Cinta Antara 2 Pilihan

Cinta Antara 2 Pilihan
Bab - 36


__ADS_3

Akira tersenyum kepada para karyawan yang sedang bekerja di sana.


"Anda siapa, ada perlu dengan siapa?" Tanya resepsionis, dengan ekspresi wajah tegang.


Karena ternyata disana sedang terjadi insiden.


Gian dan beberapa karyawannya sedang disekap oleh para penjahat yang menyamar sebagai utusan dari koleganya.


Ya, Gian memang akan mengadakan pertemuan dengan klien nya, untuk membahas formula rahasia, terkait produksi baru perusahaan mereka, yaitu produk berupa krim kecamatan, yang akan dikeluarkan oleh perusahaan Gian.


Awalnya proyek ini di menangkan oleh perusahaan lain, karena Gian terlambat hadir waktu itu.


Tapi ternyata formula yang di kembangkan oleh perusahaan tersebut gagal.


Perusahaan yang bekerja sama dengannya merasa tidak puas dengan kegagalan itu.


Kemudian mereka membatalkan kerjasamanya dengan perusahaan  PT. Adi karya (sebutan saja seperti itu).


Dan memilih perusahaan Gian lah yang akan mengembangkan formula tersebut.


Nah, hari ini rencananya perusahaan Gian akan mengadakan pertemuan dengan perusahaan Erlangga group, untuk membahas kerjasama mereka, membahas tentang formula rahasia yang dimiliki oleh perusahaan Gian dan akan dikembangkan dengan formula skin care milik perusahaan Erlangga group.


Tapi perusahaan Adi karya, tida terima dengan kegagalan kerjasama nya dengan perusahaan Erlangga group.


Mereka menganggap kegagalan mereka karena pihak perusahaan Gian lah yang telah menghasut, pimpinan perusahaan Erlangga group, untuk membatalkan kerjasama mereka.


Sebab Erlangga group, tidak memberi kesempatan sedikitpun untuk mereka untuk memperbaiki kesalahan mereka, atau kegagalan mereka.


Dan malah langsung mengalihkan tender besar tersebut kepada pengusaha Gian.


Di situ lah PT. Adi karya menyimpan dendam kepada perusahaan Gian.


Sehingga hari ini pimpinan PT Adi karya mengirim beberapa orang suruhannya untuk memusnahkan cairan formula rahasia yang dimiliki oleh perusahaan Gian.


Saat itu Akira merasa curiga telah terjadi sesuatu di sana karena melihat wajah mereka yang berada di sana begitu tegang.


"Ada apa ini?" Pertanyaan di benak Akira.


Tiba-tiba ada seseorang wanita berlari ke arahnya.


Dan menubruk tubuh Akira, wanita itu sengaja melakukan hal itu, ia seolah-olah tidak sengaja terjatuh dan menimpa Akira.


Tapi wanita itu berbisik di telinga Akira, "Nona siapapun anda, tolonglah perusahaan ini yang sedang terancam bahaya, dan terancam bangkrut." Bisik wanita itu minta pertolongan Akira.

__ADS_1


Akira mengerutkan keningnya, tidak mengerti dengan maksud dari ucapan perempuan itu.


"Apa maksud mu?" Kemudian tanya Akira.


"Ssst nona jangan banyak bicara, aku sedang dikejar orang yang mengincar cairan ini, ini formula rahasia jika jatuh ketangan mereka perusahaan ini akan terancam bangkrut." Terang wanita itu sambil memberikan sebotol kecil menyerupai botol serum ( botol pipet) kepada Akira,


Botol pipet atau Botol serum, merupakan jenis botol yang terbuat dari kaca berkualitas tinggi, dengan tutup ulir dengan kenop karet. Botol jenis ini biasa digunakan untuk kebutuhan kosmetik maupun herbal seperti serum dan lain-lain.


Wanita itu berharap Akira bisa mengamankan cairan yang ada di dalamnya agar tidak jatuh kepada orang-orang suruhan dari PT Adi karya untuk memusnahkan cairan tersebut


Sedangkan carian itu, adalah nyawa dari perusahaan Gian.


Untuk penelitian dan pembuatan sebotol kecil itu perusahaan Gian telah banyak mengeluarkan modal besar, untuk peralatan dan bahan-bahannya.


Karena itu cairan itu di gadang-gadang kan akan menghasilkan uang yang lebih banyak lagi.


Cairan itu bisa sebagai biang untuk pembuatan krim kecantikan, atau juga serum wajah, bisa juga sebagai obat luka atau obat penurun berat badan.


Maka dari itu cari itu akan di kembangkan ke berbagai produk, untuk hasil yang lebih banyak.


Karena satu tetes dari cairan itu bisa 100 kali khasiat yang terkandung di dalamnya.


Untuk itu PT Adi karya ingin merebut cairan itu, lalu memusnahkan nya.


Akira melihat botol kecil itu yang wanita itu berikan secara sembunyi-sembunyi di telapak tangan Akira.


Akira seperti tidak asing dengan botol kecil itu.


Ia teringat botol serum (skin care) yang mama Nirmala berikan kepadanya.


"Ini seperti botol serum itu, oo jadi ini biang dari serum wajah yang aku pakai." batin Akira saat menyadarinya.


"Ayo Nona cepat pergi dari sini, amankan cairan itu." Perintah wanita tersebut yang adalah profesor penelitian di perusahaan Gian, atau ialah yang membuat cairan tersebut.


Ia tidak ingin hasil kerja kerasnya jatuh kepada orang jahat, yang hanya ingin memanfaatkannya dengan kecurangan, dan malah ingin memusnahkan cairan tersebut.


Hasil kerja kerasnya selama ini bisa musnah begitu saja.


Dan perusahaan Gian yang mensponsori pembuatan cairan itu akan mengalami kerugian besar, karena tidak akan mendapatkan hasil darinya karena dimusnahkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.


Tapi saat Akira hendak keluar dari sana, tiba-tiba salah satu dari penjahat tersebut datang dengan menembakkan pistol nya ke atas untuk memberi peringatan dan ancaman kepada orang-orang yang berada di sana.


DOR… suara letupan pistol.

__ADS_1


"Jangan bergerak, angkat tangan!" 


Profesor ana langsung mengangkat tangannya, di ikut semua orang termasuk Akira karena belum sempat melarikan diri saat itu.


"Mau lari kemana kamu Nyonya ana…!" seru penjahat tersebut, karena memang profesor ana lah incaran nya.


Orang jahat itu mengintruksi semu orang untuk mengikuti apa yang ia katakan.


Orang yang bersenjata itu, mengumpulkan mereka bersama profesor ana dan juga Akira.


Sambil menodongkan pistolnya, penjahat itu menggiring semua orang untuk berkumpul satu ruangan dengan Gian yang telah menjadi tawanan mereka terlebih dahulu.


Sesampainya di ruangan Gian begitu terkejut melihat Akira ikut menjadi tawanan para penjahat.


"Akira kamu di sini?" Gian tidak menyangka nya.


Tapi akira tidak menjawabnya, ia hanya diam dan berekspresi dingin.


Padahal akira sedang mencari cara untuk membebaskan semua orang tanpa ada yang terluka sedikitpun dari mereka.


Penjahat memisahkan profesor ana, dan menekannya, agar profesor ana mau menyerahkan cairan yang mereka maksud.


Tak profesor ana tidak ingin memberi taunya ia tetap bungkam, sampai ia harus mendapatkan perlakuan kasar dan kekerasan fisik.


Akira sangat geram melihatnya, sampai ia tidak tahan lagi, untuk menahan diri.


Saat para penjahat itu akan memukul profesor ana lagi, Akira langsung angkat bicara.


"Hentikan…!" Seru Akira.


Semua mata tertuju pada Akira.


"Siapa kamu, beraninya kamu menghalangi kami, mau cari mati?" ucap pemimpin penjahat.


"Kalian cari ini kan?" Akira memperlihatkan botol kecil itu.


Saat itu profesor ana berteriak, "Nona aku mohon jangan serahkan itu kepada mereka!" cegah profesor ana.


Tapi Akira tidak menggubrisnya, karena ia harus ngambil tindakan agar tidak ada yang menjadi korban jiwa dalam peristiwa itu.


"Siapa kamu, mengapa cairan itu bisa ada di tangan mu?" tanya pemimpin penjahat merasa curiga dengan siapa sebenarnya Akira.


"Tenang bung! saya ada di pihakmu."

__ADS_1


__ADS_2