
Melihat penampilan Shilla yang sangat aduhai, membuat nafsu b i r a h i nya semakin memuncak, sehingga sebelum memulai pertempurannya, Anjai pun mulai melepaskan satu persatu pakaian yang ia kenakan, lalu barulah ia naik ke atas ranjangnya.
Dan memulai pertempurannya, ia mengecup, lalu m e l u m a t bibir merah Shilla dengan sangat rakus.
….
Seumur hidup Anjai (Riza) ia baru melakukan hal itu pertama kali bersama Akira wanita yang sangat ia cintai, yang kini sudah ia ubah identitasnya menjadi Shilla.
Di masa-masa pengantin baru seperti sekarang ini, Anjai merasa candu dengan pertempurannya bersama Shilla maka dari itu ia selalu menginginkan hal itu, tidak mengenal waktu.
Shilla sendiri di tuntut untuk selalu bisa melayaninya, karena Anjai sudah mencuci otak Shilla sehingga menjadi sangat patuh kepada Anjai, menuruti setiap permintaannya, mengikuti setiap perintahnya.
Dua jam waktu yang Anjai habiskan bertempur bersama wanitanya, dengan saling bergantian untuk memimpin permainan, tentunya dengan arahan dari Anjai, berbagai macam gaya mereka lakukan demi untuk mencapai kenikmatan dan kepuasan.
"Sayang, ternyata kamu sudah semakin pintar dan lihai ya," bisik Anjai di telinga Shilla ketika Shilla memimpin permainan.
Mendengar, ia mendapat pujian dari suaminya, wajah Shilla langsung menyemburkan gurat merasa, karena Shilla merasa malu mendapat pujian dari sang suami.
Berbeda dengan Anjai ia malah merasa istrinya itu semakin menggemaskan, membuat ia semakin bersemangat untuk mencumbunya.
Ya, ia kembali mengintruksi istrinya untuk menggoyang kan pinggulnya, sementara dirinya bermain dengan gunung kembar Shilla, mimi cucu dari sumbernya sesuai dengan keinginnya.
Membuat Shilla m e n d e s a h di buatnya, dan semakin liar memacu pergerakannya.
Dengan arahan dari Anjai, permainan Shilla memang sungguh luar biasa, Anjai merasa sangat terpuaskan, begitu juga dengan Shilla gairah Anjai membuatnya menggila dan sampai kewalahan mengimbanginya.
Sudah tentu Shilla pun merasa sangat terpuaskan dengan permainannya dan permainan suaminya, sampai akhirnya mereka mencapai kenikmatannya secara bersamaan.
Tapi sebagai seorang ibu, Shilla tetap memikirkan putranya, sesaat setelah itu, Shilla berniat untuk beranjak dari tempat tidurnya karena ingin segera menemui putranya yang sedang diasuh oleh asisten rumah tangganya-bi Atun.
Tapi Anjai menarik lengan Shilla, lalu membawa Shilla kedalam dekapannya, "Mau kemana, Sayang? Kok buru-buru sekali sih!" ucap Anjai mencegah Shilla untuk meninggalkannya.
__ADS_1
"Aku mau menemui jagoan kecil kita," terang Shilla.
"Tunggu dulu dong, sabar sebentar, kita harus membersihkan diri dulu sebelum keluar." ucap Anjai karena memang Shilla sepertinya akan bergegas keluar tanpa membersihkan diri dulu.
"Ini kan siang, dan aku baru saja aku abis mandi, apa harus tetap membersihkan diri?" Shilla benar-benar tidak paham, karena ingatnya menghilang jadi karena itu ia pun melupakan segala hal.
"Iya, sayang, jika habis bersetubuh kita harus membersihkan diri dulu sebelum melakukan aktivitas lainnya, kecuali kita mau langsung tidur, itu pun kita harus mencuci bagian sensitif kita dulu baru boleh tidur, untuk menjaga kebersihan, area sensitif kita." terang Anjai.
"Oo gitu ya, iya sudah aku mau mandi dulu kalau begitu." Shilla berusaha melepaskan diri untuk beranjak ke kamar mandi.
Namun, Anjai tetap menahannya, "Kamu kenapa lagi?" Shilla heran dengan kelakuan suaminya yang menahannya tetap di tempat tidur.
Anjai tersenyum mendengar pertanyaan istrinya karena ia punya rencana lain.
"Biar aku yang mandiin, Kamu," ucap Anjai dengan senyuman yang mencurigakan.
"Apa?" pekik Shilla.
"Hey … apa yang kamu lakukan!" teriak Shilla karena merasa terkejut dengan pergerakan suaminya, sebab Shilla juga merasa malu karena ia tidak mengenakan sehelai benang pun yang menutupi tubuhnya.
Shilla menyilangkan kedua tangannya di dadanya untuk menutupi gunung kembarnya.
Melihat itu Anjai terkekeh, "Ha … ha … ha … Sayang kamu masih saja merasa malu kepadaku, padahal aku sudah sering memainkannya."
Wajah Shilla makin bersemu merah dan tertunduk malu tidak sanggup untuk menatap wajah Suaminya.
Di kamar mandi, Anjai malah kembali menghisap p e n t i l yang terdapat di gunung kembar Shilla, membuat Shilla meringis, merasakan geli-geli n i k m a t.
M e l e n g u h, m e n d e s i s, mengeluarkan suara erotis, membuat Anjai kembali terbakar hasrat b i r a h i nya.
Anjai kembali menggila dan tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, ia kembali menggarap lembah basah Shilla di kamar mandi.
__ADS_1
Shilla sampai kelelahan dan terkulai lemas, akhirnya Anjai menyudahi permainannya dengan mempercepat permainannya hingga melakukan pelepasan secara bersamaan dengan Shilla.
Dengan hasrat yang masih menggebu, dan nafas yang masih tersengal-sengal, Shilla berkata, "Cukup, aku mohon cukup aku minta jeda sampai nanti malam, lututku lemas sekali."
Anjai malah tersenyum penuh dengan kepuasan, "Oke, Sayang. Aku mengerti kok!" sahut Anjai.
Kemudian ia barulah memulai memandikan Shilla. Dan ketika itu tiba-tiba memori Shilla menangis potong-potong gambar seperti seorang pria sedang memandikanya.
Namun, wajah dari pria itu tidak begitu jelas karena bayangan itu hanya samar-samar terlintas.
Ya, dulu Gian memang sering memandikan Akira, apalagi saat Akira sedang hamil hampir tiap hari Gian melakukan hal ini.
Jadi ketika Anjai melakukan hal yang sama, bayangan itu muncul dengan sendirinya, Shilla memegangi kepalanya yang terasa pusing karena bayangan itu terasa berputar-putar di benaknya, Shilla merasa penasaran dengan sosok pria itu.
Karena dari bayangan yang Shilla tangkap dari postur tubuhnya berbeda dengan Anjai, sehingga Shilla berusaha keras untuk mengingat hal itu, dan menyebabkan kepalanya pusing, di tambah pertempurannya dengan Anjai yang menguras tenaganya membuatnya lemah dan tiba-tiba jatuh pingsan.
Anjai menjadi panik setengah mati, ia takut terjadi sesuatu kepada Shilla,
"Akira … Kamu kenapa!" saking paniknya, Anjai sampai lupa dan menyebutkan nama asli Shilla.
Dengan tubuh basah Anjai segera memangku Shilla dan membawanya ke tempat tidur lalu menutupi tubuh Shilla dengan selimut, Anjai sendiri meraih jubah handuknya lalu berlari ke luar kamar untuk mencari kotak P3K mencari minyak kayu putih.
Setelah menemukan apa yang ia cari, Anjai segera melakukan pertolongan pertama, ia menghirupkan minyak kayu putih itu di hidung Shilla, membaluri seluruh tubuh Shilla dengan minyak tersebut agar ia merasa hangat.
Tapi apa yang dilakukan oleh Anjai tidak kunjung membuat Shilla tersadar, Anjai merasa semakin panik, ia takut Shilla mengalami koma lagi. Lalu ia segera menghubungi dokter, untuk segera memeriksa kondisi Shilla.
"Akira, aku mohon maafkan aku, Akira!" gumam Anjai dengan rasa bersalah.
Shilla, mendengar gumaman Anjai yang menyebutkan nama Akira, dan dengan masih setengah sadar, Shilla juga mengguma, "Akira … Akira …" Shilla berulang kali mengulang menyebut nama itu, sebab ia merasa tidak asing dengan sebutan itu.
Anjai mengerutkan keningnya merasa panik dan merasa ketar-ketir di buatnya.
__ADS_1
"Apa, Akira sudah bisa mengingat semuanya?" pikir Anjai dan merasa sangat ketakutan.