
Orang sukses karena banyak cara untuk menempuh tujuan nya, Orang gagal karena terlalu banyak mengeluh dan tidak berusaha untuk mencapai tujuan nya.
Itu Lah pemikiran shafira dalam hal untuk mendapatkan gian kembali.
Ia tetap mencari cara agar bisa menjadi kan gian milik nya.
Dengan berpura-pura sakit untuk mendapat simpati dari semua orang.
Awalnya Mama Nirmala dan papa Arga tidak respek kepadanya, karena telah dikecewakan oleh shafira.
Namun ketika melihat shafira jatuh pingsan di hadapan mereka membuat Mama Nirmala dan Papa Arga berubah pikiran.
mereka berdua menjadi panik dan khawatir.
Lalu memerintahkan Erwin untuk segera menolongnya.
Tapi Mama Nirmala melarang Gian untuk mendekati Shafira untuk menjaga perasan Akira, karen Mama Nirmala tetap berpihak kepada Akira.
…..
Awalnya Erwin mengetahui jika sakit syafira itu memang hanya sebuah sandiwara belaka.
Namun selama seminggu bersama nya shafira memang sering pingsan dan mengeluh sakit kepala.
Akhirnya Erwin memeriksakan kondisi kesehatan shafira secara detail dan keluarlah hasil lab yang menyatakan shafira menang mengalami radang otak.
Itulah mengapa shafira sering mengeluhkan rasa sakit kepala, dan kadang pingsan.
…
Kini mereka semua sudah berada di rumah sakit untuk memeriksakan kondisi shafira.
Namun hasil lab yang keluar tetap sama dengan hasil pemeriksaan di luar negri.
Shafira sendiri terkejut dengan hasil yang baru saja ia dengar, karena ia pikir ia seperti itu hanya untuk bersandiwara berharap simpati dari semua orang untuk mendapatkan Gian kembali.
Tapi pada kenyataan nya ia harus menelan pil pahit ia benar - benar divonis menderita radang otak.
Selama ini shafira pikir sakit kepala yang ia rasakan hanya lah sakit kepala biasa saja karena kurang tidur.
Shafira mengalami insomnia karena pikiran nya selalu dihantui rasa bersalah dan rasa penyesalan yang luar biasa.
Sebab itu lah ia sering merasa pusing, dan ia pikir itu hal yang wajar, tapi pada kenyataanya adalah ia benar-benar mengidap penyakit serius.
Shafira baru mengetahui itu semua saat ini.
__ADS_1
Ia begitu syok, tubuhnya gemetar lemas tidak karuan, air mata mulai berlinang membanjiri kelopak matanya.
‘Ya tuhan apa ini benar-benar karma untukku’ tangisnya pecah saat kedua orang tuanya menemuinya di rumah sakit di ruang rawat inap nya.
Disana berkumpul dua keluarga, hanya saja ayah ayus dan ibu yuli baru saja sampai di sana.
Karena mereka baru saja mendapatkan kabar tentang putri sulungnya.
Meskipun hati mereka masih dipenuhi rasa kecewa kepada shafira karena telah mempermalukan mereka dengan lari di hari pernikahannya.
Tapi ketika mendengar kondisinya saat ini mereka tetap merasa tidak tega untuk membiarkan nya.
Sementara keluarga besan nya yang jelas-jelas adalah pihak yang paling merasa dirugikan dengan kelakuan shafira sendiri masih sudi menunjukan kepedulian nya terhadap shafira, dengan menanganinya membawanya kerumah sakit dan mendampingi shafira saat melalui serangkaian pemeriksaan yang dilakukan tim medis.
….
“Shafira….” seru ayah ayus dan ibu yuli secara bersamaan, dan mereka segera menghampiri putrinya.
Pada saat itulah shafira menangis histeris, seakan mengadu kepada kedua orang tuanya tentang kondisinya saat itu.
“Yang sabar ya nak, kamu pasti bisa melalui ini semua.” ayah ayus mencoba menenagkan putrinya.
“Jangan bersedih nak, kamu tidak sendiri kami akan selalu bersamamu.” ibu yuli pun ikut menguat kan putrinya.
shafira memanggil akira untuk menghampirinya.
Akira yang sedang duduk bersama suami dan kedua mertuanya langsung mendekat ke arah shafira karena shafira memanggilnya.
“ Iya kak aku di sini,” ucap akira ketika sudah mendekat di samping ranjang rumah sakit yang di mana shafira terbaring di sana.
Shafira langsung meraih tangan adiknya sambil menangins tersedu.
“Akira… apa aku bisa mengajukan suatu permohonan kepada mu?”
“Apa itu kak?” akira balik bertanya.
“Aku ingin menagih janjimu kepadaku.”
Akira dan semua orang mulai curiga dengan apa yang Shafira inginkan dari Akira.
“Janji, janji apa kak?” akira kembali bertanya dengan mengulang kata yang shafira katakan.
“Iya, kamu sempat berjanji akan memberikan Gian kepada ku, dan di tengah-tengah rasa sakitku ini aku ingin didampingi oleh orang yang paling aku cintai didunia ini, tentunya kamu tau siapa orangnya” shafira mengingatkan tentang janji yang pernah akira cetuskan.
Akira tidak mengingkari janjinya ia mengingat betul tentang janjinya itu, bahkan akira juga sempat membahas tentang hal itu dengan Gian.
__ADS_1
Akira diam tak bergeming karena bingung harus berbuat apa.
Andai saja ia tidak hamil ia pasti akan menepati janjinya walaupun harus menahan segala rasa sakit yang ia rasakan
Namun pada kenyataan nya pada saat ini akira sedang hamil akira tidak bisa bersikap egois ia juga harus memikirkan tentang nasib bayinya yang lebih membutuhkan gian sebagai ayah nya.
Gian sungguh geram mendengar apa yang Shafira dan Akira bicarakan.
“Apa Apaan kalian berdua mengambil keputusan berdua tanpa melibatkan ku sebagai orang yang akan menjalani kehidupan ini.” protes Gian dengan emosi.
“Kalian pikir aku boneka yang tidak punya hati dan perasaan yang bisa kalian mainkan, dan bisa kalian lempar sana sini , hah!” pekik Gian.
Semua memahami reaksi Gian seperti itu, ya, tentu Gian tersinggung dengan keegoisan shafira.
Setelah membuat luka malah ingin menyingkirkan penawar lukanya.
Dengan mata berkaca-kaca Akira mulai berbicara.
“ Maafkan aku yang, karena aku memang sempat berjanji untuk pergi dari kehidupanmu, seperti yang pernah aku katakan kepada mu tempo hari.” dengan suara lirih akira berbicara kepada gian.
“Tapi maafkan aku kak fira, saat itu aku belum tau kondisiku kalau saat ini aku sedang hamil.” terang akira.
“Apa…!” pekik shafira ketike mendengar kebenaran tentang kehamilan akira.
“Kamu hamil?” Shafira sungguh syok mendengarnya.
Bukan hanya Akira yang mengatakan tentang itu, semua orang yang disana kecuali Erwin ikut mengiyakan dan meyakinkan pernyataan akira bahwa dirinya sedang hamil menginjak usia kandungan tiga bulan.
“Itu tidak mungkin, Gian hanya mencintai ku Gian tidak mungkin menjamah mu akira, Gian tidak akan mungkin menghianati ku.”
“Bayi mu pasti bukan darah daging Gian, aku yakin itu.” shafira berusaha menyangkal kenyataan dan malah menuding Akira bermain gila deng pria lain .
Dengan mengatakan bahwa bayi yang akira kandung bukanlah darah daging Gian.
“Cukup shafira… anak yang akira kandung benar-benar anakku, aku mencintai akira dan menyayanginya, jadi aku mohon jangan pernah mengusik kebahagian kami lagi.” Gian menyangkal semua tudingan safira, dengan membela istrinya.
Gian juga memperingati agar shafira jangan pernah berharap lagi dengan cintanya.
Shafira makin histeris, ia berontak tidak terkendali.
Kemudian ayah ayus segera memanggil perawat dan dokter untuk menangani putrinya yang sedang kalap saat itu.
Sebab jarum infus yang menancap di pergelangan tangan nya sampai terlepas dan mengeluarkan banyak darah.
__ADS_1