
"Rin awak ndak apa-apa kan?" tanya Andari. Ia berbaring di sebelah Arini, memeluknya kemudian. Arini menghapus air matanya.
"Laki-laki kadang-kadang keterlaluan, egois, suka seenaknya sendiri"
Arini tersenyum mendengar perkataan Andari.
"Aku ndak apa-apa kok Ri," kata Arini berbohong agar sahabatnya ini tidak semakin cemas.
"Kamu kenapa ndak sama Bang Fahri bukanlah malam ini giliran kamu dengan Bang Fahri."
"Biar Bang Fahri tidur sendiri malam ini."
"Rin tidur ke?" tanya Andari karena Arini tidak bersuara.
"Belum."
"Jadi ingat masa SMU."
"Yang Mana?"
"Waktu kita pergi ke Temajuk tempat Mak Long Jumaniah kau tuh." Mak Long Jumaniah adalah kakak tertua Ayah Andari.
"Kita kemah di tepi pantai indah sekali pantainya."
"Ada juga festival lempar telur penyu."
"Tapi festival itu sudah dilarang karena penyu hampir punah."
__ADS_1
"Oh ya."
"Aku ingat saat kita melepas tukik di tepi pantai, lucu sekali tukik-tukik itu saat berjalan menuju laut."
"Iya, lucu sekali."
"Ingat ndak pas hari ketiga."
"Soal bencana angin kencang itu."
"Aku takut sekali tenda kita roboh "
"Aku tidur di samping mu dan kau memeluk ku seperti ini."
"Dan tenda kita benar-benar roboh."
"Selesai badai angin suaminya Mak Long Jumaniah, Pak Long Arsad yang tentara itu datang. Kita akhirnya tidur di rumah Mak Long Jumaniah akhirnya."
"Ngomong-ngomong soal Pak Long Arsad, Pak Long Arsad galak ya, ingat ndak saat kita masuk ke Telok Melano yang merupakan daerah Malaysia."
"Pak Long Arsad dengan galaknya memarahi kita saat kita pulang ke Indonesia karena kita terlalu lama di kawasan Malaysia."
"Kira-kira berapa jam kita di Telok Melano."
"Lebih dari tiga jam yang pasti karena kita pergi ke Telok Melano pukul delapan pagi pulang ke Temajuk pukul lima pagi."
"Rasanya aku nak ke Sambas lagi karena kau belum pernah mengajak ku ke Tebas."
__ADS_1
"Kau nak ngape ke Tebas?"
"Di sana kan terkenal akan jeruknya."
"Ngomong-ngomong soal jeruk aku ada cerita lucu tentang jeruk."
"Bagaimana ceritanya?"
"Waktu aku di Jogja dulu pas teman-teman kampus sama pondok ku tahu aku orang Pontianak mereka lalu bilang kalau Pontianak itu terkenal akan jeruknya."
"Padahal jeruk itu kan aslinya dari Sambas tepatnya daerah Tebas."
"Seharusnya jeruk Sambas atau jeruk Tebas bukan jeruk Pontianak."
"Ngomong-ngomong soal Sambas aku jadi nak bubur pedas rasanya."
"Malam-malam begini."
"Bukan, besok saja kita buat."
"Kalau begitu pagi sekali kita ke Pasar Puring beli bahan untuk bubur pedas."
CATATAN
Mak Long: Panggilan bibi tertua dalam bahasa Melayu.
Pak Long: Panggilan paman tertua dalam bahasa Melayu.
__ADS_1
Bubur pedas: Bubur ini tidaklah pedas hanya saja namanya memang disebut seperti itu. Terdiri atas campuran sayuran seperti, toege dan Pakis serta beras yang disangrai serta potongan ubi kayu serta taburan kacang tanah dan ikan alos (ikan teri).