Cinta Yang Sempurna

Cinta Yang Sempurna
Cinta Yang sempurna


__ADS_3

episode 184


.


.


.


.


Nada dan zakia tengah menikmati makan siang mereka setelah baby Naren yang tertidur.


" mama ngk kekantor papa ??" tanya Zakia polos.


" tidak sayang.. papa bilang ada mitting lagi siang ini. kita makan dirumah aja ya ??" jawab Nada sambil membelai pucuk kepala zakia.


" selamat siang...!!!" sebuah suara yang menurut Nada tidak asing menyapa mereka dimeja makan. senyum manis menyambut kedatangan tamu dirumah Revandra itu.


" mayra... " balas Nada sambil berdiri dan menerima pelukan dari mayra.


" q merindukanmu.. maafkan q baru bisa menjengukmu sekarang.. kak Vandra tidak memberitauku jika kau koma " ucap Mayra


" sudahlah, tidak apa-apa.. ayo ikut makan siang bersama." ajak Nada.


mayra beralih menatap Zakia yang tersenyum padanya. hatinya terharu bercampur bahagia, putri kecilnya kini sudah tumbuh besar dan sangat cantik.


Nada yang mengerti perasaan Mayra segera mengusap lengan Mayra.


" Zakia sayang, cium tangan bibi mayra dulu." ucap Nada pada Zakia dengan lembut.


" baik ma.." jawab zakia pasti.


dengan cepat Zakia mencium tangan mayra. " bibi, ayo kita makan bersama ??" ajak Zakia.


" ya, ayo.. " mayra buru-buru duduk disamping Zakia tanpa melepas pandangan dari Wajah Zakia.


Nada ikut duduk disisi Zakia yang lain. mereka makan siang bersama dengan candaan dari Mayra kepada Zakia.


.


.

__ADS_1


.


Nada membawa Mayra ketaman belakang untuk berbincang ringan. sedangkan Zakia harus tidur siang seperti biasa.


" kau datang sendiri ??" tanya Nada sambil duduk.


" iya, seperti biasa." jawab mayra pelan.


" may, kenapa tidak jujur saja dengan Zakia jika kau ini ibu kandungnya ??" ucap Nada dengan penuh kelembutan.


" tidak Nad, maafkan q mungkin tadi q terlalu berlebihan." balas mayra dengan menerbitkan senyum keterpaksaan.


" jangan bicara seperti itu, q jadi tidak enak.." timpal Nada.


" Nad, jangan bahas hal itu lagi. semua hanya masa lalu, q kesini hanya ingin mengunjungimu saja.." ucap mayra dengan sungguh-sungguh.


" baiklah, q tidak akan membahas itu." balas Nada dengan senyumnya.


.


.


.


" bagaimana q bisa menghabiskan waktu dengan istriku jika pekerjaanku banyak seperti ini !!!" gerutu Revandra dengan berkas yang menumpuk dimejanya.


ketukan pintu membuyarkan lamunan Revandra.


tokk.


tokk.


tokk


" masuk !!!" jawab Revandra.


pintu terbuka, nampak Romi bersama Sonia masuk secara bersamaan. alis Revandra bertaut kala melihat tangan keduanya bergandengan.


" ada apa ??!!" tanya Revandra sedikit cuek.


" Tuan, kami mau meminta ijin untuk pulang lebih awal. kami harus bertemu WO untuk persiapan pernikahan kami." ucap Romi pasti. Sedangkan Sonia hanya menunduk, jujur saja ia sangat takut pada bosnya itu.

__ADS_1


Revandra belum menjawab dia hanya menatap tajam kedua bawahannya itu.


" Tuan bisa memotong gaji saya bulan ini.. saya sudah tidak memiliki -"


" pergilah !!" timpal Revandra.


Sonia mengangkat kepalanya memastikan ucapan bosnya itu persetujuan atau hanya rasa kesal.


Romi menggenggam dengan erat tangan Sonia yang terasa dingin. hanya meminta ijin seolah diinterogasi karna memiliki kesalahan.


Revandra membuang nafas dengan kasar lagi. "pergilah, q memberi kalian cuti tak terbatas selama persiapan sampai hari pernikahan tiba." ucap Revandra penuh keseriusan.


" tuan anda serius ???" tanya sonia penuh rasa bahagia.


" apa q pernah berbohong ?!!!" jawab Revandra dengan kesal.


Romi dan sonia menerbitkan senyum serta dapat bernafas lega.


" terima kasih tuan. kami tidak akan mengecewakan anda." ucap Romi dengan menunduk hormat.


" sudahlah, segera pergi sana !! q sudah berbaik hati dengan kalian kan !!!" balas Revandra dengan kesal.


" kalau begitu kami permisi."pamit Romi


" tunggu !!!"


" ada apa tuan ??"


" suruh Yohan kesini " perintah Revandra.


" baik.tuan." Romi dan sonia melangkah meninggalkan Ruangan revandra.


Revandra bersandar dikursi kebanggaannya dengan memejamkan kedua matanya.


sesekali ia melirih sudut mejanya, dimana ada foto Nada bersama kedua anaknya. senyum yang terbit dari wajah Nada difoto seolah menjadi semangat tersendiri bagi Revandra.


Revandra menyunggingkan senyum tipis sambil mengusap foto itu.


" q sangat mencintaimu " ucap Revandra dalam hatinya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2