
...Happy reading...
****
Hari yang ditunggu-tunggu keluarga Rasyad dan Jelita akhirnya tiba. Dimana Jelita akan melakukan operasi cesar untuk melahirkan kedua anak kembarnya.
Kakek Agam terlihat yang paling bahagia ketika sebentar lagi dia akan menjadi kakek buyut dari anaknya Jelita dan Rasyad. Di usianya yang sudah senja kakek Agam sudah memiliki cicit tiga sekaligus dalam waktu yang berdekatan yaitu anaknya Raka dan Erina dan juga anaknya Jelita juga Rasyad.
Saat ini Jelita dan Rasyad sudah berada di ruang operasi. Jelita sudah di suntik bius oleh dokter yang menangani operasinya merasa sudah mati rasa pada bagian tubuh bawahnya, di sisi Jelita sudah ada Rasyad yang terus menggenggam tangan Jelita.
Dokter sudah melakukan operasi pada Jelita, ada rasa takut dan cemas yang keduanya rasakan apalagi ketika Jelita bisa mendengar suara peralatan operasi yang dokter lakukan padanya.
"Bunda hebat," ucap Rasyad dengan mengecup kening sang istri lembut.
"Aku takut Mas," ujar Jelita dengan lirih. Genggaman tangan Jelita pada tangan Rasyad semakin terasa kuat.
"Iya, Sayang. Mas tahu kecemasan kamu tapi pikirkan rasa bahagia setelah operasi ini selesai, sebentar lagi kita akan bertemu baby twins," ucap Rasyad menenangkan sang istri.
Jelita tersenyum saat mendengar ucapan sang suami. Ia sangat tidak sabar ingin bertemu dengan kedua anak kembarnya yang biasanya ia lihat dari hasil USG.
oooeeekkk...ooekkkkk.....
Jelita meneteskan air matanya ketika mendet suara tangisan bayi. "Mas anak kita hiks..." ucap Jelita dengan menangis haru.
"Terima kasih, Sayang. Hiks...hiks..." ucap Rasyad mengecup seluruh wajah Jelita.
Tak lama suara tangisan anak keduanya kembali terdengar yang membuat Rasyad semakin merasa bahagia. Ingin sekali Rasyad meledakkan bahagianya sekarang tetapi ia masih mencemaskan sang istri.
"Selamat Pak, Bu. Kedua putri anda terlahir tanpa kekurangan suatu apapun, mereka terlihat sangat cantik seperti ayahnya versi perempuan," ucap Dokter tersebut dengan tersenyum.
"Alhamdulillah terima kasih Dokter," ucap Rasyad dengan bahagia.
__ADS_1
"Sama-sama, Pak. Setelah dibersihkan anda bisa menggendong salah satunya dan mengazani mereka secara bergantian," ujar Dokter dengan ramah.
Rasyad mengangguk. Ia menghapus air matanya dengan kasar, ia melihat ke arah Jelita yang ikut menangis. Dengan lembut Rasyad menghapus air mata sang istri.
"Terima kasih, Sayang. Kamu benar-benar bunda yang sangat hebat. Aku dan twins bangga sama kamu," ucap Rasyad dengan lirih.
"Hiks... Aku sangat bahagia Mas, akhirnya twins sudah bisa kita gendong," ujar Jelita dengan menangis bahagia.
Operasi berjalan dengan lancar setelah dokter kembali menjahit perut Jelita dan kedua anaknya sudah dibersihkan dan di adzan-kan oleh Rasyad. Jelita dan kedua anaknya sudah dipindahkan di ruang perawatan.
Tentunya keluarga Jelita dan Rasyad sangat bahagia ketika melihat kelahiran twins ke tengah-tengah keluarga mereka. Apalagi melihat wajah gemoy baby twins yang tertidur nyenyak di dada Rasyad saat keduanya habis menyusu pada Jelita. Salah satu anak kembarnya berada di gendongan Frendy.
Jelita saat ini sedang tertidur karena merasa lelah, sehingga semua keluarganya tidak bersuara yang bisa menganggu tidurnya ibu muda tersebut.
"Hidungnya mancung banget. Bulenya juga jelas banget ya tapi versi Rasyad wajahnya," ucap Mama Amanda dengan senang.
"Bibit unggul nih Oma," ucap Rasyad dengan terkekeh geli.
"Ya-ya yang keturunan bule," ucap Rasyad dengan menggerakkan matanya malas.
Rengekan anaknya yang berada di dalam gendongannya membuat Rasyad menatap Raka dengan tajam.
"Cup...cup, Sayang. Suara om Raka sangat mengganggu tidur kamu ya?" ucap Rasyad yang membuat Raka mendelik kesal, enak saja suaranya yang seksi di bilang mengganggu tidur keponakannya padahal baby twins hanya merengek sebentar.
"Enak saja! Suara kamu itu yang paling menganggu," protes Raka.
Rasyad tak lagi menanggapi ucapan Raka. Ia menatap wajah anaknya dengan rasa bangga, akhirnya anaknya keluar dan mirip dengannya. Adonannya benar-benar sangat membuahkan hasil yang sangat sempurna.
****
Jelita meringis saat put*ngnya di his*p kuat oleh anaknya, rasa perih ia rasakan sekarang yang hampir membuat Jelita menangis.
__ADS_1
"Ma, bun, sakit," ucap Jelita dengan mata yang berkaca-kaca.
"Put*ng kamu ada luka itu, Sayang. Asi kamu banyak jadinya sakit seperti itu," ucap Gladis yang merasa tidak tega.
Payudar*nya bengkak sekarang yang membuat Jelita merasa nyeri bahkan seperti terasa akan demam.
"Rasyad lama sekali sih cari makan saja," gerutu Gladis.
"Menjadi seorang ibu pasti merasakan apa yang kamu rasakan saat ini, Sayang. Mama tahu ini sakit tetapi nanti semua yang kamu rasakan akan menjadi nikmat yang luar biasa," ucap Mama Amanda dengan bijak.
Jelita mengangguk dengan lirih, ia menggigit bibirnya saat anaknya kembali menghis*p put*ngnya dengan cepat.
Rasyad yang baru saja dari kantin untuk mencari makanan merasa cemas saat melihat istrinya meringis sakit. "Sayang kamu tidak apa-apa?" tanya Rasyad dengan cemas.
"S-sakit, Mas," ucap Jelita dengan pelan.
Rasyad meringis ia tidak tahu harus berbuat apa ketika kedua dada sang istri membengkak karena asi untuk kedua anaknya yang banyak keluar.
"Baby Narina dan baby Nadia pelan-pelan minumnya ya, Sayang. Lihat tuh Bundanya kesakitan," ucap Rasyad dengan pelan.
"Kami baru keluar Ayah jadi kami haus," ucap Jelita dengan menirukan suara anak kecil.
Rasyad tersenyum melihat sang istri yang bisa tersenyum ketika sedang kesakitan. Jika bisa Rasyad ingin menggantikan rasa sakit yang Jelita rasakan tetapi dirinya hanya bisa berdoa dan menyemangati sang istri serta membantu mengurus kedua anak kembarnya.
Arieska yang beberapa bulan lagi melahirkan hanya menatap ngilu ke arah adiknya. Melihat put*ng Jelita yang lecet dan menimbulkan rasa yang sangat perih membuat Arieska tiba-tiba saja di serang rasa takut untuk menyusui anaknya.
"Astaga itu rasanya pasti sangat sakit sekali. Put*ngku seakan mau putus jika begitu," gumam Arieska dengan takut.
Arieska mencoba memenangkan perasaannya karena menjadi seorang ibu penuh dengan pengorbanan dan ia harus menjalaninya dengan rasa bahagia.
"Semangat Arieska kamu pasti bisa!"
__ADS_1