Cinta Yang Sempurna

Cinta Yang Sempurna
Fitnah


__ADS_3

Prasetyo membantu membawakan travel bag milik orangtua Andari. Sementara Pak Susanto membantu membawakan kardus berisi oleh-oleh buat Andari dan keluarga Prasetyo. Di dalam kardus terdapat ikan alos madu, udang ebi, cabai kering, serta kerupuk belidak, dan tidak ketinggalan makanan kesukaan Andari temet. Pak Susanto juga membawa dua buah kardus berukuran lebih kecil yang ditumpuk menjadi satu, lalu diikat menggunakan tali rafia. Di dalam kedua kardus itu terdapat minuman lidah buaya. Satu kardus berisikan empat bungkus minuman lidah buaya yang dikemas di dalam kantong plastik kecil.


Mereka kemudian berjalan menuju parkir bandara. Semua barang bawaan dari Pontianak dimasukan ke dalam bagasi mobil.


Mereka kemudian masuk ke dalam mobil. Prasetyo duduk di kursi belakang bersama Ayah Andari. Andari sendiri duduk di kursi tengah bersama ibunya.


"Jadi Nak Prasetyo ini satu kampus dengan Andari," Andari mendengar ayahnya membuka percakapan dengan Prasetyo.


"Kami satu kampus tapi beda fakultas. Mondok juga sama tapi saya pilih ngalaju sementara Andari menetap di pondok."


Setelah berkenalan dengan Andari dan sekarang mereka berencana akan menikah, Prasetyo kemudian memutuskan untuk memperdalam lagi ilmu agamanya dengan belajar di pondok pesantren yang sama dengan Andari. Ia ingin menjadi imam yang layak bagi Andari, yang mampu membimbing ke surga-Nya. Ia baru beberapa minggu belajar agama di pondok pesantren.


"Ngalaju?"


"Belajar ilmu agama di pondok tapi tidak menetap di pondok."


"Maaf kalau boleh tahu Nak Prasetyo sudah lulus kuliah ?"


"Saya sama seperti Andari Pak, baru tahap menyusun skripsi sekarang."


"Lalu rencana setelah lulus ingin bekerja di mana?"


"Saya sebanarya lagi buka usaha restoran Pak, baru berjalan sebulan jadi masih tahap belajar istilahnya."


Mereka kemudian sampai di Novotel. Hotel ini jaraknya tidak jauh dari Tugu Jogja yang merupakan landmark Kota Jogja. Di hotel ini orangtua Andari akan menginap. Rencanya besok orangtuanya akan menemui orangtua Prasetyo karena hari ini Ayah Andari harus menemui kliennya di The House of Raminten. Di Pontianak Ayahnya sempat membuat janji dengan kliennya ini.


***


"Prasetyo mau menikah ya bulik?" Ayu bertanya sambil meletakan bebera potong brownies di atas piring saji. Ia saat ini berada di dapur keluarga Prasetyo, membantu Ibu Prasetyo menyiapkan hidangan. Ibunya dan Ibu Prasetyo adalah teman masa SMU. Ibunya sendiri sekarang berada di taman depan rumah keluarga Prasetyo, membicarakan rancangan gaun terbaru hasil dari karya salah satu desainer terkenal asal Jakarta yang dipajang di butiknya kepada ibu-ibu angota arisan. Acara arisan minggu ini dilangsungkan di rumah keluarga Prasetyo. Sambil menunggu hidangan disajikan, ibu-ibu ini bergosip dari mengosipkan artis hingga sampailah pembicaraan pada gaun hasil rancangan desainer terkenal tersebut.


"Iya."


"Sama Andari."

__ADS_1


"Lho kamu kok bisa kenal dengan Andari," Ibu Prasetyo menghentikan sejenak kegiatannya mengintruksi Sarni asisten rumah tangga keluarganya. Tadi ia mengatakan ke Sarni yang sedang menuangkan sirup ABC leci ke dalam ceret kaca agar gula untuk sirup jangan terlalu kebanyakan.


Sebenarnya ia tadi juga sempat melarang Ayu membatunya di dapur karena sudah ada Sarni tapi Ayu ngotot ingin membantunya.


"Waktu itu ketemu di angkringan di daerah Malioboro. Andari bersama Prasetyo waktu itu."


"Entahlah bulik kok ndak sreg sama Andari."


"Bulik sudah ketemu dengan Andari."


"Kamu ini aneh lha wong sama calon mantu sendiri mosok belum pernah ketemu. Prasetyo waktu itu membawanya kemari."


"Memang Andari itu orangnya ndak baik jadi wajar kalau Bulik bisa merasa ndak sreg kayak gitu."


"Sekarang kamu antar ke depan jangan lupa kue browniesnya."


"Inggih Doro."


Sarni kemudian membawa nampan yang di atasnya terdapat ceret kaca berisikan sirup ABC leci dan sepiring kue brownies ke taman depan rumah.


Ayu mengulangi perkataannya membuat Ibu Prasetyo mengernyitkan kening.


"Ndak baik gimana maksud mu?"


"Andari itu berteman dengan Wulan."


"Wulan?"


"Sepupu ku yang waktu itu tewas karena mengalami kecelakaan akibat mengendarai mobil dalam keadaan mabuk "


Walau sudah kenal lama dengan Ibu Ayu tapi Ibu Prasetyo hanya mengenal Ibu Ayu sebatas ia memiliki sembilan saudara dan Ibu Ayu anak nomor lima. Untuk anak-anak dari adik serta kakak Ibu Ayu sendiri ia tak mengenalnya.


"Lalu apa hubungan Andari dengan Wulan sepupu mu itu."

__ADS_1


"Andari itu tukang mabuk sama seperti Wulan."


"Ayu!"


Keduanya berpaling. Tak jauh dari mereka tampak Prasetyo berdiri dengan wajah merah padam menahan marah.


"Apa-apaan kamu ini, kenapa kamu berbicara seperti itu kepada ibu ku?" tanya Prasetyo dengan nada marah.


"Faktanya memang seperti itu"


"Tidak ada bukti bahwa Andari pemabuk."


"Ada, ia berteman dengan Wulan dan Wulan adalah seorang pemabuk."


"Itu tidak bisa dijadikan bukti. Tidak semua orang yang berteman dengan seorang pemabuk akan menjadi pemabuk."


"Lagi pula seharusnya kamu malu, walau Wulan dulunya seorang pemabuk tak sepantasnya kamu sebagai saudaranya menjelekannya seperti itu apalagi saat ini Wulan sudah meninggal dunia."


"Kamu memang telah dibutakan oleh kenyataan," Ayu menghentakan kakinya dengan kesal lalu ia meninggalkan Prasetyo dengan ibunya.


"Benar le apa yang dikatakan Ayu bahwa Andari pemabuk." Raut wajah ibunya tampak cemas. Prasetyo tahu apa yang dipikirkan ibunya. Mas Hendar, abang iparnya, suami dari Mbak Sri kakaknya yang pertama. Mas Hendar yang bekerja sebagai store manager salah satu toko swalayan cukup terkenal di Jogja bisa dikatakan di rumah begitu alim tapi siapa sangka itu semua cuma kamuflase agar orangtuanya khususnya Mbak Sri terkesan akan sikapnya.


Di luar rumah kelakukan Mas Hendar berbanding terbalik dengan apa yang ia tampilkan di dalam rumah. Dua bulan yang lalu, laki-laki yang dikenal Mbak Sri saat ia menempuh pendidikan S 2 di Jerman itu, ditemukan tewas beserta kedua orang temannya dalam keadaan tanpa sehelai benang pun di salah satu rumah kost di daerah Kaliurang akibat kebanyakan menegak minuman keras. Salah satu teman abang iparnya yang ditemukan tewas adalah perempuan. Dari kejadian itu mereka kemudian mengetahui kelakuan abang iparnya selama ini di luar rumah. Kejadian ini membuat orangtuanya shock terutama Mbak Sri yang kemudian deprsi karena suami yang ia banggakan berprilaku seperti itu di luar rumah. Mbak Sri kemudian harus dirawat di rumah sakit jiwa di daerah Pakem.


Semenjak saat itu ibunya paling sulit untuk mempercayai orang lain jika orang lain itu tidak dikenalnya dengan baik.


"Andari tidak seperti Mas Hendar Bu," kata Prasetyo yang dapat membaca pikiran ibunya melalui gurat kecemasan di wajahnya.


CATATAN


Temet: Nama lain dari makanan ini adalah kerupuk basah. Bentuknya lonjong mirip pempek lenjer. Makanan ini dimakan menggunakan sambal saus kacang. Makanan ini sendiri berasal dari Kapuas Hulu salah satu nama kabupaten di Kalimantan Barat.


Inggih: Iya.

__ADS_1


Le atau tole: Panggilan untuk anak laki-laki dalam masyarakat Jawa.


__ADS_2