Cinta Yang Sempurna

Cinta Yang Sempurna
Cinta yang sempurna


__ADS_3

episode 142


.


.


.


.


Revandra mengepalkan kuat tangannya kala mendengar laporan dari Romi jika Davian berhasil kabur, dengan kecepatan maksimal Revandra mengendarai mobil, dibelankangnya juga ada beberapa mobil anggota EangleBlood yang mengawalnya.


hal itu membuat Nada sangat heran, sesekali Nada menatap Revandra yang membuang tatapannya kesegala arah,


" apa ada masalah ??" tanya Nada lembut.


Revandra menarik nafas panjangnya. "hanya masalah kecil, kau tenang saja ya.." jawab Revandra sambil mengusap pipi Nada.


Nada mengangguk pelan, ia percaya pada suaminya karna selama ini Revandra selalu jujur dalam segala hal.


" bolehkah q bertemu kak Alika ??" tanya Nada ragu-ragu.


Revandra menerbitkan senyumnya, agar sang istri tidak takut pada sikapnya." iya, q akan mengantarmu, tapi.."


" tapi kenapa ??" timpal Nada.


" Alika dirawat dirumah sakit, tadi Romi menghubungiku dan memberitaukan hal itu, apa kau akan kerumah sakit ??" ucap Revandra.


" tentu saja, kak Alika sakit apa ?? apa Romi tau ??" balas Nada.


Revandra hanya menggelengkan kepalanya.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang, akhirnya mobil Revandra masuk kehalaman Rumah sakit dimana Romi.menginformasikan, ternyata disana ada Romi dan Yohan yang sudah menyambut mereka berdua dengan menunduk. Nada merasa heran dengan dua asisten suaminya.


" kalian kenapa ??" tanya Nada.


" tidak ada nyonya, silahkan masuk nyonya." jawab Romi singkat. Nada hanya mengangguk pelan.

__ADS_1


" kau masuklah dulu, ada yang mau q bicarakan pada mereka berdua. kau tidak apa-apa kan ??" ucap Revandra.


Nada membalas dengan anggukan dan senyuman. ia kemudian melangkah meninggalkan suami dan kedua asisten itu.


" siapa yang melakukannya ??" tanya Revandra dengan menatap kepergian sang istri.


" seseorang menggunakan pakaian serba hitam tuan, jika dilihat dari posturnya ia adalah seorang wanita, dia meledakkan dinding bagian belakang tepatnya disebelah sel untuk jalan mereka keluar." jawab Yohan.


Revandra mengepalkan kuat tangannya, selama ini tidak ada yang bisa menembus penjagaannya, namun kini hanya seorang wanita bisa dengan mudah melumpuhkan anggotanya.


.


.


Nada sudah sampai diruanh rawat kakaknya, ia mengetuk pintu beberapa kali hingga terlihat Kennan membukakan pintunya. Kennan terkejut kala melihat Nada sudah dirumah sakit.


" Nada.. kau sudah kembali ?? masuklah.." ucap Kennan. Nada mengikuti tatapan Kennan dan masuk kedalam ruangan itu.


terlihat Darren yang terduduk disofa panjang dan Alika yang terbaring lemah diatas brankar.


" kakak... kakak sakit apa ?? kenapa bisa sampai seperti ini " tanya Nada sambil duduk disamping Alika


" kakak tidak sakit apa-apa hanya kecapekan saja. bagaimana kondisimu ?? kau sudah baik ??" Alika.menjawab dengan menerbitkan senyum diwajah pucatnya.


" q sudah lebih baik kak," jawab Nada pelan.


" Nad, mana Revandra ??" tanya Darren.


" ada diluar bersama Romi dan Yohan, entahlah mungkin mereka sedang ada masalah." jawab Nada singkat.


Alis Darren bertaut, hingga ponselnya berbunyi, segera ia meraihnya,


" ada apa ??" jawab Darren kala tau siapa yang menghubunginya.


" q akan kemarkasku, tolong jaga Nada. Davian berhasil kabur, q harus segera menemukannya." ucap revandra pada sambungan telfonnya.


" apa ?? bagaimana bisa-

__ADS_1


" kecilkan suaramu jangan sampai Nada kawatir ?!!! q akan mengurusnya, kau jaga Nada saja, jika ia akan pulang tolong kau antar kemanapun dia pergi.."timpal Revandra.


" baiklah.." jawab Darren. sambungan panggilan terputus. ia berbalik dan menatap Nada yang melihatnya penuh tanya.


darren hanya membuang tatapannya kesegal arah, ia lalu beralih duduk sisofa bersama kennan.


" apa Revandra yang menghubungimu kak ??" tanya Nada mengintimidasi.


" ah.. iya, dia ada rapat mendadak. jadi dia harus segera pergi. dia memintaku menjagamu." jawab Darren singkat.


" kenap tidak menghubungiku !!" gerutu Nada.


Alika meraih tangan Nada. " jangan berfikir yang bukan-bukan, Pasti ada masalah yang mendesak hingga ia harus pergi tanpa memberitaumu." hibur alika.


Nada mengangguk pelan. ia kemudian membalas senyum Alika, agara sang kakak tidak bersedih dengan sikapnya.


.


.


.


maaf ya men-temen.. pekerjaan rumahku.menumpuk..😭😭😭


badan juga kurang fit..


jadi ngk bisa rutin nih.. tapi tetap q usahain meski cuma 1 bab pasti up ..


tetap ramaikan kment dan juga Like nya ya..


terima kasih..


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2