Cinta Antara 2 Pilihan

Cinta Antara 2 Pilihan
Bab - 37


__ADS_3

"Tenang bung! saya ada di pihakmu!" Akira ingin para penjahat mempercayainya.


Iya melangkah maju menghampiri para penjahat, dan memperkenalkan diri sebagai istri dari Giantha Mahendra.


Semua tercengang, mendengar penuturan Akira, termasuk para karyawan Gian.


Karena mereka baru kali ini melihat istri dari bos merek.


"Oooo jadi ini nyonya kita." gumam para karyawan.


"Apa maksudmu, berkata kamu ada di pihak kami, jika kamu istri dari Giantha Mahendra, berarti kamu musuh kami!" ucap pemimpin penjahat.


Akira malah tertawa menimpali ucapan orang itu, "Ha… ha… ha…!" Membuat semua orang bingung dan bertanya-tanya mengapa Akira bersikap seperti itu, terlebih Gian.


" Kenapa kamu tertawa seperti itu, apa kamu sedang mempermainkan kami?" Ketus penjahat.


"Ooo tentu tida dong bung… mana berani aku seperti itu padamu, justru aku ingin membantu kalian!" Ucapan Akira makin membuat orang yang mendengar nya penasaran.


"Sudahlah jangan banyak bicara? Jika cairan itu memang cairan yang kami cari segera serahkan cairan itu kepada kami, kalau tidak keselamatan mu akan jadi taruhannya." Pinta si penjahat dengan ancamannya.


"Jangan percaya begitu saja dengan nya bang, mungkin saja dia sedang menipu kita!" seru salah satu anak buah si penjahat.


"Ha… ha… ha… " Akira malah terkekeh mendengar protestan anak buah si penjahat.


"Nah itu, anda benar sekali…! Kalian perlu bukti, untuk tau cairan ini asli atau palsu." Terang Akira.


"Nona, saya mohon nona jangan lakukan itu!" profesor anna memohon agar Akira tidak menyerahkan cairan berharga itu.


Tapi Akira tidak memperdulikan ucapan profesor anna.


Karena Akira tetap ingin menunjukkan keaslian cairan itu untuk membuktikan bahwa ia benar-benar bersekutu dengan para penjahat.


Melihat tingkah Akira, Gian mempertanyakan mengapa ia bersikap seperti itu.


Akira tersenyum mendengar pertanyaan yang Gian lontarkan kepadanya.


"Tentunya kamu sudah tau apa alasan ku seperti ini, aku memang istri mu, secara hukum dan agama, tapi apa kamu pernah memperlakukan ku seperti seorang istri?"

__ADS_1


"Tentu tidak, banyak sekali kesakitan yang aku rasakan selama jadi istri mu, dan ini saatnya aku untuk membalasnya." Lanjut Akira menjelaskan alasannya.


"Aku tau kamu sakit hati, dan aku memang mengakui semua kesalahan ku, sungguh aku sangat menyesali semua itu, dan aku pun sudah berulang kali meminta maaf kepada mu, tolong maafkan aku Akira."


"Kamu boleh membalas ku sepuas hatimu, tapi jangan seperti ini Akira, karena Akira nasib para karyawan yang akan jadi taruhannya jika cairan itu lepas dari tangan perusahaan." Gian memohon, karena ia memikirkan masa depan para karyawannya.


"Itu bukan urusan ku." Jawab Akira seakan tidak peduli.


Gian sungguh menyayangkan atas sikap Akira, Gian juga mempertanyakan kepada profesor Anna, mengapa cairan itu bisa ada di tangan Akira.


Profesor menjelaskannya, bahwa ia berharap Akira bisa melindungi cairan itu, tapi pada kenyataannya Akira malah bersekongkol dengan para penjahat tersebut.


Profesor Anna sungguh menyesali telah mempercayai orang yang baru saja ia lihat, bahkan ia tidak mengenalnya sama sekali.


Kemudian Akira mencari siapa disana orang yang memiliki bekas luka yang cukup parah.


Dan ternyata, di antara mereka memang ada yang memiliki bekas luka bakar terkena knalpot panas.


Bekas luka itu cukup parah, cukup besar dan hitam warnanya, yang Berada di posisi betis dari orang itu.


"Oke, baiklah kami setuju dengan usulmu." Si penjahat menyetujuinya.


Tapi Gian dan profesor Anna masih berseru untuk menghentikan tindakan Akira.


"Nona aku mohon jangan gila nona!" seru profesor Anna untuk mengingatkan Akira.


"Akira kumohon buka hati nuranimu, demi para karyawan, bukan demi Aku, aku tau kamu orang baik dan peduli terhadap sesama, jadi aku mohon pikirkan nasib orang banyak Akira." Gian juga masih berusaha untuk mencegah Akira dengan ikut mengingatkan akira.


Tapi mendengar ucapan Gian Akira malah tersulut emosi.


Akira yang sudah bersama salah satu karyawan yang Akan jadi kelinci percobaan (testimoni), berbalik lalu menghampiri Gian.


"Jangan bicara tentang hati nurani dengan ku, kamu sendiri apa kamu punya hati nurani, saat kamu memperlakukan ku sangat buruk, saat kamu memaksaku untuk resign dari pekerjaanku bahkan itu adalah cinta-cinta ku dari kecil, apa kamu memikirkan tentang perasaan ku hah?" Akira bicara penuh emosi dan kebencian.


Sehingga para penjahat percaya jika hubungan Akira dan Gian tidak baik.


"Sudahlah jangan membuang waktu lagi! ayok cepat lakukan yang ingin kamu lakukan untuk menguji keaslian cairan itu." Pimpinan penjahat sudah tidak sabar lagi menunggu.

__ADS_1


"Oo tentu saja, kita akan segera memulainya." Respon Akira begitu baik kepada penjahat tersebut.


Kemudian Akira kembali ke posisi di mana orang yang akan menjadi kelinci percobaan itu berada.


Akira segera mengoleskan cairan itu ke bagian bekas luka di betis orang itu.


Dan hanya memerlukan hitungan detik, bekas luka gosong berwarna hitam itu langsung memudar dan perlahan menghilang.


Para penjahat tersenyum puas, karena Akira mempermudah tugas mereka.


Tapi setelah selesai dengan itu, Akira berbalik dan tersandung kakinya sendiri sehingga Akira terjatuh dan botol kecil yang berisikan cairan tersebut terlempar ke luar jendela ruangan itu.


BRAK… Akira terjatuh sangat keras.


"AKIRA…!" seru Gian keras, ada rasa khawatir melihat Akira terjatuh, tapi ada rasa kesal dan kecewa juga atas tindakannya.


Luung… botol kecil berisi cairan itu terlempar ke luar jendela.


"Oooh tidak…!" Teriak profesor Anna, tidak rela cairan itu terjatuh dan bisa saja hilang dan musnah begitu saja. 


Sedangkan mereka berada di dalam gedung di lantai lima.


Cairan itu terlepas dan terjatuh entah di sebelah mana, mungkin juga botol kaca berisi cairan itu bisa saja pecah dan otomatis cairan itu tumpah berserakan di dasar gedung dan tidak tersisa.


Jika dicari pun akan kesulitan untuk menemukan nya.


"Hey… apa yang kamu lakukan!" Seru pimpinan penjahat.


"Aduh sial… aku terjatuh, dan tidak sengaja menjatuhkan botol itu." ucap Akira seakan menyesali apa yang terjadi.


"Wah bagaimana ini bos, kita bisa dianggap gagal dalam misi kalau tidak bisa membawa cairan itu ke hadapan bos besar kita." Kekhawatiran salah satu penjahat.


"Ya sudahlah, yang penting cairan itu sudah tidak ada lagi, bos pasti sudah cukup senang mendengar berita itu, yang penting kerjasama antara Erlangga group dan perusahaan Giantha Mahendra telah gagal terjalin." ucap pimpinan penjahat dengan pedenya.


Tapi akira malah menampilkan sebuah senyuman licik di bibirnya.


 

__ADS_1


__ADS_2