Cinta Yang Sempurna

Cinta Yang Sempurna
Cinta Yang sempurna


__ADS_3

episode 180


.


.


.


Nada menatap lekat Revandra yang menimang putra mereka dengan bahagia. badan yang kurus, rambut yang sudah panjang, hingga kumis serta bulu-bulu disekitar rahang dan dagu yang mulai menebal membuat Nada terhenyak, betapa suaminya tidak memikirkan dirinya sendiri demi menjaganya yang terbaring dalam tidur panjangnya.


" lihatlah sayang, baby Naren juga tertawa terus dari tadi, mungkin dia merasakan kebahagiaan juga.." ucap Revandra sambil menatap Nada yang bersandar ditempat tidur.


Senyum Revandra luntur ketika melihat Nada menangis lagi. buru-buru ia menghampiri Nada.


" ada apa sayang ?? apa ada yang sakit ?? atau pusing ?? atau kau ingin istirahat ??" tanya Revandra penuh rasa kawatir.


Nada menerbitkan senyumnya dan menggeleng pelan. " apa q tidur terlalu lama ?? kenapa kau sekurus ini ??!!" ucap Nada sambil.memegang pipi suaminya. " dan ini, kau seperti tahanan dipenjara suamiku.. apa kak Darren tidak mengurusmu ??!!" lanjut Nada yang membuat Revandra menerbitkan senyumnya.


" jangan salahkan dia, dia yang paling cerewet dalam urusan itu. dia merawatku dan anak-anak kita dengan baik, hanya saja ini memang keinginanku, kau terbaring tidak berdaya mana mungkin q mengurusi hal yang tidak penting begini... kau tau masakanmu yang selalu membuatku semangat untuk makan, karna kau tidur lama makanya q tidak berselera untuk makan..." terang Revandra.


" q sangat beruntung memiliki suami sepertimu, tidak ada kebahagiaan yang pernah kudapatkan seperti sekarang ini.. terima kasih.." balas Nada.


Revandra memeluk Nada dengan lengan sebelahnya, " jangan berterima kasih, kita akan mengawali hari dengan kebahagiaan setelah ini.. "


Nada sangat bahagia. mempunyai keluarga yang lengkap dengan suami yang meyayangi sepenuh hati benar-benar sesuatu yang sangat ia syukuri.


.


.


.

__ADS_1


Nurra beberapa kali melihat jam yang melingkar ditangannya,


" kapan klien kita datang ?? kenapa.kita yang menunggu mereka ??!!" tanya Nurra pada sekretarisnya


" sebentar lagi nona, barusan asistennya menghubungi saya." jawab sekretaris Nurra.


Nurra membuang nafas dengan kasar. tanpa sengaja netranya melihat darren bersama seorang wanita memasuki cafe itu,


"siapa wanita itu ?? apa kekasih barunya darren, centil sekali.. lihat saja pakaia nya astaga .. ??" umpat Nurra dalam hati.


Terlihat darren juga bertemu dengan kliennya, beberapa kali nurra mencuri pandang pada darren. mata Nurra fokus pada wanita yang disebelah darren. segala keperluan darren sudah disiapkan wanita itu. "oh.. sekretaris.. hmm.." batin Nurra lagi.


hingga ia tidak.menyadari jika kliennya sendiri sudah datang. gelagapan buru-buru ia menjabat tangan klien baru dari luar Negeri itu.


disisi darren, darren tengah melihat proposal yang diajukan kliennya, ada rasa tidak suka ketika darren melihat kliennya memandang liar terhadap Nia sekretaris Darren. beberapa kali darren melihat pria itu hendak memegang tangan Nia.


Nia yang merasa diperhatikan merasa risih dan salah tingkah. hingga ia berbisik pada darren."tuan, saya ketoilet sebentar ya.."


" iya, cepatlah. ini sudah hampir selesai." balas Darren lirih.


" pak Darren anda pintar sekali memilih sekretaris, cantik, pintar, smart. " ucap salah satu pria.


" dia sekretaris kakak saya dulu. kakak saya yang merekrutnya." balas darren singkat.


salah satu pria itu juga berpamitan hendak ketoilet.


ada rasa curiga dihati darren ketika melihat gelagat pria itu. namun darren berusaha tetap tenang.


hingga darren selesai menandatangani berkas Nia belum muncul juga, begitupun dengan teman pria klien darren itu.


" saya permisi sebentar tuan." ucap darren

__ADS_1


" anda akan kemana ?? mencari sekretaris anda kah ??" tanya Pria itu dengan suara mengejek.


Darren menatap tajam pria itu, ia lalu meninggalkan pria itu begitu saja menuju toilet.


baru saja darren tiba didepan pintu toilet terdengar suara teriakan dari dalam.


cepat-cepat darren masuk dan mendobrak salah satu pintu toilet itu. amarah Darren bertambah memuncak kala matanya melihat Nia sekretarisnya dilecehkan oleh pria yang bersama Kliennya.


bukk..


bukk..


bukk..


darren menarik pria itu dan memukul beberapa kali wajah pria itu.


darren menghentikan aksinya ketika mendengar suara tangisan Nia yang ketakutan.


segera darren membuka jasnya dan membalutkan ditubuh mungil Nia,


" tenanglah, saya disini. ayo kita pergi.." ucap Darren lembut sambil merangkul Nia yang sesenggukan menangis.


darren menatap pria yang tergeletak itu. "kita belum selesai !!" ucap darren penuh penekanan.


kemudian darren langsung keluar dengan memeluk Nia tanpa memperdulikan pengunjung cafe yang lain darren terus berjalan keluar. Nurra yang juga dicafe itu pun melihat keheranan dengan Darren yang memeluk sekretarisnya bahkan memberikan jasnya untuk sekretarisnya.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2