Cinta Yang Sempurna

Cinta Yang Sempurna
Bab 61~ (You are Mine!)


__ADS_3

...Hei aku kembali masih dengan part Dimas dan Arieska. Semoga kalian suka. Jangan lupa like, vote, dan komentar sebanyak-banyaknya....


...Happy reading...


****


Kehadiranmu bagaikan mimpi bagiku. Bisa memandangmu sesuatu yang kuharap sejak dulu. Kamu tahu? Hanya kamu satu-satunya wanita yang mampu membuatku gila karena kehilanganmu di masa lalu karena kebodohanku. Aku ingin merengkuhmu lebih lama sampai napasku tak lagi berhembus, tidak ada yang boleh memilikimu selain aku karena kamu milikku untuk selamanya. You are Mine!


...~Dimas Anggara~...


*


"KAMU PUNYA AKU! TIDAK ADA LELAKI YANG BISA MEMILIKIMU SELAIN AKU! KAMU TAHU SETIAP HARINYA AKU MERINDUKANMU SAMPAI DADA INI BEGITU SESAK, BERHARAP KAMU KEMBALI KE RUMAH INI!" teriak Dimas begitu menggebu karena ia ingin Arieska tahu jika dirinya menunggu Arieska selama tiga tahun ini sampai-sampai Dimas merasa sesak karena merindukan gadis yang berada di depannya ini.


Jujur, Dimas sangat terpana dengan kecantikan Arieska sekarang, ia ingin memeluk Arieska dengan erat dan rasa cemburunya dua kali lipat dari sebelumnya.


Jangan tanyakan perasaan Arieska sekarang, ia sangat senang dengan pengakuan Dimas yang terlihat begitu jujur dan tegas, Arieska ingin memeluk Dimas dengan erat karena terharu tetapi gadis itu mencoba menahannya karena ia ingin Dimas lebih berjuang untuk mendapatkannya.


Grep...


Cukup sudah. Dimas tidak tahan untuk tidak memeluk Arieska dengan erat, ia mengirup wangi tubuh Arieska dengan rakus sampai memenuhi rongga pernapasannya, sangat tenang dan masih hangat seperti dulu.


Sementara itu Arieska terlihat sangat mematung karena tiba-tiba saja Dimas memeluknya, tentu saja Arieska senang detak jantungnya menggila karena harum maskulin tubuh Dimas menusuk indra penciumannya hingga Arieska benar-benar dibuat nyaman dan tak ingin melepaskan pelukan ini, tetapi gengsi mengalahkan perasaannya untuk saat ini.


"Lepas, Dim!" ucap Arieska memberontak di pelukan Dimas.


"Enggak akan!" ucap Dimas dengan tegas.


"Dim, gue..."


"Aku kangen kamu Arieska. Tidak bisakah kamu merasakan rasa rindu itu pada diriku saat ini?" ucap Dimas dengan lirih.


"Gue juga sangat merindukan lo, Dim!"

__ADS_1


"Gue gak rindu lo sama sekali," ucap Arieska dengan datar sangat berbeda dengan kata hatinya saat ini.


"Bohong!" teriak Dimas dengan hati yang berdenyut sakit. "Aku bisa merasakan itu. Kamu juga merindukan aku, Arieska!" ucap Dimas dengan tegas.


"Lo kenapa sih? Baru ketemu langsung seperti ini. Bukannya lo benci gue? Gue itu jelek, gendut, dan selalu menyusahkan lo! seharusnya lo gak gini!" ucap Arieska dengan napas yang memburu dan mengeluarkan isi hatinya yang merasa aneh dengan perubahan Dimas. Sungguh Arieska sudah melewatkan hal penting di diri Dimas selama ini tetapi Arieska senang dengan perubahan Dimas untuknya.


"Sudah marah-marahnya?" tanya Dimas saat mendengarkan keluh kesah Arieska. Dimas menangkup wajah Arieska dengan kedua tangannya.


"Belum!" jawab Arieska dengan datar dan entah mengapa membuat Dimas gemas dengan Arieska sekarang.


Cup...


Arieska melebarkan kedua matanya karena mendapat ciuman mendadak dari Dimas tepat di bibirnya. Dan itu berhasil membuat degup jantung Arieska kembali menggila.


"Aku sayang kamu!" ucap Dimas dengan jujur.


"Gue gak sayang lo!" ucap Arieska dengan datar.


"Aku Sayang bukan gue!" protes Dimas.


Kedua pipi Arieska memerah saat Dimas memanggilnya dengan sebutan 'sayang'. Telinganya masih berfungsi dengan baik, kan? Ia tidak mungkin salah mendengar, kan? Apa ada yang mendengar Dimas memangil Arieska dengan sebutan sayang? Jika iya tolong katakan pada Arieska sekarang.


"L-lo ngomong apa tadi?" tanya Arieska dengan gugup.


"Yang mana?" tanya Dimas dengan menaikkan satu alisnya menatap Arieska dengan tersenyum.


"Lupakan!" ucap Arieska dengan ketus. "Sekarang lo pulang! Gue mau istirahat!" usir Arieska dengan suara ketusnya.


Arieska menepis tangan Dimas yang berada di kedua pipinya. Ia mengambil laptopnya, tak lupa juga ia mengambil ponselnya yang berada di kantong celana Dimas, ia tidak peduli dengan reaksi Dimas saat ini. Arieska berjalan masuk ke dalam kamarnya dan dengan santainya Dimas mengikuti Arieska masuk ke dalam kamar gadis itu karena ia tahu gadis itu masih marah kepadanya.


"Lo kenapa ikut masuk?" tanya Arieska dengan dingin.


"Masih kangen!" jawab Dimas dengan santai.

__ADS_1


"Gue sudah punya calon suami dan sebentar lagi gue akan nik..."


"YOU ARE MINE!" ucap Dimas penuh penekanan membuat Arieska menelan ludahnya dengan kasar saat melihat kilatan api cemburu terlihat jelas di mata Dimas.


"Gila! Sejak kapan gue jadi milik lo?" ucap Arieska dengan dingin.


"Sejak tiga tahun lalu!" jawab Dimas dengan tegas.


Arieska tidak lagi bisa berkata-kata, ia mengatur napasnya untuk menormalkan detak jantungnya.


"Gue gak mungkin nikah sama gay!" ucap Arieska dengan datar.


Dimas menyeringai. Arieska sepertinya sengaja menghindarinya, gadis itu seperti menguji kelakiannya sekarang.


"Gue bukan gay! Lo mau bukti?" ucap Dimas menyeringai.


"M-maksud lo?" tanya Arieska dengan gugup.


"Sentuh dia!" ucap Dimas memgambil tangan Arieska dan ia letakkan pada miliknya yang sudah bereaksi saat tangan Arieska menyentuhnya.


"DIMAS!"


****


Arieska benar-benar tidak bisa tidur karena mengingat aksi gila Dimas. Bahkan dengan tak merasa bersalah sedikit pun lelaki itu tertidur di sampingnya dengan memeluk pimggangnya dengan erat seakan takut kehilangannya lagi.


Kalian bisa membayangkan saat tangan Arieska menyentuh pusaka Dimas yang sudah lama mati dan tidak berselera dengan wanita kini kembali bergerak hidup saat ia sentuh. Bahkan dengan santainya Dimas memegang erat tangannya agar tidak pergi dari gundukan yang berasal dari pusaka Dimas. Apakah bentuknya masih besar seperti dulu? Atau lebih besar karena sudah bisa hidup?


Arieska menggelengkan kepalanya menepis pikiran kotor yang mulai bersarang di otaknya saat ini.


"Tidur, Sayang. Atau mau begadang bersamaku untuk berbagi kehangatan dan peluh bersama?" ucap Dimas dengan pelan dengan mata yang masih terpejam.


Arieska yang paham dengan ucapan Dimas langsung memejamkan matanya dengan erat, ia sangat takut dengan ucapan Dimas. Dimas yang membuka matanya perlahan langsung terkekeh melihat Arieska.

__ADS_1


Cup.


"Pacar pintar!"


__ADS_2