Cinta Yang Sempurna

Cinta Yang Sempurna
Bab 101~ (Sakit Kepala)


__ADS_3

...Jangan lupa ramein part ini ya. ...


...Happy reading...


****


Dua hari sudah Dimas menahan gejolak hasratnya saat tertidur bersama dengan sang istri. Dan itu semua menguji iman Dimas yang membuat dirinya tersiksa. Sakit kepala bahkan miliknya yang berdenyut sakit ingin segera merasakan kehangatan saat masuk ke goa harus tertunda karena ada pasukan merah yang menghalangi jalannya menuju kenikmatan.


Dimas terlentang di kasur dengan menghembuskan napasnya dengan perlahan. Ia meneguk ludahnya ketika melihat piyama yang Arieska pakai tersingkap ke atas yang menampakkan perut putih mulus milik Arieska sekarang.


Glukk...


Dimas menelan ludahnya dengan susah payah saat suasana kamar terasa panas untuknya. Kepalanya yang pusing bertambah pusing setelah pikiran mesumnya berkelana.


"Sial! Kenapa aku harus merasakan kesakitan yang sangat menyiksa seperti ini. Juniorku memberontak ingin keluar saat hanya melihat perut mulus istriku. Sstttt... Ini sungguh sangat ngilu sekali," umpat Dimas dengan kesal.


Dimas membenarkan piyama Arieska dengan perlahan. Istrinya sudah tertidur nyenyak sejak tadi dan dirinya sama sekali belum bisa tertidur karena dua malam ini Dimas tampak tersiksa karena istrinya sama sekali belum bisa disentuh olehnya.


Dimas turun dari kasur dengan perlahan agar tidak membangun istrinya. Miliknya terus terasa ngilu karena gairahnya tak kunjung menghilang. Jika seperti ini terus Dimas tidak akan bisa menahannya. Ia ingin melakukan push up untuk menghilangkan gairah yang terus membuat kepalanya sakit kepala.


Sekali, dua kali, sepuluh kali Dimas sudah melakukan push up keringat sudah keluar dari tubuhnya tetapi gairahnya belum juga hilang. Mungkin gerakannya harus lebih lama lagi agar rasa lelah itu datang dan Dimas tidak kembali tersiksa malam ini.

__ADS_1


Perlahan Arieska membuka matanya saat merasakan jika Dimas tak lagi berada di sampingnya. "Mas!" panggil Arieska dengan lirih. Perlahan Arieska menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang, ia terkejut melihat Dimas yang sedang berolahraga di dalam kamar dengan suasana di tengah malam seperti ini.


Apakah suaminya tidak mengantuk? Kenapa suaminya berolahraga di tengah malam seperti ini!?


"Mas ngapain olahraga malam-malam seperti ini?" tanya Arieska dengan heran.


Dimas melihat ke arah istrinya. Ia menghentikan gerakan push up-nya. "Gak bisa tidur Sayang! Sekalian olahraga biar sehat," jawab Dimas dengan napas yang terengah.


Berolahraga di tengah malam ternyata cukup efektif membuat gairah Dimas hilang walau ia harus mandi kembali karena keringat yang keluar banyak dari tubuhnya.


"Kenapa Mas gak bisa tidur?" tanya Arieska yang menghampiri suaminya. Ia mengelap keringat yang berada di dahi suaminya tanpa rasa jijik yang membuat Dimas tersenyum.


"Sayang aku mohon kamu jangan seperti ini. Aku bisa tersiksa kembali," ucap Dimas dengan memelas.


"Sabar Mas masih ada waktu 5 hari lagi," ucap Arieska dengan menahan tawanya yang membuat Dimas mencibikkan bibirnya kesal.


"Lama banget. Mau masuk aja harus nunggu waktu," gumam Dimas dengan menggerutu. Apakah ada yang sama seperti Dimas saat ini? Rasanya sangat menyiksa bukan?


"Aku mandi dulu kamu tidur lagi aja!" ucap Dimas dengan berjalan ke arah kamar mandi. Mandi di air dingin sepertinya akan membuat badannya segar kembali.


"Jangan lama-lama ya! Aku gak bisa tidur tanpa pelukan kamu," ucap Arieska dengan jujur yang membuat Dimas kembali meleleh. Jika tidak sedang ada larangan mungkin Dimas sudah menerkam istrinya sekarang juga.

__ADS_1


"Iya sayang!" ucap Dimas dengan lembut sebelum masuk ke dalam kamar mandi Dimas terlebih dahulu mengecup bibir istrinya sekilas.


"DP sayang sebelum memulai inti pertama lima hari lagi," ucap Dimas yang membuat Arieska terkekeh.


******


Jelita sedang bermain dengan Nazwa saat ini. Pagi hari ini dirinya tidak bekerja dan Jelita bisa bermain dengan Nazwa sedangkan Rasyad sudah berangkat ke kampus karena hari ini ada ujian semester untuk para mahasiswanya.


"Bunda," panggil Nazwa saat melihat Jelita melamun.


"I-iya kenapa Sayang?" tanya Jelita dengan lembut.


"Wawa sayang Bunda!" ucap Nazwa dengan tulus ia masuk ke dalam pelukan Jelita. Nazwa tidak mau kehilangan Jelita.


"Bunda juga sayang Wawa," jawab Jelita dengan lirih.


"Kalau nanti Wawa punya adik Bunda tetap sayang ke Wawa, kan?" tanya Nazwa yang penuh ketakutan di matanya.


Jelita terkejut atas pertanyaan Nazwa untuknya. Ia menangkup pipi Nazwa dengan tangannya. "Wawa akan tetap menjadi anak yang Bunda sayang sama seperti adik kamu nanti. Jadi, jangan bertanya seperti itu ya, Sayang. Karena Bunda sangat menyayangi Wawa," ucap Jelita dengan tulus.


" Iya Bunda," jawab Nazwa dengan lirih.

__ADS_1


Tanpa diketahui keduanya Rasyad mendengar percakapan mereka. Sebenarnya Rasyad pulang hanya ingin mengambil dokumen penting yang ketinggalan di rumahnya untuk saja ujian belum berlangsung jadi Rasyad bisa pulang sebentar.


"Kamu akan tetap menjadi anak ayah dan bunda, Wa. Ayah tidak akan membiarkan mama kamu mengambil kamu dari ayah karena ayah tak akan membiarkan kamu hidup susah bersama dengan jal*ng seperti dia. Kita akan hidup bahagia bersama bunda Jelita dan adik-adik kamu kelak, ayah juga sudah tidak sabar memiliki anak dari bunda kamu dia tidak bisa pergi dari ayah.


__ADS_2