posisimu, aku akan tetap menunggumu sampai kapanpun…" ucap Riza menenangkan Akira sekaligus meyakinkannya.


Tapi Akira makin histeris menangis, "Hiks… hiks… hiks… tidak… lupakan aku… lupakan aku… aku sudah tidak pantas lagi untukmu, aku sudah mengkhianati cinta kita,,, aku sudah tidak suci lagi…!" ucap Akira bicara jujur, agar Riza tidak lagi berharap kepadanya.


Ya tuhan… alangkah terkejutnya Riza mendengar kata-kata Akira ia bagai disambar petir di siang bolong, hatinya hancur berkeping-keping, sehingga Riza tidak mampu berkata-kata lagi.


Tapi pada kenyataannya, pernikahan itu merenggut harapannya.


Riza langsung lemas, dan tak mampu berbuat apa-apa. hatinya  sangat kecewa, dan terasa begitu amat sakit lebih sakti daripada kemarin.


Tapi melihat Akira menangis pilu, Riza tau Akira menyesali semuanya, Riza tau Akira tidak berdaya.


Menyadari itu, Riza langsung menatap Gian yang sedang tersenyum puas akan mengingat kelakuannya tadi malam.


Darah Riza mendidih melihat air muka Gian yang sombong dan angkuh sok kuasa.


Riza mengurai pelukan Akira, melepaskan rangkulan tangan Akira yang melingkar di pinggangnya.


Kemudian Riza langsung mendekati Gian dan tanpa aba-aba lagi Riza langsung menghantam wajah Gian dengan tinjuan nya.


BLAM…! Suara tinjuan tangan Reza mengenai wajah Gian begitu kerasnya.


Sampai Gian tersungkur menubruk meja yang ada di dekatnya, karena Gian tidak menyangka Reza akan mengajarnya begitu saja, sehingga ia tidak dapat melakukan perlawanan sama sekali, atau ia tidak sempat untuk melindungi dirinya.


AKH…! Gian merintih kesakitan.

__ADS_1


"Kurang ajar…!" seru Gian sambil bangkit, dan ingin membalas pukul Riza.


Tapi Riza lebih siap dan kembali berhasil mendaratkan pukul nya, tapi kali ini Riza memukul bagian perut Gian berkali-kali.


BAM…! suara tinjuan tangan Reza mengenai perut Gian.


Aaaah..! Gian Kembali merintih kesakitan.


"Kamu yang kurang ajar berani-beraninya kamu menyakiti Akira, kamu telah merenggut kesuciannya secara paksa, itu tidak manusiawi…!" Riza meracau karena amarah nya sudah memuncak, ia tidak terima kekasihnya di ambil kesuciannya.


Bu Yuli tidak dapat menghentikan kekacauan yang terjadi, Bu Yuli berlari dan berteriak memanggil suaminya meminta tolong agar memisahkan Riza dan Gian.


Sedangkan Akira hanya bisa menangis melihat keadaan.


Tapi ia pun berusaha bangkit dari tempat tidur dan meraih tubuh Riza dan memeluknya.


"Hentikan za…!" ucap Akira sambil memeluk tubuh Riza .


Mendapat pelukan dari Akira, seketika emosi Riza mereda.


"Za..! Maafkan aku telah mengecewakanmu…!" Lanjut Akira lirih sambil menangis.


"Ini bukan salahmu sayang…! Cinta kita telah dipermainkan oleh mereka, kamu jangan khawatir bagaimanapun keadaanmu aku akan tetap mencintaimu." cinta Riza begitu besar kepada Akira.


"Lupakan aku, kamu pasti akan menemukan wanita yang pantas untuk mu, dan yang terbaik untuk mu…" ucap Akira dengan maksud ingin mengakhiri hubungan mereka, tidak ingin Reza berharap apapun lagi tentang hubungan mereka.


"Za… dengan begini hubungan kita telah berakhir, tidak ada lagi yang bisa diharapkan dari hubungan kita, aku bukan lagi milikmu, sekarang aku istri orang lain, sungguh maafkan aku Za…!" Tegas Akira.


"Tapi aku akan tetap menunggumu sampai kapanpun." Riza tetap kukuh dengan pendiriannya.


Kemudian ayah Ayus tiba di sana dengan panik dan tergesa ia menghampiri mereka semua.


Ayah Ayus menolong Gian terlebih dahulu yang tergeletak di lantai meringis kesakitan akibat pukul Riza.


Ayah Ayus membangunkannya dan membantunya duduk di sofa.


Ayah Ayus meminta istrinya untuk mengambilkan air hangat untuk Gian minum.


Kemudian, ayah Ayus melerai Akira dan Riza yang masih berpelukan sambil berbicara dengan kesedihan.


"Sudah cukup Riza! Tolong mengertilah Akira sekarang sudah menjadi istri Gian, mereka telah menikah secara resmi, sah di mata hukum dan agama, meskipun pada dasarnya pernikahan mereka karena terpaksa." Ayah Ayus memberi pengertian kepada Riza.


"Tapi aku sangat mencintai putri bungsu mu ayah." Jawab Riza.


"Ayah tau itu, maka dari itu ayah mewakili seluruh keluarga Ayah, memohon maaf yang sebesar-besarnya Riza, kami telah mengecewakanmu." Ayah Ayus sungguh merasa sangat bersalah.

__ADS_1


"Tolong pergilah, dan lupakan Akira…" pinta ayah Ayus, karena tidak ingin ada keributan lagi di rumahnya.


Karena pada kenyataannya Akira memang sudah menjadi istri orang lain, dan kehadiran nya sudah tidak di harapkan lagi di sana, akhirnya dengan rasa penuh kekecewaan, dan luka yang teramat dalam Reza pergi meninggalkan kediaman Ayah Ayus.


__ADS_2