Cinta Yang Sempurna

Cinta Yang Sempurna
Cinta Yang Sempurna


__ADS_3

episode 151


hay readerku semua.. gimana sama karya ecekedulku ini ?? πŸ€”πŸ€”πŸ€”


ini udah masuk konflik akhir ya.. ada kejutan looh nanti... πŸ€—πŸ€—πŸ€—


ramaikan kolom koment dan Like ya...


πŸ‘πŸ‘πŸ‘ biar aque semangat pastinya...


salam sayang dari aque...😁😁😁


.


.


.


🌺🌺🌺


Pukul 16.00, Mike sudah datang atas permintaan Revandra.Kini Nurra bersama Zakia sudah bersiap ikut dengan Mike. sedangkan Nada masih termenung didepan jendela kamarnya. sesekali ia melihat layar ponselnya berharap jika Suaminya akan menghubunginya namun ternyata tidak sama sekali.


Nada menarik nafas panjangnya, untuk menetralkan rasa dalam hatinya.


ketukan pintu membuyarkan lamunan Nada. masuklah Darren bersama Alika.

__ADS_1


"Nad, sudah waktunya. ayo.." ajak Darren.


" kenapa Revandra tidak datang ?? apa dia tidak peduli padaku ??" tanya Nada dengan air mata yang lolos begitu saja.


Alika yang tau perasaan adiknya segera menghampiri Nada mengusap lembut punggung adiknya itu.


" Nad, Revandra adalah seorang pemimpin dan seorang suami. keduanya adalah tanggung jawab baginya. disatu sisi dia harus melindungi anggotanya, disisi lain dia juga harus melindungi istri dan keluarganya, berada dipilihan seperti itu adalah hal tersulit bagi seorang pemimpin adikku..kakak pernah berada dalam kondisi seperti itu, makanya kakak sangat faham dengan apa yang dirasakan suamimu itu. percayalah, apapun keputusan suamimu adalah yang terbaik, jangan berfikir yang bukan-bukan terhadapnya." nasehat Alika.


" tapi setidaknya dia memberi kabar padaku kak !!! agar q tidak kawatir padanya..." protes Nada dalam tangisannya.


" sudahlah, jangan seperti itu.. kau tidak kasihan pada kandunganmu..." timpal darren.


akhirnya Nada mengikuti langkah darren keluar dari kamarnya dengan sisa isak tangisnya, Alika merangkul sang adik dalam dekapannya, hingga sampai dipintu keluar dimana Nurra dan Zakia sudah menunggunya.


" berangkatlah, doakan yang terbaik untuk suamimu ya.." ucap Alika dengan memegang kedua tangan Nada.


Alika membalas dengan senyumannya. " ada sesuatu yang harus q ambil dirumah ken, nanti q akan menyusul. kau tenang saja ya .."


" apa salahnya kita ambil bersama saja.." pinta Nada.


" tidak bisa, waktu ini sudah ditentukan suamimu, cepatlah pergi.. " perintah Alika.


dengan berat hati Nada masuk kedalam mobil bersama Nurra dan Zakia. gurat kesedihan masih terlihat jelas diwajah cantik Nada. Sesekali ia harus menerbitkan senyum keterpaksaan kala Zakia memeluknya.


Mobil yang dikendarai Mike, melesat meninggalkan rumah besar Revandra. Alika darren dan Kennan menatap kepergian mobil itu.

__ADS_1


" kak kau yakin tidak ikut dengan Nada ?? bagaimana dengan kondisimu kak !!" protes Darren.


" hentikan ocehanmu darren !!! persiapkan dirimu saja !!"bentak Alika dengan tatapan mata yang tajam. ia berlalu dari hadapan darren dan Kennan.


Darren terlihat frustasi ia mengusap kasar wajahnya. " kenapa kak Alika sangat keras kepala !!" gerutu Darren.


" kakakmu memang seperti itu, tenanglah q akan selalu melindunginya." timpal kennan.


" jika saja tidak ada penyakit dalam tubuh kak Alika q tidak akan ragu dengan kekuatannya, tapi saat ini keadaannya sangat memprihatinkan..!!" balas darren.


Kennan hanya menunduk, ia juga sangat kawatir dengan keadaan istrinya itu.


terdengar sebuah mobil berhenti dihalaman depan. Darren dan kennan saling pandang, dan melangkah melihat siapa yang datang.


mereka berdua menarik nafas lega kala melihat Revandra dengan asistennya turun dari mobil.


" Nada sudah pergi ??" tanya Revandra.


Darren mengangguk pasti." sudah, kau tau dia sangat sedih ketika q mengatakan yang sebenarnya.. bahkan dia semakin sedih karna kau tidak memberi kabar padanya !!!" protes darren.


" q kan sudah katakan padamu untuk tidak mengatakannya !! kenapa kau harus jujur !!" timpal Revandra.


" hey jangan menyalahkanku !! q tidak mungkin membohongi adikku !! kau saja tidak sanggup mengatakan sejujurnya dengan istrimu kan ??!!" balas Darren.


Revandra hanya membuang nafasnya kasar, memang benar yang diucapkan Darren. Revandra memang sengaja menghindari Nada agar tidak ada pertanyaan yang harus ia jawab, melihat Nada menangis adalah hal tersulit bagi Revandra.

__ADS_1


"sayang...maafkan q, q tidak bermaksud menyakiti hatimu... tapi q tidak sanggup melihat dan mendengar kau menangis dan kawatir .." batin Revandra.


__ADS_2