Cinta Yang Sempurna

Cinta Yang Sempurna
Mengenang Kembali Sebuah Pertemuan


__ADS_3

"Bang," dengan lembut Andari mengenggam Tangan Fahri. Mereka saat ini berbaring di atas tempat tidur mereka.


"Kita periksa saja Bang, dengan begini kita tak perlu menduga-duga lagi."


"Abang hanya tidak siap dengan hasilnya nanti," Fahri membalas mengenggam tangan istrinya, lalu menoleh ke sampingnya. Senyum membingkai wajahnya saat ia menatap istrinya.


''Apapun hasilnya nanti, itulah yang telah ditetapkan Allah buat kita.


Fahri tersenyum lagi, Andari, wanita yang dinikahinya hampir lima tahun. Pernikahan yang nyaris sempurna andai mereka memiliki anak. Ah! Kenapa ia harus berandai-andai seperti ini. Mungkin saat ini Allah belum ingin menitipkan anak kepada mereka karena Ada suatu hal yang tidak mereka ketahui.


Teringat ia kemudian saat masa SMU dan Andari adalah adik kelasnya.


Getar cinta Fahri rasakan saat ia bertemu dengan Andari untuk pertama kalinya. Tanpa sengaja waktu itu pas jam istirahat pertama ia menabrak gadis itu. Ia begitu terburu-buru berjalan di lorong sekolah yang menuju kantin. Ia lapar berat waktu itu. Paginya ia memang tidak sarapan.


"Ma..maaf," gugup ia melihat gadis yang berdiri di hadapannya. Wajahnya memerah karena malu.


"Ng..ngak apa-apa kok," Andari berkata, wajahnya sama merahnya dan sama malunya dengan Fahri


"Mau ke kantin?"


"Baru saja dari kantin."


"Boleh kenalan," Fahri memberanikan diri untuk mengatakan itu."


"Boleh."


"Muhammad Ekhri Fahri, panggil saja Fahri."


"Andari Permata Hati, panggil saja Andari."

__ADS_1


"Anak kelas berapa?"


"Sepuluh. Kalau kamu?"


"Anak kelas dua belas."


"Boleh tahu tinggalnya di mana?"


"Aku tinggalnya di jalan Khatulistiwa tepatnya di gang Teluk Pari."


"Kamu nggak tanya aku tinggal di mana?"


"Oh ya, Abang tinggal di mana?"


"Perumahan Dwi Ratna dekat lapangan golf itu."


"Yang letaknya di jalan 28 Oktober "


Sejak saat itu mereka selalu pergi berdua. Entah sekedar jalan ke mall, atau ke Tugu Khatulistiwa jika ada fenomena titik kulminasi, yaitu fenomena di mana posisi matahari berada di atas garis khatulistiwa. Fenomena ini hanya terjadi dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Maret dan juga September dengan tanggal yang sama yaitu tanggal dua puluh satu sampai dengan dua puluh tiga. Kebetulan SMU mereka jarakanya begitu dekat dengan lokasi Tugu Khatulistiwa, kurang lebih seratus meter.


Pada fenomena titik kulminasi, setiap bayangan pada benda yang ada di sekeliling Tugu Khatulistiwa akan tegak lurus dan juga suasana di sekitar mereka jadi panas bedengkang. Selain itu, pada saat fenomena titik kulminasi akan ditampilkan bermacam acara seni budaya, baik tari, musik, serta kuliner khas Kalimantan Barat.


Mereka juga biasanya pada acara fenomena titik kulminasi membawa telur ke Tugu Khatulistiwa, berlomba siapa yang cepat mendirikan telur hingga dapat berdiri tegak di titik nol derajat.


Jantung Fahri berdegup sangat kencang jika ia berdua saja dengan Andari. Ia teramat malu untuk mengatakan rasa sukanya terhadap Andari. Ia takut Andari menolak cintanya. Yang tak disadarinya, Andari juga memiliki rasa suka terhadap Fahri, akan tetapi ia tak berani mengungkapkanya. Ia memiliki prinsip harus pihak laki-laki yang terlebih dahulu menyatakan cinta kepadanya.


"Abang kenapa tersenyum sendiri dan sepertinya abang melamun?" pertanyaan Andari membawa Fahri ke masa kini.


"Abang hanya teringat saat pertama kali kita bertemu itu jak"

__ADS_1


Setelah lulus SMU Fahri melanjutkan pendidikannya di UPB Pontianak. Ia memutuskan untuk kuliah di Fakultas Teknik dengan jurusan Teknik Sipil. Dua tahun kemudian Andari lulus dari SMU. Atas keinginan orangtuanya ia melanjutkan pendidikannya di Jogja. Ia kemudian memutuskan untuk kuliah di UAD, mengambil jurusan Tarbiyah di Fakultas Tarbiyah dan Dirasat Islamiyah. Ia juga menimba ilmu agama di Pondok Pesantren Nurul Ummah.


Sekembalinya Andari dari Jogja ia banyak berubah. Dalam segi pakian ia memutuskan untuk memakai pakian yang menutupi aurat. Jilbab sedada selalu menutupi kepalanya.


"Islam tidak mengenal pacaran Abang," Andari menjawab tegas, saat ia bertemu tanpa sengaja dengan Fahri di Taman Alun-Alun Kapuas. Di langit tampak matahari mulai condong ke barat. Fahri waktu itu menyatakan rasa sukanya kepada Andari yang telah lama dipendamnya dan meminta Andari untuk menjadi pacarnya.


Sungai Kapuas yang terletak tak jauh di samping kanan mereka, berkilau airnya tertimpa cahaya matahari sore saat itu.


Tak jauh di belakang mereka terdapat pelabuhan kapal feri. Sebuah kapal feri merapat. Menurunkan seluruh penumpang dan kendaraan bermesin. Selang beberapa menit, kapal feri menaikan lagi penumpang dan kendaraan bermesin, lalu kapal feri berlayar menuju kelurahan Siantan yang terletak di seberang Sungai Kapuas. Sungai Kapuas sendiri merupakan sungai terpanjang di Indonesia. Panjangnya sendiri sekitar seribu seratus empat puluh tiga kilometer. Aliran sungai di mulai dari hulu yang juga menjadi mata air Pegunungan Muller. Hingga hilir sungai yang menghadap langsung ke Selat Karimata atau Laut Cina Selatan. Sungai Kapuas sendiri memiliki kedalam dua puluh tujuh meter sehingga cocok dilewati kapal penumpang dan barang.


"Kalau begitu kita menikah saja, bagaimana?" mantap Fahri bertanya. Memerah wajah Andari karena malu mendengar pertanyaan Fahri.


"Kalau itu mau Abang, aku mau menikah dengan Abang." Andari menjawab dengan menundukkan wajah. Sebenarnya rasa sukanya terhadap Fahri, sempat digantikan oleh rasa sukanya terhadap seorang laki-laki yang ia kenal waktu ia kuliah di Kota Pelajar. Tapi takdir berkata lain. Laki-laki itu tidak ditakdirkan sebagai jodohnya.


Tapi kini perasaan sukanya terhadap Fahri tumbuh lagi. Setelah mereka bertemu saat ini tanpa sengaja di Taman Alun-Alun Kapuas. Setidaknya, menikah dengan Fahri, rasa sukanya terhadap laki-laki yang ternyata bukan jodohnya itu dapat ia hapus secara perlahan.


lagi pula Fahri adalah laki-laki mapan. Ia seorang development. Dari segi ahlak juga baik dan dari segi wajah ia lumayan lawar.


CATATAN:


Aok: iya.


Panas bedengkang : panas sekali.


Jak: saja.


UPB: Universitas Panca Bhakti


UAD: Universitas Ahmad Dahlan.

__ADS_1


Lawar: ganteng atau cantik


__ADS_2