
episode 164
.
.
.
Semua sudah berkumpul diruangan Revandra, Wajah lesu Yohan menjadi pusat perhatian Nada dan yang lainnya.
"kau kenapa Yo ??" tanya Nada sambil menyiapkan makanan dibantu Sonia.
" tidak apa-apa Nad, q baik " jawab Yohan lemah, Revandra menautkan alisnya ketika mendengar Yohan memanggil nama istrinya, Yohan sendiri yang tidak fokus sama sekali tidak menyadari jika mulutnya menyebut Nada dengan namanya.
" tapi wajahmu kusut sekali !! tidak mungkin jika tidak ada masalah " timpal Sonia.
Yohan hanya menarik nafas dan membuangnya secara kasar,
ia mendudukkan tubuhnya disamping Romi begitu saja.
" kau ditolak ??" tanya Romi singkat.
Yohan hanya memanyunkan bibirnya, dan mengangguk pelan.
" ha...ha...ha..." tawa Romi pecah. sontak hal itu membuat Nada, sonia bahkan Revandra terheran-heran, selama ini Romi terkenal dengah wajah dingin dan tanpa ekspresi, seketika Romi terdiam ketika menyadari jika dia diperhatikan semuanya.
" kau sahabat yang jahat !!" gerutu Yohan
" wahh.. q tidak menyangka, jika kau bisa merubah Romi Sonia .." puji Nada.
Sonia hanya menerbitkan senyumnya." q juga sangat bangga nyonya.." Sonia berkata demikian sambil memandang Romi penuh cinta.
Revandra hanya menggelengkan kepalanya ketika melihat tingkah bawahannya. dia hanya menjadi pendengar tanpa mau berkomentar.
tiba-tiba saja ponselnya berbunyi dengan segera ia meraihnya dan mengangkat panggilan.
" halo." ucap Revandra
__ADS_1
" Kau dimana ??" tanya Darren. ya, darren yang menghubungi Revandra.
" tentu saja dikantor, ada apa ??" jawab Revandra singkat.
" ada yang mau q bicarakan, tapi berdua saja, q tidak ingin Nada kawatir lagi" terang Darren.
" baiklah. nanti datanglah dimarkasku." balas Revandra.
" iya, oh ya, q minta senjata terbarumu lagi ya nanti. " kata Darren.
" bukannya kemarin kau sudah mengambil satu, apa masih kurang ??!!" protes revandra.
" ayolah.. kau ini pelit sekali !! q ini ka-"
" baiklah, hentikan ocehanmu itu !!" timpal Revandra.
" nah begitu dong .. q tutup dulu ." Darren menutup panggilannya,
revandra hanya membuang nafas dengan kasar.
" iya." jawab Revandra sambil menerbitkan senyumnya.
Nada menyerahkan piring berisikan menu lengkap untuk makan siang suami tercintanya, acara makan siang dikantor berlangsung dengan tenang.
Yohan yang sedang tidak bersemangat hanya memutar-mutar sendoknya.
" makan yang benar Yo !! jika tidak ingin makan keluar saja !!" tegur Revandra.
gelagapan Yohan " iy..iya tuan, maaf." jawab Yohan sambil menunduk
" tenang saja, q pasti akan membantumu" timpal Nada.
" apa yang akan kau lakukan ??!!" timpal Revandra.
" tidak ada, sudah makanlah.. " balas Nada.
dengan senyum manisnya, dan
__ADS_1
makan siang pun berlanjut.
.
.
Mike menghentikan mobilnya tepat didepan perusahaan Ambara group, setelah mengantar Zakia kerumah, Mike mengantar Nurra kembali kekantornya.
" terima kasih kak Mike, q masuk dulu ya.." pamit Nurra. namun tangannya ditahan Mike.
mata keduanya saling beradu,
" ada apa ??" tanya nurra ragu.
" ada yang ingin kutanyakan." jawab mike serius.
Mike mengatur nafasnya " nurra, q bisa menerima jika kau masih menyimpan rasa pada darren, tapi q harap kau mau jujur padaku, agar q bisa menyikapi disetiap keadaan.." ucap mike penuh keseriusan.
nurra beberapa kali menelan ludah dengan kasar, dia merasa bersalah pada Mike,
" kak Mike, maafkan q, sikapmu terlalu berlebihan. untuk darren, dia hanya masa laluku, dan kakak adalah masa depanku, sekarang masih canggung bagiku karna darren adalah cinta pertamaku, maafkan q kak.. q akan berusaha untuk lebih menjaga perasaan kakak.." balas Nurra dengan air mata yang mengalir begitu saja.
"jangan menyalahkan dirimu, maafkan q juga yang tidak menyadari ketulusanmu. malah meragukanmu.." ucap Mike sambil mengusap air mata Nurra.
Nurra mengangguk pelan. Mike menarik Nurra dalam pelukannya.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1