
episode 196
.
.
.
.
Nada memasuki hotel milik suaminya yang semalam digunakan untuk resepsi pernikahan asisten suaminya. Nada pergi sendiri hanya bersama gondrong, sedangkan Revandra sedang dibuat pusing dengan kedua anaknya dirumah. Nada sudah membuat janji dengan romi disebuah cafe didalam hotel, seluruh karyawan hotel yang telah mengenal Nada menunduk hormat ketika Nada melewati mereka.
Jujur saja Nada merasa risih diperlakukan seperti itu, tapi apalah dayanya.
langkahnya berhenti disebuah cafe dimana Romi dan sonia berada. mata Nada menelisik mencari keberadaan Asisten suaminya itu, setelah menemukannya Nada dengan cepat menghampiri mereka berdua.
Romi dan Sonia yang melihat Nada mendekat segera berdiri.menyambut dengan menunduk hormat.
" selamat siang nyonya." sapa Romi dan sonia bersamaan.
" siang, sudah jangan seperti itu. ayo duduk. " ajak nada. Baik Romi maupun Sonia duduk dengan tenang. sedangkan Gondrong berdiri disebelah Nyonyanya, Nada yang melihat tingkah Gondrong hanya dapat menggelengkan kepalanya, gondrong pasti menuruti perintah Revandra untuk menjaganya.
" nyonya mau pesan apa ?? saya pesankan ya.." tawar sonia
Nada.menatap lekat wajah Sonia yang terlihat lesu. setelahnya Nada hanya tersenyum.
" tidak usah, apa q mengganggu kalian ??" tanya Nada dengan senyum manisnya.
" tidak nyonya, sama sekali tidak.." timpal Sonia celikungan.
" ada apa nyonya ingin bertemu kami ??" tanya Romi dengan singkat.
" sepertinya suamimu sudah tidak sabar berduaan denganmu Sonia, " ledek Nada dengan senyumnya.
Sonia membalas dengan menunduk menutupi wajahnya yang memerah karna malu.
" sudahlah, jangan malu.. dulu saya juga seperti itu ketika pengantin baru. semangat ya, agar kalian cepat dapat baby mmungil.." ucap Nada dengan semangat.
Romi hanya menatap Sonia yang menyeringai dengan ucapan Nada.
__ADS_1
Nada mengeluarkan amplop yang ia siapkan tadi.
" Romi, Sonia, ini hadiah dariku untuk kalian. q harap kalian menyukainya.." lanjut Nada sambil menyerahkan amplop itu.
Sonia menatap romi, perlahan Romi menerimanya dan membuka isi amplop itu. alisnya bertaut ketika melihat isi ampllop sesekali Romi menatap Sonia yang juga penasaran.
" nyonya, ini terlalu berlebihan. kemarin pesta kami tuan Revandra yang membiyayai, kenapa-"
" Rom, kemarin hadiah bosmu, kalau untuk ini, ini hadiah dariku, q harap kalian mau menerimanya." timpal Nada yang.memotong ucapan Romi.
Romi.menyerahkan isi amplop pada sonia. dikertas pertama tertera paket liburan selama 1 bulan keluar negeri. sedangkan kertas kedua tertera surat yang menyatakan jika Nada memberikan rumah untuk mereka berdua.
sonia menutup mulutnya tidak percaya, pasangan suami istri yang menjadi bosnya benar-benar berhati malaikat,
"nyonya, ini..ini untuk kami ??" tanya Sonia yang masih tidak percaya dengan semua yang dilihatnya.
nada mengangguk dengan senyumnya. " iya, itu hadiah pernikahan kalian. selama ini kalian sudah bekerja keras untukku dan suamiku, terutama suamimu ini Sonia, dia bertaruh nyawa melindungi suamiku selama ini, hadiah ini tidak ada apa-apanya dengan pengorbanan kalian selama ini, q juga mendengar kalian mengundur waktu pernikahan karna q sedang koma, kalian tau q benar-benar merasa bersalah karna hal itu, q harap setelah ini kalian bisa hidup tenang tanpa pertempuran lagi." terang Nada penuh ketulusan.
mata sonia berkaca-kaca dengan ucapan nyonyanya itu. " nyonya, terima kasih.." Sonia memeluk Nada tanpa sadar. Nada menerima dengan senyumnya. "jangan bicara seperti itu, q akan merasa bersalah nanti.." balas Nada sambil mengusap punggung Sonia.
" oh ya, ada satu lagi hadiah khusus untukmu sonia." ucap Nada sambil melepas pelukannya. dan meminta gondrong memberikan kotak yang Nada titipkan pada Gondrong.
" terima ini, tapi bukanya nanti jika sudah kembali kekamar ya.." ucap Nada penuh candaan.
Sonia menatap Romi seolah meminta jawaban, Romi hanya menggelengkan kepalanya.
sedangkan Nada menutupi seringainya dengan tangannya.
.
.
.
" Zakia !!! jangan lari-lari...!!!" teriak Revandra mengingatkan Zakia yang berlari dihalaman belakang.
sedangkan baby Naren yang mungkin sudah mengantuk menangis dalam gendongan Rwe
Revandra
__ADS_1
" baby Naren minum susu dulu ya..cup..cup.. jangan nangis dong.." bujuk Revandra sambil.memberikan botol susu pada Baby Naren.
" papa, Zakia haus.." ucap Zakia yang terduduk disamping papanya.
" sebentar ya sayang, emm.. minta bi Yumna, atau pelayan yang lain.. cepatlah.." balas Revandra.
" biasanya mama yang mengambilkan, papa.. ambilkan minum..." rengek Zakia.
Revandra pusing bukan main.
" Zakia sayang !!!" sebuah suara yang tidak asing mendekati mereka.
" papa Darren !!!" Zakia berlari memeluk darren yang membawakan sekotak eskrim.
" lihatlah papa bawa apa " ucap darren sambil.menunjukkan eskrim
" wah.. eskrim buat Zakia pa ??" tanya Zakia antusias.
Darren mengangguk pasti.
" asikk !!!" Zakia senang bukan main. ia lalu menerima dan langsung memakannya sambil duduk dikursi santai.
" wah.. kau menjadi.pengasuh ya ketua mafia ??" ejek Darren sambil.menggoda baby Naren.
" berhenti mengejekku !!" balas Revandra dengan malas.
" memang Nada kemana ??" tanya darren
" pergi, mungkin sebentar lagi kembali." jawab Revandra
" iya ada bagusnya jika kau sering-sering membantu Nada menjaga Anak-anak, jadi kau tidak menyalahkannya jika terjadi sesuatu.." ucap darren dengan meraih baby Naren dan membawanya dalam gendongannya.
" enak saja, q tidak pernah menyalahkan istriku !!" timpal Revandra.
Darren hanya menggelengkan kepalanya, senyumnya mengembang ketika melihat Revandra yang terlihat kelelahan mengurus kedua anaknya itu.
.
.
__ADS_1
.