Cinta Yang Sempurna

Cinta Yang Sempurna
Bab 88~ (Ternyata Aku Salah)


__ADS_3

...Happy reading...


****


Ceklek....


Tubuh Jelita dan Rasyad mematung bersamaan. Rasyad melihat Jelita yang terdiam tanpa ekspresi dengan pakaian basah yang masih dipakainya.


"Dari mana?" tanya Rasyad dengan suara yang teramat lembut.


Jelita tak menjawab. Pandangan gadis itu mulai memberat dan akhirnya ia tidak bisa menopak tubuhnya kembali. Jelita terjatuh dipelukan Rasyad dengan mata yang tertutup serta bibir yang bergerak karena menggigil.


"JELITA!" panggil Rasyad dengan keras. Ia menepuk pipi istrinya dengan perlahan tetapi Jelita sama sekali tak meresponnya. Dengan cepat Rasyad menggendong Jelita masuk ke dalam kamarnya, ia membaringkan Jelita di kasir dengan perlahan.


"Dari mana kamu Sayang. Kenapa pakaian kamu basah seperti ini," gumam Rasyad dengan lirih.


Perasaan Rasyad masih dihantui rasa bersalah kepada sang istri. Dengan perasaan ragu Rasyad melepas pakaian Jelita dan menggantikan dengan piayama tidur istrinya, ia menelan ludahnya dengan kasar kala melihat tubuh mulus Jelita tetapi Rasyad mengesampingkan hasratnya karena kesehatan Jelita saat ini lebih utama apalagi dapat Rasyad rasakan kulit mulus tersebut terasa sangat panas.


"M-maaf," gumam Rasyad dengan lirih. Penyesalan kembali datang saat ia mengingat obrolannya dengan pak Ghali.


"Aku bodoh! Aku tol*l! A-aku sudah banyak menyakiti kamu! S-seharusnya aku menjadi tempat ternyamanmu tetapi malah sebaliknya...a-aku menjadi kesakitan untuk kamu untuk kesekian kalinya," racau Rasyad dengan suara yang tercekad.


"Maaf!"


"Maaf!"


Rasyad memegang tangan Jelita setelah ia selesai menggantikan pakaian Jelita. "Kamu pasti sangat membenci aku sekarang, kan? Itu terlihat jelas di matamu saat kita pertama kali bertemu. Kamu pasti kecewa dengan kebodohanku! Maafkan aku Jelita, aku sangat buruk! Seharusnya aku menjadi kakak dan suami yang baik untukmu," ucap Rasyad yang terus meracau untuk menghilangkan rasa sakit di hatinya karena kebodohannya sendiri.


Jelita mendengar semua apa yang dikatakan Rasyad tetapi ia tak sanggup membuka matanya, ia masih sangat kecewa dengan Rasyad. Ia tak bisa langsung memaafkan Rasyad begitu saja, hatinya sudah terlanjur sangat kecewa dengan Rasyad.


"Kamu bisa meminta maaf begitu mudahnya Mas. Tapi hatiku sudah terlanjur sangat kecewa denganmu," ucap Jelita di dalam hatinya.


Rasyad melihat wajah Jelita ia membelai pipi Jelita dengan lembut. "Maaf!" gumam Rasyad dengan lirih. Entah sudah berapa kali Rasyad meminta maaf kepada istrinya saat ini yang jelas kata maaf saja tidak cukup untuk mengembalikan senyuman manis Jelita.


"Jelita kamu kenapa?" tanya Rasyad dengan panik saat melihat tubuh Jelita menggigil dengan hebat. Dengan cepat Rasyad menyelimuti tubuh Jelita dengan selimut, ia juga merangkak naik ke kasur membawa Jelita ke dalam pelukannya. Dapat Rasyad rasakan panas tubuh Jelita yang menyengat kulitnya.

__ADS_1


"Jelita adalah korban percobaan pemerkosaan dari Dave!"


Rasyad kembali mengingat perkataan pak Ghali. Seketika tangannya terkepal dengan sangat erat, dadanya memanas, ia marah dengan Dave dan ia juga marah dengan dirinya sendiri.


"Aku janji tidak akan menyakiti kamu Sayang. Maafkan kebodohanku," ucap Rasyad memeluk Jelita dengan erat.


"Kak Raka aku takut," gumam Jelita dengan lirih.


"Kak Raka. Hiks...hiks...jangan tinggalkan aku sendirian Kak!"


Tes...


Rasyad meneteskan air matanya, ia merasa hatinya berdenyut sakit kala mendengar igau-an dari Jelita. Dapat Rasyad rasakan jika suara Jelita sangat kesakitan. Apa yang sebenarnya sedang Jelita mimpikan saat ini?


"Ssstt...Mas di sini Sayang!" gumam Rasyad dengan lirih.


*****


Raka sedang berada di ruang kerjanya bersama dengan Rendy.


"Dia terlihat marah ketika kamu menjemput adik saya?" tanya Raka dengan geram.


"Dasar lelaki bodoh!" umpat Raka dengan kesal.


"Anda juga bodoh Tuan!" gumam Rendy di dalam hati. Mana mungkin ia berani mengatakan Raka bodoh secara langsung walau sebenarnya Raka memang terlihat bodoh akan perasaannya kepada Erina.


"Lalu apa yang terjadi setelah kamu pergi? Kamu tetap mengawasi Jelita dengan benar, kan?" tanya Raka dengan dingin.


"Nona muda keluar dari rumah dan pergi ke pantai. Saya ingin mengantarkan nona muda pulang tetapi dia menolaknya," ujar Rendy dengan tegas.


Raka menghembuskan napasnya dengan berat. "Besok saya akan menemui Jelita. Pasti dia sangat tertekan sampai pergi ke pantai dengan sangat lama. Jika sampai terjadi sesuatu dengan adik saya maka Rasyad yang harus menanggung semuanya," ucap Raka dengan datar.


"Baik Tuan Muda," ucap Rendy dengan tersenyum tipis.


"Jika begitu saya permisi Tuan!" ucap Rendy dengan membukukkan badannya.

__ADS_1


Raka hanya mengangguk dengan ekspresi yang teramat datar. Ia kembali sibuk dengan pekerjaannya ketika Rendy keluar dari ruangannya, ia sampai tidak sadar Erina masuk ke ruangannya dengan membawa kopi untuknya.


"Mas diminum kopinya dulu," ucap Erina dengan tersenyum.


Raka melirik ke arah Erina dengan datar. "Saya tidak lagi mau minum!" ucap Raka dengan datar.


"A-aku buatkan kopi agar Mas lebih segar," ucap Erina dengan terbata dan meletakkan kopi tersebut ke atas meja.


Raka memghembuskan napasnya dengan kasar lalu menarik Erina kepangkuannya. "Kamu tahu hari ini kakak kamu membuat saya sangat kesal! Dia kembali melukai hati adik saya. Kamu tahukan jika kamu yang harus menerima konsekuensi dari perbuatan kakak kamu sendiri," bisik Raka dengan dingin.


Glukkk...


Erina menelan ludahnya dengan kasar saat melihat sorot mata Raka yang terlihat sangat tajam. Padahal baru kemarin rasanya ia mendapatkan kehangatan dari Raka tetapi karena sebuah kesalahan yang kakaknya lalukan Erina harus menerima kembali sorot dingin dan tajam dari Raka.


Brakkk...


"Akhhh..." Erina meringis kesakitan saat tubuhnya di dorong hingga ia telungkup di atas meja. Raka melepas benda segitiga yang Erina gunakan dibalik dress yang ia pakai dengan gerakan yang amat kasar, bak orang yang kesetanan Raka memasuki Erina dengan sangat kasar dari belakang tanpa melakukan pemanasan terlebih dahulu, tentu saja itu membuat Erina merasakan sakit yang sangat perih ketika miliknya dimasuki tanpa pelumas sedikit pun.


"A-ampun Mas!" ucap Erina dengan terbata. Sudut matanya mengeluarkan air mata karena sakit yang ia rasakan pada miliknya saat Raka terus bergerak dengan sangat kasar.


"Ini akibat kesalahan kakak kamu! Kamu tahu saya sangat menyayangi Jelita, kamu tahu semua akan saya lakukan untuk kesembuhan Jelita tiga tahun lalu tetapi dengan mudahnya Rasyad menyakiti adik saya. Dan Rasyad juga harus tahu bagaimana adiknya terluka karena seorang pria!" teriak Raka dengan penuh amarah.


"A-ampun Mas hiks...hikss...s-sakit!" ucap Erina dengan lirih.


Raka saat ini bagaikan menjelma sebagai iblis yang sangat menyeramkan. Erina takut dan sangat takut hingga ia tergugu dengan lirih. Raka yang tersadar apa yang ia lakukan salah langsung menghentikan perbuatannya. Ia mengusap wajahnya dengan kasar dan kembali memakai celananya.


"Hiks...hiks..." Erina menggigit kukunya dengan takut membuat Raka memejamkan matanya dan kembali mengingat keadaan Jelita sewaktu depresi.


Ia ingin balas dendam kepada Rasyad melalui Erina tetapi rasanya mengapa sangat sulit sekali. Raka membawa Erina ke dalam gendongannya. "Maaf!" gumam Raka dengan lirih.


Sedangkan Erina meringkuk takut di gendongan Raka yang membuat Raka kembali dilanda rasa bersalah.


"Apa aku sudah keterlaluan?"


****

__ADS_1


Aduh mas Raka jahat banget๐Ÿ˜’๐Ÿ˜’


Jangan lupa ramein part ini ya. Share juga cerita ini ya๐Ÿ˜


__ADS_2