
"Lalu di sini, kita carinya bagaimana?" Ayah makin bingung, sedang di sana sepi tidak ada orang yang dapat mereka tanya.
Dan juga terdapat pintu kamar, yang rupa dan warnanya sama hanya nomer yang tertera di depan pintu yang membedakan kamar apartemen itu milik siapa.
Sedangkan mereka tidak tahu Shafira, masuk ke kamar apartemen yang mana?.
….
Sesungguhnya akira juga bingung dan sedang mencari cara, bagaimana bisa masuk ke dalam kamar apartemen yang ia curigai di dalamnya ada shafira di sana.
"Tenang Ayah pasti ada cara untuk kita bisa menemukan jalan keluar." Akira mencoba menenangkan Ayahnya.
Tapi mereka masih berdiri di dekat pintu kamar yang baru saja lucky masuki.
Selang beberapa waktu, ada seseorang wanita, datang berjalan dengan langkah tergesa-gesa, dan dengan ekspresi wajah penuh amarah.
Berjalan ke arah Akira dan juga Ayahnya, dia tidak menyapa mereka hanya melewatinya begitu saja, karena mereka memang tidak saling kenal.
Wanita itu tiba-tiba berdiri di depan pintu apartemen yang Akira curigai, Akira mengerutkan keningnya ketika melihat wanita itu terhenti di sana.
Ia merogoh tasnya dan terlihat mengambil sesuatu kemudian ia menekan tombol password kunci pintu itu.
Akira tidak menyia-nyiakan kesempatan itu ia segera bergegas mendekat, dan ketika wanita itu berhasil membuka pintu.
Ia segera masuk, Akira dengan sigap segera menahan pintu itu agar tidak terkunci kembali.
Lalu Akira memanggil Ayahnya dan mengajaknya untuk masuk.
Sebenarnya Ayah Ayus tidak mengerti dengan tindakan yang dilakukan oleh putri bungsunya.
Tapi ia tidak berkomentar apapun dan hanya mengikuti setiap perintahnya.
Karena Ayah Ayus percaya, Akira mantan polwan dia sudah memperhitungkan setiap tindakannya.
Karena Akira juga sangat cekatan dalam pergerakannya. Ayah Ayus sendiri tidak sampai berpikir seperti tindakan yang dilakukan oleh Akira .
"Ayo Ayah, kita ikut masuk." ajak Akira.
Tanpa berpikir panjang Ayah Ayus langsung masuk, mengikuti perempuan tadi.
Saat Vera masuk, ia begitu terkejut melihat pemandangan di dalam sana.
Perempuan itu adalah Vera istri lucky, yang sudah tau tentang semua itu karena ia telah menguping percakapan suaminya semalam di telpon.
Dan Lucky, menyebutkan apartemen itu sebagai tempat untuk mereka bertemu, dulu sebelum menikah dengan Vera Lucky memang tinggal di sana, tapi apartemen itu milik Vera, ia sengaja membelikannya untuk lucky.
Jadi Vera mengingat password untuk membuka pintu itu, dan bodohnya Lucky tidak pernah mengganti password kunci pintu itu.
Sehingga memudahkan Vera untuk bisa masuk.
Dan pintarnya Akira dapat memanfaatkan kesempatan, sehingga ia dan Ayahnya bisa ikut masuk.
Saat masuk Vera langsung menuju kamar yang biasa Lucky tempati dulu. Tapi Vera tidak pernah tahu jika ada orang yang ikut masuk di belakangnya.
Ketika ia membuka pintu kamar, disana terlihat Shafira sedang di bawah Kungkungan Lucky - suaminya.
Dengan kancing baju yang sudah terbuka semua, Lucky pun sudah tidak mengenakan bajunya, ia hanya mengenakan celana boxer.
"Astaga!" Seru Vera ketika melihat adegan itu.
Membuat Lucky dan Shafira terperanjat, dan langsung melihat ke arah sumber suara.
"Vera … " gumam keduanya secara bersamaan, mereka tidak menyangka Vera akan berada di sana.
"B i a d a b b b kalian!" Vera murka.
__ADS_1
Saat itu juga Akira dan Ayah Ayus ikut masuk ke dalam kamar dan menyaksikan apa yang terjadi.
"Shafira …" gumam Ayah syok.
"Kak Fira …" Akira tidak kalah stoknya.
Semua langsung menatap ke arah Akira dan Ayahnya.
"Ayah … Akira … kalian di sini juga?" Shafira benar-benar tidak menyangkanya.
Tapi Vera tidak memperdulikan ke datang Akira dan Ayahnya.
Iya tetap fokus kepada pasangan mesum di depannya, Vera membabi-buta, ia menyerang Lucky dengan melayangkan pukulan dan menamparnya.
Lucky tidak membalas atau pun menepisnya, Lucky hanya bisa pasrah menerima semua perlakuan istrinya.
Tapi setelah melampiaskan amarahnya kepada lucky, Vera makin brutal dan kini menyerang Shafira, Vera menamparnya berkali-kali, dan menjambak rambutnya. Berusaha mendangnya, tapi Lucky berusaha untuk melindungi Sahfira.
Dengan menghalangi istrinya untuk tidak melukai kekasihnya.
"Minggir kau, lelaki j a h a n a m m m, dasar b a j i n g a n n!" Vera mengumpat suaminya.
"Akan kuhabisi perempuan l a k n a t itu, perempuan murahan dasar sampah!" Vera juga mencaci maki Shafira setelah berhasil melayangkan serangannya kepada pasangan mesum itu.
Ayah Ayus hanya berdiri tidak bergerak sama sekali, menyaksikan perbuatan putri sulungnya seperti itu, rasa tidak percaya tetapi ini nyata di depan mata.
Awalnya Akira sama syoknya seperti Ayahnya, tapi Akira langsung menyadari bahwa kakaknya sedang dalam bahaya karena di cecar pukulan dan tendangan dari Vera, sebab saking berutalnya Vera sehingga Lucky tidak dapat menahan pergerakannya Lucky kewalahan.
Vera juga bergantian menyerang keduanya, sampai Lucky sendiri sempoyongan saat Juniornya di tendang oleh Vera.
Akira berlari menghampiri kakaknya dan melindunginya dari serangan Vera.
Ketika melihat itu, Ayah Ayus baru menyadari jika Akira dalam bahaya, ia sedang hamil wanita yang sedang membabi-buta ini bisa saja menghajar perut Akira dan bisa mengakibatkan masalah patal kepada kandungannya.
Dan pada akhirnya Ayah Ayus segera membantu Lucky menangani Vera.
Ayah Ayus, memegangi Vera, dan menjauhkannya dari kedua putranya.
"Lepaskan aku Pak tua!" seru Vera mengibaskan tangan Ayah Ayus yang memeganginya.
"Baik, saya lepaskan tapi anda tenang dulu ya." Ayah Ayus meminta Vera agar lebih tenang.
"Jelas kau akan membela putrimu yang bejat itu." Tuding Vera dengan Nafa yang ngos-ngosan, karena telah mengeluarkan semua amarahnya, tapi meskipun begitu amarahnya belum cukup reda.
"Saya tau putri saya salah, tapi tindakan anda ini tidak akan menyelesaikan masalah." Ayah Ayus mengingat Vera, dan mengajaknya untuk berbicara secara baik-baik.
Sedangkan Lucky segera memakai kembali pakaiannya.
Akira masih menangani kakaknya yang tidak sadarkan diri, Akira mengancingkan kembali baju Shafira yang sudah sempat terbuka semua, bahkan buah dadanya sudah terekspos.
Karena Lucky memang sedang bermain di area sana menggunakan tangan, mulut dan lidahnya.
Itulah mengapa Vera benar-benar murka karena mereka tertangkap basah saat sedang bermain gila.
…
Saat ini keadaan sudah lebih tenang, Gian baru saja sampai di sana bersama Ibu Yulia - mertuanya.
Karena ayah Ayus sempat menghubungi keduanya.
Shafira juga sudah sadar tapi kondisinya masih sangat lemah, Shafira benar-benar malu kepada Gian.
Ia hanya menunduk dan menangis, meskipun Shafira telah melakukan kesalahan fatal, tapi Ibu Yuli tetaplah seorang Ibu.
Ia tetap merangkulnya dan memeluknya, Shafira menangis tersedu-sedu di pelukan Ibunya.
__ADS_1
"Maafkan aku Bu." ucapannya di sela-sela tangisnya.
Kini mereka sedang bermusyawarah mengambil jalan tengah untuk masalah tersebut.
Tapi emosi Vera belum kunjungan reda sehingga ia masih terus meracau mencaci maki Lucky dan juga Shafira.
Bagaimana tidak seperti itu, hatinya Sungguh terluka dikhianati oleh suami dan sahabatnya.
"Aku tidak pernah menyangka kalian bisa berbuat serendah ini, setelah apa yang telah aku berikan kepada kalian berdua."
"Lucky, katakan apa salahku mengapa kamu mengkhianatiku, aku telah memberikanmu kepercayaan, jabatan, kehidupan mewah, kamu lupa kamu bisa seperti ini karena sikap, kamu hanya orang miskin yang aku kasihni, tapi beraninya kamu menikamku dari belakang." Vera tidak habis pikir dengan kelakuan suaminya yang telah mengkhianatinya.
Padahal karena Veralah Lucky bisa Lulus dari fakultas kedokteran, Vera yang membiayai kuliahnya, memberinya fasilitas mewah.
Apalagi setelah menikah, Vera memberikan jabatan tertinggi kepadanya di rumah sakit milik ayahnya.
Ya tapi karena itu Lucky hanya memanfaatkannya saja, sejujurnya Lucky tidak pernah mencintainya.
Lalu apa harus semua kebaikan Vera dibalas dengan sebutan pengkhianatan?.
Shafira juga sahabat Vera, mereka berkuliah di fakultas yang sama, dengan Lucky.
Vera turut serta membantu Shafira dalam karinya.
Mempekerjakannya di rumah sakit orang tuanya, menjembatani Shafira tugas di luar negeri, meskipun itu ternyata siasat yang dibuat oleh Lucky untuk menutupi perselingkuhannya.
Salahnya Vera terlalu percaya kepada keduanya, dan membiarkan mereka selalu bekerja bersama, karena dari situlah awal perselingkuhan mereka terjadi.
"Aku benci kalian berdua …" Vera menangis mengingat kebaikannya kepada keduanya, namun penghianatan yang ia dapatkan.
"Hiks … hiks … aku telah putuskan akan menuntut cerai, jangan pernah kembali kerumahku, dan aku akan mengambil semua yang telah aku berikan kepadamu, termasuk apartemen ini."
"Pergilah dari kehidupanku, jangan bawa apapun dariku, karena baju-baju yang kamu punya itu kamu beli denganku." Itu keputusan dari Vera hatinya sangat sakit, ia tidak punya hati seluas samudra untuk memaafkan keduanya.
"Untuk kamu, Shafira perempuan sampah aku tidak pernah menduga dirimu serendah ini, aku tidak sudi lagi melihat dirimu, dan kalian semua karena hanya akan membuat luka ku makin bertambah."
"Anggap saja masalah ini tidak pernah ada, silahkan kalian semua pergi dari sini." Pada akhirnya Vera mengalah dan mengusir mereka semua dari apartemen miliknya.
Tidak ada yang mampu berkata-kata, termasuk Lucky dan Shafira karena mereka merasa bersalah.
Sepintar-pintarnya mereka menyembunyikan bangkai tetap terciumnya.
Karena sudah keseringan, jadi kekenyangan dan akhirnya termuntahkan.
Seperti perselingkuhan yang mereka jalani selama ini, tertutup rapi tapi pada akhirnya terbongkar juga.
Semu beranjak dari sana, tapi sebelum keluar Vera meminta handphone dan kunci mobil serta kartu ATM dari tangan lucky.
Lucky menghampiri Shafira dan membawanya untuk keluar dari sana dan Lucky lah yang membopong Safira.
"Dasar perempuan sampah, sudah mau mati saja masih bertingkah." gumam Vera ketika melihat Lucky, menggendong, Shafira.
"Lelaki bodoh, sudah hidup enak dengan fasilitas mewah, malah memilih b e r z i n a a a dengan perempuan penyakit seperti itu." Vera malah mengejek Lucky dan juga Shafira.
Semua sudah keluar dari sana tinggal Akira dan juga Gian yang terakhir keluar, Akira menatap wajah Vira, Akira merasa iba dan bersimpati kepadanya.
Akira bisa mengerti betapa sakitnya perasaan Vera , sebab ia bisa merasakan apa yang Vera rasakan, ketika Gian - suaminya bercumbu dengan shafira dan ketika mereka berduaan.
"Aku salut kepadamu, kamu perempuan kuat, kebahagiaan nantimu di depan sana " Akira berniat memberi support kepada Vera.
"Oo tentu saja, aku terlalu berharga untuk disakiti oleh mereka yang hanya ku anggap tai kuku, aku masih muda, cantik, punya segalanya, aku bisa bahagia dengan cara ku sendiri, rugi bagiku meratapi hidup hanya karena dua sampah seperti mereka." Vera menanggapi Akira dengan sombong dan angkuh.
....
Bagaimana nasib Lucky setelah ini, tunggu kelanjutan ceritanya ya ...
__ADS_1
Jangan lupa ritualnya tinggalkan jejakmu kawan ...🙏🫰