Cinta Yang Sempurna

Cinta Yang Sempurna
Bab 85~ (Restu?)


__ADS_3

...Jangan lupa like, vote, dan komentar yang banyak ya. Share juga cerita ini ke teman-teman kalian ya agar semakin banyak yang baca cerita ini....


...Happy reading...


****


"APA YANG KALIAN LAKUKAN?" teriak Mama Erika dengan syok. Mama Erika sengaja ingin memberikan kejutan kepada sang anak tentang kedatangannya yang lebih cepat bersama dengan sang suami, tetapi ternyata dirinya yang dibuat terkejut menyaksikan adegan live yang ia tonton sekarang. Mama Erika memegang dadanya, syok membuat mama Erika tidak bisa berkata apa-apa lagi.


Kedua anak muda di depannya benar-benar keterlaluan. Sedangkan Dimas bersikap biasa saja, ia membetulkan selimut yang menutupi tubuh keduanya. Dan bagaimana dengan Arieska, gadis itu yang pasti sudah sangat gugup ketika mendapatkan tatapan tajam dari sang mama.


"Mama kenapa berteriak? Ada apa?....ASTAGA APA YANG KALIAN LAKUKAN?" teriak Papa Haris dengan marah. Ia baru saja meletakkan koper-koper miliknya dan istri tetapi baru saja ia sampai dirinya sudah dikejutkan adegan ranjang anaknya dengan pria ia benci.


"Sesuai yang apa yang Om dan Tante lihat dan pikirkan," jawab Dimas dengan santai.

__ADS_1


Entah harus merasa beruntung atau sial yang Dimas rasakan saat ini yang jelas Dimas merasa senang ketika kedua orang tua Arieska melihatnya dengan Arieska beradegan ranjang ya walaupun mereka belum melakukan inti dari adegan yang mereka lakukan saat ini.


"Brengs*k! Kamu benar-benar brengs*k Dimas!" ucap Papa Haris tersulut emosi dengan apa yang Dimas katakan barusan.


"P-pa, kami bisa jelaskan semuanya. Papa dan Mama jangan marah kepada Dimas," ucap Arieska dengan lirih.


"Jelaskan apa? Jelas-jelas kalian melakukan adegan yang tidak senonoh! Kamu tahu, kan Arieska? Lelaki yang berada di samping kamu itu adalah seorang gay dan dia pernah membuat kamu terluka hingga kamu kristis dan kami hampir kehilangan kamu karena lelaki bajing*n itu! Sadar Arieska, dia bukan lelaki yang baik untuk kamu!" sentak Papa Haris begitu marah.


"Dimas bukan lelaki brengs*k atau bajing*n, Pa. Dimas sudah berubah seharusnya Papa tidak lagi mengingat masa lalu itu! Kami saling mencintai, Pa!" ucap Arieska tidak terima jika Dimas di sebut lelaki tidak baik untuknya.


"Apa yang bisa buat kami percaya kepada seorang gay seperti kamu. Masa depan anak saya akan hancur ketika menikah dengan lelaki penyuka sesama jenis seperti kamu walaupun kamu bisa menyukai perempuan tetap saja kami tidak akan merestui hubungan kalian," ucap Mama Erika dengan menggebu.


"Ma, jangan egois please! Aku mencintai Dimas. Mana tahu kan sejak dulu aku sangat mencintai Dimas? Mama dan Papa kenapa masih egois? Kalian tahu tidak? Selama ini aku kesepian semenjak kepergian Kejora kalian sibuk bekerja, bekerja, dan bekerja. Kalian terus meratapi kepergian Kejora dan saudaraku yang lainnya. Tetapi kalian tidak pernah memperhatikan aku dengan benar, seakan perhatian kalian hanya formalitas saja saat kalian di rumah. Pernah tidak kalian memikirkan bagaimana mentalku selama ini? Pernah tidak kalian menanyakan bagaimana sedihnya aku saat di bully oleh teman-teman sekolahku? Saat itu hanya Dimas yang pasang badan untuk melindungku."

__ADS_1


Arieska menjeda sejenak ucapannya. Ia menatap ketiga orang yang berada di kamarnya dengan pandangan yang menyayat hati. Segala uneg-uneg di hatinya akhirnya keluar juga tentang bagaimana kedua orang tuanya yang memperhatikan dirinya hanya sekedar saja, selama ini Arieska diam tetapi tidak untuk sekarang karena ia merasa kedua orang tuanya sangat egois sekali dalam menentukan kehidupannya sendiri. Arieska berhak memilih pasangan hidupnya sendiri dan kenapa kedua orang tuanya masih saja sangat egois hanya karena masa lalu Dimas?


"Mama dan Papa memang menyayangiku tetapi kalian lupa jika aku membutuhkan dukungan dari kalian. Aku berhak memilih hidupku sendiri, aku berhak untuk menentukan jalan hidupku sendiri, aku berhak untuk mencintai Dimas tidak peduli masa lalu Dimas seperti apa karena aku sangat paham dan mengerti bagaimana hancurnya Dimas karena kehancuran keluarganya sendiri. Tolong Ma, Pa, pahami perasaan Arieska hiks...hiks..."


"Ssttt...jangan menangis Sayang!" ucap Dimas dengan lirih.


Dimas baru tahu jika dirinya sangat berarti untuk Arieska. Ia tidak tahu jika selama ini Arieska juga memendam semua kesakitannya sendiri, ia memeluk Arieska dengan erat untuk menenangkan Arieska yang saat ini sudah terisak.


"Arieska, Mama...." Mama Erika tercekat. Ia tidak bisa mengeluarkan suaranya saat melihat anaknya menangis tersedu di pelukan Dimas. Ternyata selama ini ia menjadi ibu yang sangat egois untuk anaknya, ternyata selama ini segala perhatiannya belum cukup membuat Arieska bahagia dan tidak merasa kesepian, ternyata selama ini anaknya menyimpan sejuta kesakitan seorang diri tanpa dirinya tahu sedikit pun.


"M-maafkan Papa, Nak," gumam Papa Haris dengan lirih.


"Apa setelah ini kalian tetap tidak merestui kami? Jika iya, maka dengan terpaksa saya akan membawa Arieska pergi bersama saya dan saya tetap akan menikahi Arieska dengan atau tanpa restu kalian!" ucap Dimas dengan tegas.

__ADS_1


Papa Haris dan mama Erika saling memandang satu sama lain. Keduanya menghela napas dengan perlahan.


"Atur saja tanggal terbaik untuk pernikahan kalian!"


__ADS_2