
episode 153
.
.
.
.
Celine sudah bersiap dengan pasukan miliknya. kini ia sudah berada didalam mobil yang melesat menuju markas EangleBlood. senyum licik menghiasi wajah wanita itu.
anggota Celine tidak main-main, semua memilik tubuh besar dan kekar, bahkan wajahnya nyaris tanpa ekspresi. dia juga telah membagi menjadi 3 kelompok anggotanya.
setelah perjalanan yang cukup lama akhirnya Celine dan rombongannya sampai dimarkas EangleBlood. tanpa menunggu ia turun diikuti seluruh anggotanya. EangleBlood yang tau segera bersiap menyambut penyerangan itu.
" kau cukup waspada juga Revandra ... kita lihat siapa yang akan berakhir disini " gumam Celine sambil matanya menyapu kesegala arah, namun ia tidak menemukan Revandra. hanya para anggota EangleBlood yang sudah bersiap dengan senjatanya.
" serang mereka !!! dan cari Revandra !! perintah Celine. para pria berbadan kekar itu mulai menyerang anggota EangleBlood. tendangan, bogeman, tembakan memenuhi halaman markas.
Dengan tatapan mata yang tajam, Celine memasuki Markas itu. setiap pintu ia dobrak agar ia segera menemukan pemimpin anggota EangleBlood itu.
Amarahnya semakin menjadi kala anggotanya mengatakan jika Revandra memang tidak ada dimarkas itu.
" brengsek kau Revandra !!!" teriak Celine sambil menembaki anggota EangleBlood yang bertahan.
door..
door..
dorr..
door..
" ratakan markas ini !!! " peritah Celine. sambil berbalik keluar menuju mobilnya.
" baik nyonya !!" jawab anggota celine
" ternyata dia sudah tau rencanaku !!! shitt !!!" umpat Celine didalam mobil. tanpa.menunggu anggotanya celine menancap gas mobilnya melesat meninggalkan markas EangleBlood.
dan..
__ADS_1
doomm...
doomm..
doommm.
Beberapa kali suara dentuman keras terdengar, Celine berhasil merobohkan markas besar milik EangleBlood. semua anggotanya segera menyusul Celine setelah memastikan jika markas itu sudah rata dengan tanah.
sementara itu Revandra yang juga berada didalam mobil meraih ponselnya yang berbunyi
" bagaimana ??" tanya Revandra.
" sesuai rencana tuan, mereka menuju mansion anda." jawab gondrong.
" kau segera kembali. bantu keluargaku menghadapi wanita iblis itu sampai q datang."perintah Revandra.
" baik tuan." balas gondrong panggilan pun berakhir.
kali ini Revandra pergi seorang diri tanpa asistennya, hanya beberapa anggota yang ia bawa. kedua asisten dan anggota yang lain ia perintahkan untuk tetap dimansion miliknya.
dengan kecepatan tinggi Revandra menembus kesunyian malam. sesekali ia mencekram setir mobil dengan tatapan mata yang tajam.
.
.
door..
door..
door..
door..
mobil berhenti dan celine langsung turun.
" keluar kau Revandra !!! kau tidak akan bisa bersembunyi dariku !!!" teriak Celine.
seluruh anggota Celine bahkan sudah melawan anggota EangleBlood yang berada disana.
Romi dan Yohan langsung melawan anggota Celine yang berbadan kekar-kekar itu,
__ADS_1
Darren, Alika dan Kennan berdiri didepan pintu dengan senjata ditangan masing-masing.
Celine tersenyum licik " hah !! ternyata Pemimpin EangleBlood itu seorang pecundang !! bisa-bisanya dia bersembunyi seperti ini !!"
" hentikan ocehanmu !! kau harus melawanku dulu jika ingin melawan adik iparku !!" tantang darren.
" sombong !! bahkan membunuhmu adalah hal mudah untukku." Celine berlari menghajar Darren. darren berusaha menahannya dengan kedua tangannya, Celine memang seorang wanita, namun bagi darren kekuatan Celine memang hebat,
bukk...
buuk..
dagg..
dagg.
darren seakan kuwalahan menghadapi celine, namun ia berusaha bertahan.
Alika yang melihat darren kesulitan hendak membantu, namun dia sendiri sedikit susah mengalahkan lawannya, anggota Celine memang pria kuat semua, bahkan sayatan belati tidak terasa bagi pria kekar itu.
srrett..
srreett..
dorr..
door...
door..
" Alika ?!!!"
.
.
.
.
Alika dan kennan mulai menghajar anggota Celine yang berbadan kekar.
__ADS_1