
episode 182
.
.
.
setelah membersihkan diri dan berganti pakaian, darren hendak menemui Nurra.
Darren terpaku didepan pintu kamar baby Naren dimana nurra dengan penuh perhatian menindurkan baby Naren.
" bisakah kita bicara ??" tanya darren singkat.
Nurra menghentikan aksi mengusap kepala baby Naren. ia duduk sambil menatap darren dengan tajam.
darren memutar arah dan berjalan menuju balkon Dengan malas Nurra mengikuti darren.
" ada apa ??" ucap Nurra ketus sambil duduk dikursi.
" kau melihat q dengan sekretarisku dicafe tadi siang ??" tanya darren
" memangnya kenapa ?? takut ketauan kalau kau ini seorang bajingan ??!!" jawab Nurra dengan kesal.
" nurra dia sekretarisku, dia dilecehkan oleh adik dari klienku, mana mungkin q membiarkan dia keluar dengan pakaian yang sobek.." timpal darren penuh frustasi.
" apa urusannya denganku ??!! kita kan memang tidak ada hubungan apapun, terserah kau mau apa !! ," balas Nurra
" kalau begitu hentikan sikapmu yang berlebihan terhadapku !! q mau punya pacar atau tidak, dekat dengan wanita atau tidak itu juga bukan urusanmu !! kau tau q merasa tidak enak dengan mike jika kau terlalu berlebihan terhadapku !! apa yang kau lakukan padaku ini, sebuah balasan atau sisa cinta ??! ingatlah kau punya Mike saat ini !! hilangkan egoismu itu Nur !! q tau q pernah membuatmu terluka, q sudah minta maaf padamu, apa q harus menghilangkan nyawaku dulu agar kau puas !!??" terang Darren dengan suara lantang.
mata Nurra berkaca-kaca, baru kali ini darren menumpahkan kekesalan kepadanya. jujur saja Nurra memang belum bisa menghilangkan cinta untuk dartren dihatinya. usahanya selama ini selalu gagal apalagi setelah mereka menjaga Baby naren bersama selama Nada terbaring dalam tidurnya.
__ADS_1
" baiklah, maafkan q... q tidak akan mencampuri urusanmu lagi.." balas Nurra dengan menahan air matanya. ia beralih pergi meninggalkan darren sambil sedikit berlari
darren mengusap kasar wajahnya. "maafkan q nurra, ini yang terbaik, jujur dihatiku memang masih menyimpan cinta untukmu, tapi q tidak mau sampai mike terluka karna kebodohan kita berdua...bencilah q, agar kau bisa menangis dipelukan mike." batin Darren.
dibawah Nurra bertemu Nada dan Revandra. "Nur,ada apa ?? kau menangis !?" tanya Nada penuh kawatir.
Nurra berusaha menerbitkan senyumnya. "tidak Nad. q hanya buru-buru mau kerumah sakit. kak Mike memmintaku menjemputnya. q pergi dulu ya bye.." tanpa menunggu jawaban Nurra berlari keluar.
Nada hanya menatap punggung Nurra yang sudah jauh tak terlihat.
" apa terjadi sesuatu barusan ??" tanya Nada pada Revandra.
" sudahlah jangan difikirkan, ayo kekamar, kau masih harus istirahat." jawab Revandra sambil membantu Nada menapak i anak tangga.
" q ingin bersama putra kita.." balas Nada.
" baiklah, apapun itu." timpal Revandra sambil mengecup kening Nada.
mereka sampai dikamar baby Naren tertidur. dengan perlahan Nada membaringkan tubuhnya disamping baby Naren. kecupan lembut mendarat dipipi mungil baby Naren. ada rasa yang sulit dijabarkan ketika Nada dapat kembali melihat semua termasuk wajah putra pertamanya.
Nada mengangguk pelan. Revandra segera beralih keluar dan mengedarkan pandangannya, netranya berhenti ketika melihat Darren yang duduk dibalkon.
" jangan bohongi perasaanmu, jika memang masih mencintai katakan saja sebenarnya.." ucap Revandra sambil melipat kedua tangannya.
darren hanya menyunggingkan senyumnya. "kau bicara apa adik ipar.."
" bicara tentang kebodohanmu, untuk apa kau berkorban jika sebenarnya hatimu masih memiliki cinta ??" terang Revandra.
" q tidak seberuntung dirimu adik ipar, sekali kau mencintai Wanitamu langsung menerimanya, cinta kalian kuat, cinta yang benar-benar sempurna bagi sebuah hubungan, tidak sepertiku, q mengawali cinta dengan sebuah kebohongan, dan Q juga terlalu berani bermain api, hingga akhirnya q sendiri yang terbakar. " balas darren dengan penuh rasa bersalah.
" q hanya ingin Nurra berbahagia dengan pria yang baik tidak sepertiku, mungkin rasa cinta memang masih ada, tapi q akan berusaha untuk menghilangkannya." lanjut Darren.
__ADS_1
Revandra menepuk pundak Darren memberikan kekuatan. " apapun keputusanmu q akan mendukungnya, jangan patah semangat.."
Darren menerbitkan senyumnya. " kau baik sekali.. oh ya, Nada sudah sadar besok q akan pindah kerumahku lagi,"
" kau akan pindah ?? " tanya Revandra sambilmmenautkan alisnya.
Darren mengangguk.
" baguslah, jadi pengeluaranku tidak sebanyak sebelumnya " ucap Revnadra
" apa maksudmu ?! " tanya darren berapi-api.
Revandra menatap darren lalu tertawa lepas, diikuti darren juga keduanya berpelukan dengan erat.
" terima kasih selama ini selalu.memberikan semngat untukku.." ucap Revandra lirih.
"bayar adik ipar.. kau fikir semua gratis !!!" gumam Darren.
" cih .. perhitungan !!!" Balas Revandra.
" tentu saja, uangmu kan banyak ?!! astaga.. q tidak menyangka jika bisa memeluk musuhku sendiri" timpal darren.
Revandra melepas pelukannya. dengan tatapan tajam ia menatap darren. darren yang selalu senang bercanda segera menerbitkan senyummnya " ayolah adik ipar.. kau sensitif sekali seperti wanita saja.."
" dasar !!!" umpat Revandra sambil pergi meninggalkan Darren
" ha..ha..ha... jangan suka marah adik ipar, kau akan cepat tua nanti !!' ejek Darren sambil melihat kepergian Revandra
.
.
__ADS_1
.
.