Cinta Antara 2 Pilihan

Cinta Antara 2 Pilihan
Bab - 53


__ADS_3

Karena sebuah rasa, yang mendorong keinginan di hatinya Akira mendekatkan wajahnya di wajah Gian lalu mengecup seluruh bagian wajah Gian dengan penuh kasih sayang.


Akira pikir itu untuk terakhir kalinya, sebelum mereka benar-benar bercerai.


….


Setelah mencium seluruh bagian wajah Gian Akira berniat beranjak ke kamar mandi.


Tapi Gian malah menarik tangan Akira 


sebelum Akira berhasil untuk bangkit.


Dan kini tubuh Akira bertumpu di  atas dada Gian, lalu Gian memeluknya erat.


"Aw..!" Seru Akira terkejut, karena Akira pikir Gian masih terlelap tapi ternyata Gian merasakan pergerakan Akira, saat mengecup seluruh bagian wajahnya,


Tapi Gian sengaja tetap memejamkan matanya.


"Kak Gian jangan seperti ini, tolong lepaskan aku." Pinta Akira yang merasa risih dengan apa yang di lakukan oleh Gian.


"Tolong biarkan seperti ini sebentar saja Akira, aku rasa aku tidak bisa kehilanganmu, aku mencintaimu sayang…" Gian mengutarakan apa yang ia rasakan.


Mendengar itu Akira pun jadi lemah tidak berdaya, karena sesungguhnya hati kecilnya pun merasa berat untuk berpisah dengan Gian.


Saat keduanya sedang menikmati kedekatan mereka, suasana yang mungkin tidak akan pernah terulang lagi dalam hidup mereka.


Tiba-tiba saja, terdengar suara pintu dibuka, dan itu adalah Shafira yang keluar dari kamarnya untuk mencari keberadaan Gian.


Dan akhirnya ia melihat adegan Akira bersama Gian sedang bermesraan.


"Gian…!" gumam Shafira syok.


Akira bergegas bangkit dari atas tubuh Gian.


"Kak Fira sudah bangun?" Alika terlihat sangat gugup.


Tapi Shafira tidak menggubris adiknya, ia tetap fokus kepada Gian yang tetap dalam posisinya.


Kemudian Akira berlalu meninggalkan mereka berdua ia pergi menuju kamar mandi.


Shafira menghampiri Gian dan duduk di sampingnya.


"Gian bisakah kamu mengurungkan rencana mu untuk pulang hari ini dan menunggu ku, untuk menyelesaikan dulu urusan ku?" 


"Iya, aku dan Akira sudah membahas hal itu, Akira dan yang lainnya akan tetap pulang hari ini, dan karena aku memang masih ada urusan pekerjaan di sini jadi aku akan tetap di sini sambil menunggu semua urusan mu selesai." Terang Gian


Shafira begitu senang mendengarnya, "Benarkah?" Seru Shafira tidak percaya.

__ADS_1


"Iya…" jawab Gian sambil membenarkan posisi duduknya untuk lebih tegak karena sebelumnya ia bersandar dengan posisi setengah berbaring.


"Ya ampun terimakasih Sayang…!" ucap Shafira merasa menang dan besar kepala.


Sambil mengalungkan tangannya di leher Gian.


Dan ketika itu Akira keluar dari dalam kamar mandi, dan kini giliran Akira yang melihat adegan mesra Gian bersama Shafira .


Tapi karena Akira sudah berkomitmen untuk mengalah, maka ia berusaha bersikap tenang dan biasa saja, dengan berusaha tersenyum di hadapan mereka meskipun ada rasa sakit di hatinya.


"Kak Gian ayok, aku harus pergi sekarang untuk menemui Sisil."ajak Akira untuk kembali rumah Erwin.


"Oke…" jawab Gian sambil bangkit dari tempat duduknya sembari melepaskan tangan Shafira yang masih melingkar dilehernya.


"Aku ikut…!" Seru Shafira.


Tanpa mendapatkan jawaban dari Akira maupun Gian Shafira beranjak dari sana untuk bersiap, "tunggu sebentar aku bersiap dulu."


Sementara Shafira bersiap, Gian membersihkan diri di kamar mandi, Akira terduduk di ruang tamu seorang diri.


'Ini keputusanku untuk mengalah, jadi aku harus menepis perasaan sakit hati ini.' Akira bicara dalam hati mengintruksi dirinya agar bersiap dengan kemungkinan yang akan terjadi, lebih tepatnya dengan perasaan sakit hatinya nanti.


Gian kembali ke ruangan itu dan melihat Akira sedang termenung, Gian mendekat dan ingin menggoda Akira.


Tapi Akira bereaksi untuk menghindar, karena Akira tidak ingin memberi harapan lagi kepada Gian akan hubungan mereka.


Saat Gian tetap berusaha menggoda Akira tapi tetap tidak berhasil.


"Ayo kita berangkat aku sudah siap sekarang…" ucap Shafira mengejutkan Gian dan juga Akira.


Akira tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk bisa menghindar dari Gian.


Tanpa basa-basi lagi Akira langsung meraih tas nya dan berjalan ke keluar ruangan lebih dulu sengaja meninggalkan Gian dan kakaknya.


Namun Gian terbengong melihat perubahan sikap Akira yang berubah drastis, ia bersikap dingin sekali tidak seperti sebelumnya meskipun menghindari tapi Gian selalu bisa membujuknya lagi.


Kini Gian berjalan berdampingan dengan Shafira menuju lantai bawah gedung apartemen tersebut.


Tapi pikiran Gian tidak henti memikirkan sikap Akira kepadanya, mengapa Gian merasa sakit ketika Akira bersikap seperti itu kepadanya.


'Sepertinya aku tidak bisa kehilanganmu akira.' batin Gian.


Dan ketika mereka memasuki lift, meskipun Akira sudah menghindar berjalan lebih dulu dan lebih cepat, tapi ketika didalam sebuah lift, mereka bertiga berada dalam sebuah ruangan yang sama.


Posisi Gian berdiri di antara kedua Kakak beradik.


Tangan kanan Gian terus saja di gandeng oleh Shafira.

__ADS_1


Tapi tangan kiri Gian berusaha menggapai tangan Akira dan ingin menggandengnya pula.


Tapi kali ini Akira sudah teguh pendirian ia tetap menghindari Gian, karena saat tangan Gian menyentuh tangannya dan ingin menggenggamnya.


Akira menunduk dan melihat tangan itu, tapi Akira melepaskan kan nya dengan mengibaskan tangan Gian sehingga terlepas begitu saja.


Akira langsung melipat dua tangan di dadanya untuk menghindari Gian.


Gian pun menoleh ke arah Akira, yang bersikap biasa saja, seperti tidak terjadi apa-apa dengan tatapan fokus menatap ke depan tidak merespon tatapan Gian yang sedang menatap.


Hati Gian sungguh sakit melihat sikap Akira seperti itu kepadanya.


'Ooo jadi kamu benar-benar menginginkan perpisahan Akira?' Gian bertanya sendiri dalam batinnya.


'Baiklah jika itu yang kamu inginkan, Batin ku sudah terlanjur sakit dari awal jika begini tiada ada yang boleh bahagia di antara kita.' masih batin Gian.


Jiwa angkuh Gian kembali dan seakan Gian akan membuat hubungan mereka akan semakin kacau, karena Gian tidak akan pernah membiarkan Akira bisa lepas begitu saja dari seperti yang Akira harapkan.


Berpisah dari Gian dan pergi jauh dari kehidupan mereka dan akan mencari kebahagiaannya sendiri.


Setelah kejadian itu Gian tak lagi berusaha untuk menggoda Akira, ia pun bersikap acuh dan dingin kepadanya.


Ia malah memberi perhatian lebih kepada Shafira sengaja ingin membuat Akira cemburu.


Akira menyadari perubahan sikap Gian yang seperti itu.


'Aku tau kamu kecewa kepada ku tapi biarlah seperti itu karena itu akan lebih baik.' Batin Akira.


Karena lambat laun perasaan mereka akan menghilang begitu saja pikir akira.


Saat keluar dari gedung apartemen tersebut sopir suruhan Erwin sudah menunggu mereka di sana.


Sehingga mereka  bertiga langsung masuk menaiki mobil.


Tapi sebelumnya, Gian dengan perhatiannya membukakan pintu mobil untuk Shafira.


Setelah Shafira masuk ia pun langsung masuk, duduk di bangku penumpang di belakang, tanpa mempedulikan Akira yang masih berdiri menunggu keduanya masuk.


Akira pikir Gian akan membuka kan pintu juga untuknya tapi pada kenyataannya Gian sungguh telah berubah sikap.


Iya, Gian begitu karena awalnya sikap Akira yang menghindarinya.


Akira  menarik nafas panjang, lalu segera masuk kedalam mobil membuka pintu mobil sendiri. Dan duduk di samping bangku kemudian.


....


Akankah Akira dan Gian berceri dengan rasa saling membenci, atau Malah sebaliknya mereka bercerita dengan perasaan cinta yang semakin mendalam?.

__ADS_1


Atau bisa jadi mereka tidak akan jadi bercerai karena terjadi sebuah keajaiban dalam hubungan mereka....?


Tunggu ceritanya di bab berikutnya...


__ADS_2