Cinta Yang Sempurna

Cinta Yang Sempurna
Bab 69~ (Hukuman Untuk Pacar Nakal)


__ADS_3

...Hei-hei aku kembali lagi nih. Jangan lupa like, vote, dan komentar yang banyak ya biar aku semangat untuk update....


...Happy reading...


****


Dimas benar-benar melaksanakan hukumannya untuk Arieska. Ia mengurung gadis itu di kamarnya setelah Jelita dijemput oleh Raka. Dimas menyeringai saat melihat wajah takut Arieska yang sedang menatapmya, gadis bertubuh mungil itu kenapa sekarang terlihat menggemaskan sekali sih?


"D-dim... G-gue mau pulang!" cicit Arieska dengan takut.


"Pulang? Silahkan pulang pacar nakal! Balkon milikku terbuka dengan sangat lebar untukmu, tetapi tidakkah kamu harus melaksanakan hukumanmu dulu, Sayang?" ucap Dimas dengan suara yang amat berat dan sialnya terdengar sangat seksi di telinga Arieska sekarang.


Arieska mendengkus kesal. Apa kata Dimas? Balkon kamar pria itu terbuka lebar untuknya? Dimas ingin membunuhnya atau bagaimana? Kaki pendeknya tidak bisa melompat dengan jauh pasti akan berakhir jatuh ke bawah. Membayangkan dirinya jatuh saja sudah membuat Arieska bergidik ngeri, pasti tubuhnya akan remuk jika sampai mendarat di bawah sana. Yang benar saja pria ini? Sebenarnya Dimas mencintainya atau tidak sih? Kenapa lelaki itu sangat tega kepadanya? Arieska jadi meragu tentang kesungguhan Dimas sekarang! Dasar pria menyebalkan tapi Arieska terlanjur jatuh cinta.


"Kenapa? Kau takut hmmm?' tanya Dimas dengan mengejek.


"Dim. Ayolah jangan bercanda! Jelita sudah pulang dan gue juga harus pulang! Lewat PINTU bukan lewat BALKON!" ucap Arieska dengan tegas.

__ADS_1


"Ish...menyebalkan!" gumam Arieska dengan kesal.


Dimas hanya tersenyum geli melihat Arieska yang merajuk di depannya. Dimas mencondongkan tubuhnya mendekat ke arah Arieska hingga hidung mancung mereka saling bertabrakkan.


"Mau melaksanakan hukuman sekarang, Sayang? Setelah itu kamu aku perbolehkan pulang," ucap Dimas dengan serak.


Sial!


Arieska tidak berani bergerak apalagi berbicara ia takut sekali berbicara maka bibir mereka akan bersentuhan dan double sial bagi Arieska sekarang, wangi mint dari napas Dimas membuat pikirannya travelling entah kemana.


"Duh Arieska kenapa di saat seperti ini otak mesummu yang berfungsi sih? Ahhh Tuhan kenapa pikiranku malah tertuju pada bibir seksinya? Bagaimana rasanya jika bibir itu mengecup kulit leherku ya?" gumam Arieska di dalam hati dengan merinding.


"T-tidak... E-enak saja! Lo yang terlalu mesum! Dim, gue... Aaaaa...." Arieska yang belum menyeselesaikan ucapannya langsung berteriak dengan keras saat Dimas mengangkat tubuhnya dan di letakkan di dalam pangkuannya. Tubuhnya yang kecil terlihat tenggelam di dada bidang Dimas sekarang. Nyali Arieska menciut saat dirinya seperti kurcaci di pangkuan Dimas. Kenapa dia pendek sih? Kalau tinggi tubuh kecil pun pasti tidak akan tenggelam seperti ini. Tetapi sekarang lihatlah tubuhnya benar-benar tertutup dada bidang Dimas.


Kedua mata mereka saling menatap satu sama lain. Degup jantung Arieska dan Dimas terdengar sangat keras hingga Dimas mencium bibir Arieska dengan mesra, ia benar-benar memberikan hukuman kepada pacar nakalnya saat ini.


Sedangkan Arieska mematung mendapatkan serangan mendadak dari Dimas. "Balas ciumanku, Sayang!" ucap Dimas dengan serak.

__ADS_1


Dimas menggigit bibir bawah Arieska dengan kuat membuat Arieska memekik dan itu memberikan kesempatan untuk Dimas semakin memperdalam ciumannya.


"Ahhhh..."


Seringai kepuasan terlihat jelas di wajah Dimas karena Dimas yakin Arieska masih mencintainya seperti dulu. Arieska mengalungkan tangannya di leher Dimas, saat ciuman yang Dimas berikan semakin dalam untuknya.


Arieska mendongakkan kepalanya saat ciuman Dimas turun ke lehernya. Ia merem*s rambut Dimas dengan kuat saat Dimas menggigit lehernya hingga meninggalkan jejak kepemilikkan di sana.


"D-dim...aaah...."


Tangan Dimas tak tinggal diam, ia menyentuh dua gundukan kenyal milik Arieska dengan gemas. "Ini hukuman untuk gadis nakal seperti kamu!" ucap Dimas dengan menyeringai.


"Dim...asss...ampun...akhh...." Arieska memejamkan matanya saat tangan Dimas memainkan puncak kecil di kedua dadanya dengan gemas. Tubuh Arieska bergetar dengan hebat seperti mendapatkan terjangan badai karena ulah Dimas.


Bak bayi yang kehausan dan karena gairah yang sudah memuncak. Dimas menyesap put*ng dada Arieska dengan rakus. Entah sejak kapan Dimas sudah melepas penghalang dua gunung kembar tersebut. Arieska yang diperlakukan seperti ini merasa nikmat bahkan ia ikut menikmati apa yang dilakukan Dimas kepadanya.


Arieska juga merasakan sesuatu yang mengeras di bawah sana tetapi ia yakin Dimas tidak akan melakukan sesuatu lebih dari ini kepadanya. Dimas melepaskan hisapannya, napasnya menderu menatap manik mata Arieska dengan dalam.

__ADS_1


"Ayo kita menikah!"


__ADS_2