Cinta Yang Sempurna

Cinta Yang Sempurna
Bab 100~ (Rujak Mangga Muda)


__ADS_3

...Ramein part ini ya. Yang menunggu Dimas-Arieska besok ya....


...Happy reading...


*****


"N-ngidam? S-saya? K-kok bisa?" tanya Raka terbata.


Raka menatap Erina dengan wajah tak percayanya. Bagaimana bisa seseorang lelaki ngidam? Bahkan Erina lah yang hamil seharusnya Erina lah yang mengidam bukan dirinya.


"Iya. Mas Raka ngidam!" ujar Erina dengan tersenyum.


Raka tercengang ia tidak bisa berkata apa-apa lagi setelah istrinya mengatakan dengan sangat serius. "Bagaimana bisa saya yang mengidam sedangkan yang hamil adalah kamu?" tanya Raka yang masih tidak percaya.


"Coba Mas browsing saja aku tidak ingin salah mengatakannya kepada Mas Raka," jawab Erina yang tak ingin salah menjelaskan kepada Raka, ia takut sifat Raka akan kembali berubah setelah Erina menjelaskan jika biasanya suami yang mengidam suami tersebut sangat mencintai istrinya. Tetapi apakah mungkin Raka sangat mencintainya?


"Ck... Baiklah akan saya cari tahu sendiri. Saat ini aku sangat ingin memakan rujak mangga muda," ucap Raka dengan mencibikkan bibirnya kesal.


Erina hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan suaminya yang terlihat uring-uringan karena menginginkan rujak Mangga muda.


Raka mengambil ponselnya dari dalam saku celananya dan langsung menghubungi Rendy. "Carikan saya rujak Mangga muda dalam waktu 15 menit rujak tersebut sudah ada di hadapan saya," ucap Raka dengan tegas saat Rendy mengangkat teleponnya.

__ADS_1


"R-rujak Tuan Muda?" tanya Rendy tak percaya.


"Telinga kamu masih berfungsi dengan baik, kan?" tanya Raka dengan kesal. "Cepat Rendy jangan banyak tanya! Bawakan rujak Mangga muda segera!" ucap Raka dengan tegas. Air liurnya seakan menetes membayangkan betapa nikmatnya rujak mangga muda saat masuk ke lidahnya.


Raka langsung mematikan sambungan teleponnya dengan Rendy ketika mendapatkan jawaban dari pria tersebut.


"Sudah?" tanya Erina dengan mengulum senyumnya.


"Saya belum bisa tenang kalau Rendy belum membawakan rujak untuk saya," jawab Raka dengan tegas membuat Erina terkekeh.


"Kenapa kamu tertawa?" tanya Raka dengan kesal.


"Ck... Menyebalkan sekali," gumam Raka dengan kesal.


"Hei, junior kenapa kamu membuat Daddy yang harus mengidam seperti ini? Mommy dan kamu sama-sama menyebalkan. Ingin menyiksa Daddy begitu karena Daddy pernah berbuat jahat kepada mommy-mu?" ucap Raka di perut Erina yang membuat wanita itu terharu. Berkat anaknya sikap Raka perlahan berubah.


*****


Raka melahap rujak Mangga muda yang dibawakan Rendy untuknya. Rasanya sangat enak di lidahnya yang membuat Raka lebih fokus kepada rujak Mangga muda pesanannya. Ia tak lagi mempedulikan dua orang yang sedang melihatnya dengan heran.


"Biasanya kalau suami yang mengidam berarti suami itu sangat mencintai istrinya. Dan saya baru saja menyaksikan bentuk dari kebucinan seorang suami kepada istri dan anaknya," ucap Kendra yang baru saja datang.

__ADS_1


"Uhuk...uhuukkk." Raka terbatuk setelah mendengar ucapan Kendra.


"Santai saja Raka. Tidak perlu takut seperti maling yang ketahuan mencuri. Saya tahu kamu mencintai sepupu cantik saya ini, tapi..." Kendra menjeda sejenak ucapannya ia mendekatkan bibirnya ke telinga Raka yang tengah tersedak karena ulahnya. "Gengsi-an," bisik Kendra dengan tersenyum sinis.


Raka ingin membalas ucapan Kendra kepadanya tetapi dirinya hanya bisa menahan kekesalannya untuk saat ini. Baru kali ini ada seseorang yang berani mengejeknya dengan berterus terang seperti ini.


"Shittt... Sepertinya aku harus menjauh dari lelaki ini," gumam Raka di dalam hatinya.


"Mana ada seperti itu!" ucap Raka tak terima.


"Coba saja tanya sama mertua kamu jika kamu tidak percaya dengan ucapan saya. Sepertinya istrimu juga tahu," ucap Kendra yang membuat Rendy hampir meledakkan tawanya jika Raka tak menatap tajam ke arahnya.


"Apa itu benar, Erin?" tanya Raka dengan datar.


Erina gugup. Tetapi desakan suaminya membuat Erina akhirnya menganggukan kepalanya.


"Hahaha... Benar kan kata saya? Saya tidak berbohong, kan?" ejek Kendra yang membuat Raka tidak bisa berkutik sama sekali.


Shittt...


Kali ini Raka kalah dengan Kendra dan lelaki itu berhasil membuatnya malu di hadapan Erina dan juga Rendy. Ia yakin mereka sedang menertawakannya di dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2