Cinta Yang Sempurna

Cinta Yang Sempurna
Pernikahan di Atas Luka


__ADS_3

Andari berusaha untuk tersenyum saat Arini menghubunginya melalui ponsel, mengatakan ia siap untuk menikah dengan Fahri. Mereka kemudian membuat janji bahwa besok pagi mereka akan berangkat ke rumah sakit untuk memeriksa kesehatan Arini sebelum ia melakukan pernikahan dengan Fahri.


"Kuatkan aku ya Allah," Andari menghapus air mata yang tiba-tiba saja keluar dari kedua matanya, membasahi pipinya kini.


Pintu kamar terbuka. Tampak Fahri dengan wajah lelah. Ia baru pulang dari Rasau Jaya. Memantau pembangunan perumahan baru di sana. Sudah hampir tiga bulan perumahan itu baru selesai enam puluh persen.


"Aku sudah menyiapkan air panas Bang."


Setelah mandi mereka makan malam.


"Ada yang ingin aku bicarakan dengan Emak dan juga Bang Fahri."


"Soal apa?" tanya Nurpiah tak sabar sambil memasukkan sesuap nasi ke dalam mulutnya.


"Arini bersedia menikah dengan Bang Fahri."


Fahri berhenti dari kegiatan makannya. Wajahnya berubah menjadi keruh.


"Bang," Andari meremas kelima jari Fahri untuk menenangkannya.


"Bagus, bile nak ke rumah sakit untuk check kesehatan?" Nurpiah bertanya tak peduli dengan perubahan sikap yang ditunjukan oleh Fahri.


"Besok pagi Mak, Insya Allah."


Esok paginya sekitar jam sembilan pagi, Arini ditemani Andari check kesehatan di rumah sakit yang sama tempat Andari dan Fahri melakukan check kesehatan.


Setelah melakukan serangkaian tes kesehatan dokter menyatakan bahwa tidak ada masalah dalam diri Arini yang dapat menghalanginya memiliki anak.

__ADS_1


Pernikahan kemudian direncanakan seminggu lagi. Besoknya Arini memberi tahu kedua abangnya. Mereka begitu senang awalnya, adik mereka akhirnya menikah. Setidaknya ada laki-laki yang nantinya akan bertanggung jawab atas diri Arini. Setelah kedua orangtua mereka meninggal beberapa tahun lalu, kedua abangnya otomatis bertanggung jawab atas dirinya.


Semua berubah setelah Arini mengatakan ia akan menikah dengan Fahri dan akan menjadi istri kedua Fahri. Kedua abangnya kaget terutama kedua kakak iparnya.


"Kau gile nak kawen dengan laki orang," berkata Astri istri dari Bang Riswan, menatap tak percaya ke arah Arini. Mereka sekarang berkumpul di rumah Arini sambil menikmati malam yang tadi ia buat bersama kedua kakak iparnya. Sebenarnya ini rumah ini milik orang tua mereka karena Arini anak bungsu orangtua mereka mewariskan rumah ini ke Arini.


Arini tadi memang sempat menghubungi kedua abangnya untuk datang kemari karena ia ingin bicara soal pernikahannya ini.


"Ndak ada laki-laki lain ke Rin sampai kau harus menikah dengan laki orang?" kali ini yang bertanya Marwah istri dari abangnya yang nomor satu . Ia lalu menyerahkan piring berisi nasi ke suaminya.


"Sebenarnya Andari yang meminta agar aku mau menjadi istri kedua Bang Fahri."


"Kau sudah yakin dengan keputasan mu Dek?" Ian abangnya yang nomor satu sekarang bertanya. Ia lalu mengambil piring berisi nasi dari tangan Marwah. Ia lalu mengambil satu potong kepala ikan manyung yang dimasak asam pedas dari dalam mangkuk kaca di hadapannya.


"Insya Allah Bang."


'Tapi berat Bang jadi istri kedua," kata Astri lalu menyerahkan piring berisi nasi ke Riswan.


"Tapi kenapa Andari meminta kamu untuk menjadi istri kedua suaminya?"


"Andari ada sedikit masalah dengan saluran telurnya."


"Kesimpulannya Andari mandul."


"Begitulah."


"Lalu ia meminta kamu menikahi suaminya?"

__ADS_1


"Mak Fahri yang meminta agar Fahiri menikah lagi dan Andari setuju."


"Pasti Mak Fahri sudah tidak tahan untuk menimang cucu jadinya ia menyuruh Fahri untuk menikah lagi."


***


Seminggu kemudian sehari sebelum dilangsungkan pernikahan, Arini mulai betangas yaitu mandi uap dengan menggunakan rempah agar wangi dan juga segar tubuhnya saat melakukan pernikahan esoknya.


Akad nikah dan resepsi pernikahan diadakan di rumah adat Melayu. Dari rumah Fahri iring-irangan pengantin pria bergerak menggunakan beberapa mobil, membawa barang hantaran berupa make up, handuk, bed cover hingga mukena yang dibentuk sedemikian rupa, seperti handuk yang dibentuk menjadi bentuk beruang. Mukena yang dipasangkan ke boneka barbie sehingga boneka itu seolah memakai baju muslimah.


Tidak ketinggalan uang asap yang dimasukan ke dalam kempu durian dan juga air mawar serta pokok telok dan pohon manggar serta rumah jebah untuk wadah daun sirih. Dua mobil pick up digunakan untuk membawa rombongan orang yang membawa hantaran serta alat musik tanjidor untuk melantunkan lagu Islami, mengiring pengantin pria menuju tempat akad dan resepsi pernikahan.


Beramak muke Fahri. Tak berani ia menatap secara langsung para tamu Undangan yang datang memenuhi undangan pernikahan keduanya. Nyaris penuh rumah adat Melayu akan tamu undangan. Sama seperti pernikahan pertamanya, Ibunya memang turut campur atas pernikahan keduanya ini. Ibunya ingin pernikahan kedua Fahri harus sama meriahnya dengan pernikahan Fahri yang pertama. Padahal Fahri ingin pernikahan keduanya dilangsungkan secara sederhana saja. Apa pendapat para tamu undangan mengenai pernikahan keduanya? entahlah, Fahri tak ingin memikirkannya.


Ia menatap sekilas Andari yang duduk di sebuah kursi tak jauh dari pelaminan. Apakah yang dirasakan Andari saat ini melihat suaminya menikah lagi? Ia tak dapat membaca wajah Andari saat ini yang selalu tersenyum ke arahnya dan juga Arini. Sesekali tampak Andari menyalami para tamu undangan.


Malamnya setelah usai acara resepsi pernikahan di kamar pengantin, Fahri berbaring diam, menatap langit-langit kamar. Arini yang berbaring di sebelahnya dalam posisi menyamping, menatapnya, tak berani mengusik kebisuan suaminya. Arini tahu perasaan Fahri saat ini sama sepertinya t**ak tentu rudu.


Andari yang berada di kamarnya, berusaha untuk menahan air matanya tapi tak bisa. Hatinya terus menguatkannya agar mengikhlaskan dengan apa yang telah ia pilihkan untuk suaminya.


CATATAN


Kempu durian: Cepu berbentuk buah durian


Pokok telok: Pohon telur, biasanya dibuat menggunakan bahan seperti kawat, kertas,atau plastik warna-warni tergantung selera yang mempunyai hajat pernikahan. Bahan ini kemudian dirangkai menjadi bentuk bunga lalu telur yang telah direbus diletakan di wadah yang terdapat di rangkaian bunga yang dibuat dari lilitan kawat. Bunga-bunga yang telah diberi telur lalu ditancapkan dipotongan gabus berukuran besar atau potongan batang pisang. Di bawah gabus atau batang pisang diberi semacam dudukan terbuat dari kayu, agar gabus atau batang pisang bisa berdiri tegak.


Beramak muke: kalimat ini digunakan untuk menggambarkan seseorang yang menangung malu yang teramat sangat.

__ADS_1


__ADS_2