Cinta Yang Sempurna

Cinta Yang Sempurna
Bab 113 (Kebahagiaan Rasyad)


__ADS_3

...Jangan lupa ramein part ini ya....


...Happy reading...


*****


"Hallo Ayah. Aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Ayah dan Bunda, sekarang aku ada di dalam perut Bunda loh."


Rasyad membaca tulisan yang berada di kertas berwarna biru itu dengan perlahan. Matanya langsung membelalak kaget saat ia mengulangi kata per-kata yang masih sangat membuatnya syok. Apa ini? Ayah? Bunda? Aku hadir di dalam perut bunda?


Rasyad menatap Jelita dengan bibir yang kering rasanya tenggorokannya juga sangat kering sekarang. Rasyad membasahi bibirnya dengan lidahnya. "S-sayang maksudnya ini apa? Aku hadir di dalam perut bunda? K-kamu hamil?" tanya Rasyad dengan terbata.


Jelita mengangguk dengan lemas dan anggukan istrinya membuat Rasyad sabgat senang.


"Secepat itu? Hahaha...Ya Tuhan, senangnya! Wawa, kamu akan segera mempunyai adik," ucap Rasyad dengan memutar-mutar tubuh mungil Nazwa.


"Wawa mau punya adik?" tanya Nazwa dengan wajah yang masih bingung.


Rasyad dan Jelita mengangguk bersama. "Wawa senang, kan?" tanya Jelita dengan lembut.

__ADS_1


Wajah Nazwa nampak murung. Ia tidak tau harus senang atau sedih. Yang jelas perasaannya sekarang tidak bisa dijabarkan dengan kata-kata dari mulut kecilnya, ia diam membisu yang membuat Rasyad dan Jelita saling menatap satu sama lain.


"Apa setelah adik lahir Ayah dan Bunda tidak sayang Wawa lagi?" tanya Nazwa dengan lirih.


"Siapa yang bilang, Sayang? Wawa tetap akan menjadi anak kesayangan Ayah dan Bunda. Iya kan, Bun?" ucap Rasyad dengan lembut.


"Iya. Wawa adalah anak kesayangan Bunda dan Ayah. Wawa bisa menjadi kakak yang baik untuk adik-adik Wawa nantinya. Jadi, jangan merasa kalau Bunda dan Ayah tidak akan sayang dengan Wawa lagi. Itu tidak benar, Sayang!" jelas Jelita dengan lembut yang membuat senyum Nazwa kembali terbit di wajah cantiknya.


"Wawa sayang Ayah dan Bunda selamanya! Wawa janji akan jadi kakak yang baik untuk adik-adik Wawa nantinya," ucap Nazwa dengan senang.


Rasyad dan Jelita tersenyum bersama. Mereka juga tidak mungkin tidak akan menyayangi Nazwa lagi, karena bagi mereka Nazwa adalah anak mereka, walau Nazwa adalah anak Lolita yang sekarang entah berada di mana dan Rasyad maupun Jelita tidak ingin tahu wanita gila itu ada di mana. Masa bodoh dengan Lolita yang penting Nazwa bahagia bersama dengan mereka.


"Boleh dong. Sapa adiknya sama Ayah yuk!" ucapan Rasyad dengan semangat.


"Ayo Ayah. Kira-kira adik lagi ngapain di dalam perut Bunda ya?" tanya Nazwa dengan ekspresi berpikirnya yang membuat Rasyad dan Jelita terkekeh.


"Lagi ngapain ya? Ayo coba kita tanya!" ucap Rasyad dengan terkekeh geli.


Nazwa mengangguk semangat telinganya menempel di perut Jelita. "Adiknya Kak Wawa lagi ngapain sih di dalam petut bunda? Tidur ya?" tanya Nazwa dengan cerewetnya yang membuat Rasyad kembali tertawa geli.

__ADS_1


"Iya Kakak cantik. Aku lagi tidur di perut bunda, tunggu aku ya Kak," ucap Jelita yang membuat Nazwa tertawa riang.


"Hahaha...siap Kak Wawa akan tunggu kamu. Kita akan bermain barbie bersama," ucap Nazwa dengan riang.


Rasyad menatap Nazwa dengan dalam. Ia tersenyum manis dengan dengan Jelita. "Ya Tuhan terima kasih atas anugerah yang telah engkau berikan kepada kami. Kebahagiaan ini tidak akan terlupakan untukku dan aku akan menjaga Jelita dengan sangat baik sampai anak kami lahir nanti bahkan sampai aku menua," gumam Rasyad di dalam hatinya.


*****


"Arghhh...s-sakit!" teriak seseorang lelaki yang kaki dan tangannya diikat. Wajahnya sangat pucat bahkan satu tangannya sudah dipasang infus.


"Dokter tolong keluarkan saya dari sini! Saya ingin meminta maaf kepada seseorang," ucap lelaki tersebut dengan lirih.


"Mohon maaf, Mas. Kesehatan anda tidak memungkinkan anda keluar dari rumah sakit ini dengan segera!" ucap dokter tersebut dengan tegas.


Dave hanya bisa mengerang kesakitan saat penyakit kelamin yang ia alami selama beberapa bulan ini mulai menggerogotinya hingga Dave sangat terlihat kurus sekarang.


Menyesal? Tentu saja Dave menyesal dengan semua yang apa ia lakukan di masa lalu hingga membuat masa depannya hancur berantakan. di penjara dan sekarang berakhir tak berdaya di rumah sakit setelah dokter memvonis dirinya mempunyai penyakit kelamin.


"Aku menyesal!" teriak Dave kesakitan yang membuat dokter iba melihat keadaannya sekarang.

__ADS_1


__ADS_2