
Dan di saat yang bersamaan Mila juga sedang makan siang di tempat yang sama.
Mila menyadari kehadiran Gian dan Akira di sana, dan melihatnya sedang bersama dengan Akira, awalnya ia merasa terkejut melihat Akira, ia merasa tidak yakin dengan penglihatannya dan terus mempertajam penglihatannya.
Karena rasa penasarannya Mila menghampirinya, dan benar saja wanita yang sedang bersama dengan Gian itu adalah Akira.
"Wah, ini benar Akira?" tiba-tiba Mila, bicara seperti itu tanpa menyapanya lagi.
Gian segera bangkit dari tempat duduknya ketika melihat Mila berada di hadapannya.
Gian merasa khawatir, Mila akan membuat masalah dengannya dan dengan Akira
….
"Mau ngapain kamu?" Gian terlihat panik.
Akira merasa aneh dengan sikap Gian yang seperti itu. Mila sendiri terlihat santai dan tertawa.
"Ha, ha, ha …!" Melihat sikap Gian Mila pun memiliki ide gila di dalam benaknya.
Mila memberi tahu Akira jika dirinya dan Gian telah menikah, bagai disambar petir di siang bolong rasa terkejut yang dirasakan oleh Akira.
Akira merasa sakit hati, dan kecewa ketika mendengar penuturan Mila.
__ADS_1
Mila memang sengaja bercerita memanas-manasi Akira, ia juga mengatakan bahwa dirinya telah memiliki anak bersama Gian.
"Apa!" Akira kembali dibuat terkejut oleh penuturan Mila.
Gian terlihat panik ketika melihat Akira yang syok, Gian merasa takut Akira akan termakan omongan Mila, dan bisa membuat rumah tangganya makin renggang.
"Sayang, jangan dengarkan dia, wanita ini ulah." Gian mencoba menyanggah ucapan Mila.
"Jika kamu tidak percaya kepadaku, silahkan tanyakan kepada kedua mertuamu, mereka juga menjadi saksi atas pernikahan kami."
"Ya, pernikahan itu memang terjadi tapi hanya di bawah tangan karena aku terpaksa melakukannya."
"Ya, kamu memang pecundang, berani berbuat tapi tidak berani bertanggung jawab."
Terjadi perdebatan sengit antara Akira dan Gian, Mila semakin sengaja memancing emosi Gian dengan terus berbicara tentang hubungannya dengan Gian.
"Kenapa, apa yang salah denganku, sudah jelas-jelas kita menikah karena aku telah hamil diluar nikah," tegas Mila.
Pengunjung lain di lestoran itu bisa mendengar apa yang Mila katakan sehingga mereka menjadi pusat perhatian semua orang.
"Sayang, ayo kita pergi dari sini, aku mohon jangan dengarkan dia." Ajak Gian, sambil menarik tangan Akira.
Akira yang terdiam mencerna semua keadaan hanya bisa mengikuti ajakan Gian.
__ADS_1
"Lihat dia, dasar pecundang!" teriak Mila karena Gian berlalu begitu saja meninggalkannya.
Mila yang berniat memanas-manasi, tapi malah dirinya sendiri yang kepanasan.
"Awas ya kau Gian, aku tidak akan membiarkan kamu bahagia dengan siapapun juga." Gumam Mila sambil tersenyum menyeringai dengan nada mengancam, tapi Gian tidak mendengarnya karena Akira dan Gian sudah pergi dari sana.
…
Di dalam mobil, Akira tetap diam tidak berkomentar sedikit pun tentang kebenaran yang baru saja ia dengar dari mulut Mila.
Gian tidak segera melajukan mobilnya, ia juga diam, lalu ia menatap kearah wajah Akira, yang terlihat datar tanpa ekspresi.
Gian tidak tahu, Akira merasakan pesanan apa saat ini kepadanya, tapi Gian tau Akira pasti sangat kecewa kepadanya.
Tapi dalam benaknya Akira berpikir, ia memang merasakan rasa kecewa, dan merasa sakit hati karena cemburu.
"Ternyata sakit sekali rasanya mengetahui pasangan yang kita cintai telah menduakan kita, apapun alasannya." Pikir Akira
"Gian juga pasti merasakan apa yang aku rasakan saat ini, ketika ia tahu diriku telah menikah dengan Riza."
"Tapi dia, bisa menerimaku apa adanya, dia tetap mencintaiku, meskipun aku belum bisa melayaninya sebab seorang istri di atas ranjang dia tetap sabar kepadaku." Akira terus membatin, mempertanyakan perasaan dan sikap Gian kepadanya.
"Tapi, kenapa aku tidak bisa sepenuhnya, hatiku sangat sakit luar biasa sakitnya, dan rasanya aku tidak mampu bersikap sepertinya." Akira ragu kepada dirinya sendiri karena rasa sakit yang ia rasakan, ketika ia tau cintanya diduakan
__ADS_1