
...Ayo ramein part ini agar aku kembali semangat update ya....
...Happy Reading...
*****
Rasyad memandang sang istri dari cermin rias. Ia tersenyum saat wajah sang istri terlihat lebih fresh setelah mandi bahkan dengan perhatiannya Rasyad menyisiri rambut istrinya dengan perlahan.
"Sudah baikan?" tanya Rasyad dengan lembut.
Jelita mengangguk dengan perlahan. Ia tersenyum mendongak agar bisa menatap wajah tampan suaminya. "Terima kasih Mas," ucap Jelita dengan tulus. Ternyata Rasyad benar-benar sudah berubah, mata lelaki itu terlihat sangat tulus mencintainya.
"Untuk?" tanya Rasyad dengan meletakkan dagunya di atas kepala sang istri.
"Untuk hari ini. Untuk rasa nyaman yang Mas berikan kepadaku," ucap Jelita dengan tulus yang membuat Rasyad tersenyum. Perlahan dinding es yang ada di hati istrinya mulai mencair dan Rasyad akan terus mencairkan dinding es itu hingga kembali terasa hangat bersamanya.
"Sudah kewajiban Mas untuk membuat kamu merasa nyaman dengan Mas," ucap Rasyad dengan tersenyum.
__ADS_1
Keduanya sama-sama terdiam dengan tatapan yang sangat dalam. Hingga Rasyad mendekatkan wajahnya ke wajah sang istri, bibir Rasyad mengecup bibir Jelita dengan lembut. Jelita memejamkan matanya kala bibir Rasyad bergerak menguasai bibirnya. Ini kedua kalinya mereka terlihat intim setelah malam panas yang mereka lalui waktu itu.
"Mas ingin bercinta dengamu," ucap Rasyad dengan gairah yang tampak berkobar di matanya sekarang.
Jelita hanya diam saat Rasyad menggendong tubuhnya. Ia mengalungkan tangannya di leher Rasyad, tatapan keduanya sangat sayu. Rasyad merebahkan tubuh istrinya di atas kasur dengan perlahan, ia merangkak menaiki tubuh istrinya dengan perlahan agar tidak menyakiti istrinya.
Rasyad sangat memuja istrinya saat ini hingga dirinya kembali mencium istrinya dengan lembut. Suara lenguhan sudah terdengar dari bibir Jelita, tangan wanita itu mencengkeram tangan berotot Rasyad saat kulit lehernya di hisap seperti vampir yang sedang menghisap darah manusia.
"Ahhhh..." Jelita mendesah dengan lirih. Kakinya bergerak gelisah ketika tangan Rasyad bermain nakal di atas kedua dada kenyalnya
Rasyad tersenyum tipis saat melihat sang istri sudah terangsang akan sentuhannya. Seperti nya gairah istrinya juga terpancing yang membuat Jelita bergerak seperti cacing kepanasan karena ulahnya.
Saat ini Jelita sudah setengah bertelanj*ng karena ulah Rasyad. Ciuman Rasyad kembali turun ke bawah mengecup perut sang istri dengan lembut yang membuat Jelita merinding dan mengejang dengan kuat.
"Ahh...uhhhhh.." Jelita tak bisa berkata-kata lagi ia menikmati semua permainan yang Rasyad lakukan pada tubuhnya saat ini.
Rasyad melakukan ini juga bukan hanya untuk menuntaskan gairahnya saja tetapi untuk membuat pikiran istrinya teralihkan dengan mereka yang sedang bercinta sekarang dan tidak lagi memikirkan kedatangan mama mertuanya yang bisa saja mengancam kebahagiaan istrinya.
__ADS_1
Rasyad melepas celana Jelita dengan perlahan hingga istrinya benar-benar polos sekarang di hadapannya yang membuat Rasyad meneguk ludahnya dengan kasar. "M-mas," ucap Jelita dengan gugup. Tatapan Rasyad seperti akan menerkam dirinya saat ini.
Rasyad dengan cepat melepaskan pakaiannya sendiri hingga ia juga sama-sama polos di hadapan istrinya. Saat ini miliknya sudah sangat menegang dengan sempurna, rasanya ia ingin segera menjalankan kegiatan inti mereka tetapi Rasyad tetap harus membuat istrinya terbang melayang karena sentuhannya.
Jelita menelan ludahnya dengan kasar saar milik Rasyad menyentuh pahanya. Junior Rasyad sudah sangat menegang dan siap untuk memasukinya.
"Ahhhh..." Jelita kembali di hantam kenikmatan yang suaminya perbuat kepadanya hingga tubuhnya membusung ke depan saat dirinya mendapat pelepasan pertamanya. Napasnya sudah tidak beraturan karena ulah Rasyad, lelaki itu memandang wajah Jelita dengan bibir yang terbuka, ia memainkan jarinya di sana hingga menunggu Jelita kembali tenang. Setelah merasa sang istri sudah menikmati kenikmatannya seorang diri barulah Rasyad melebarkan kedua paha Jelita, ia mendorong junior untuk masuk ke goa sempit milik Jelita.
"Uhhhh..."
"Ouhhh..."
Keduanya mendesah nikmat saat milik Rasyad sudah masuk sempurna di dalam goa milik Jelita. Rahang Rasyad mengetat seiring ia menggerakkan tubuhnya di atas Jelita dengan perlahan, gerakan perlahan itu berubah menjadi gerakan yang begitu cepat hingga keduanya bermandikan keringat sekarang.
Kamar mereka menjadi saksi penyatuan mereka tanpa paksaan. Malam ini keduanya sangat menikmati penyatuan mereka, bahkan mereka saling berbagi kenikmatan hingga keduanya benar-benar kelelahan.
Rasyad berharap ribuan cairannya yang masuk ke dalam rahim Jelita salah satunya segera menjadi anak yang sudah sangat ia idam-idamkan dalam pernikahannya dengan Jelita sekarang.
__ADS_1