
episode 186
.
.
.
Nada tengah merias dirinya didepan meja riasnya. dengan makeup natural Nada terlihat cantik bagi Revandra.
Revandra yang melihat sang istri segera menghampiri dan memeluknya dari belakang.
"katanya hanya makan malam, kenapa kau cantik sekali ??" tanya Revandra
" jadi kau ingin q terlihat jelek ??" balas Nada sambil menatap Revandra dari kaca.
" bukan seperti itu, hanya saja kenapa kau terlihat selalu cantik.." ucap Revandra penuh frustasi.
" kau ingin q menjadi jelek..??" tanya Nada dengan santai..
" tidak..tidak.. baiklah sudah ya, q yang kalah.." jawab Revandra sambil.mengeratkan pelukannya.
" kau bilang akan menggantikan baju Zakia dan Baby Naren, kenapa masih disini ??" tanya Nada penuh selidik.
" he..he..he.. ada bibi Yumna dan yang lain.. mereka yang minta. q tidak menyuruh mereka, benar kok, q tidak bohong !!" jawab Revandra penuh pembelaan.
Nada hanya tersenyum tipis.
" mama..." panggil Zakia diikuti Bibi Yumna yang membawa Baby Naren.
Nada menyambut Zakia dengan sayangnya.
" putri mama cantik sekali.."
" terima kasih mama.." balas Zakia.
Nada menerima baby Naren yang berada dalam gendongan bibi Yumna.
" terima kasih bi. .. maaf merepotkan." ucap Nada.
" nyonya bicara apa, kan memang sudah tugas saya.." balas bi Yumna.
Nada menjawab dengan anggukan dan senyumannya.
__ADS_1
" baiklah, ayo kita berangkat.." ajak Revandra sambil.meraih baby Naren.
Nada menggandeng Zakia dan mereka turun bersamaan.
dibawah Yohan sudah siap dengan mobilnya.
" Yo, bagaimana kau belum berkembang sendiri ??" tanya Nada didalam mobil.
" huh. .. entahlah nyonya. saya psrah saja.." jawab Yohan lemah.
" kau belum berjuang sudah menyerah !! dasar payah !!" umpat Revandra.
" maaf tuan, tapi masalah Zenna lebih dari itu.." terang Yohan penuh frustasi.
" kau ini laki-laki !! bersikaplah kuat !!" timpal Revandra.
" akan saya coba tuan." jawab Yohan mengalah. karna jika menjawab dia akan kalah terus dari bosnya itu.
.
.
.
dentuman musik yang keras berbagai jenis wanita seksi yang menjadi ciri khas sebuah bar.
beberapa wanita yang sudah mengenal darren menghampiri dan menggodanya.
" wah.. bos lama tidak kesini..kita temani ya ??" ucap salah satu wanita seksi itu.
" pergilah, q tidak ingin diganggu malam ini.." balas Darren singkat.
" tapi bos.."
" Gimi !!!" teriak Darren.
yang bernama Gimi pun berlari mendekati Darren.
" ada apa tuan ??" tanya Gimi
" singkirkan para ****** ini !!! jangan biarkan mereka menggangguku ?!!" perintah Darren.
" baik tuan." jawab Gimi. " ayo.. ayo.. kalian pergi saja.. jangan buat bos marah !!" perintah gimi pada para wanita seksi itu.
__ADS_1
tegukan demi tegukan minuman yang menemani Darren.
"kenapa q harus sedih ?? harusnya q senang bukan.. akhirnya kau bahagia juga.." gumam Darren. ia kembali menuang minuman kedalam gelasnya dan langsung meneguknya hingga kandas.
Mayra yang juga sedang patah hati ternyata ad ada dibar itu. pakaian Mayra yang hanya menggunakan tangtop dan jaket levis serta celana panjang yang ketat.
beberapa pria hidung belang mulai merayu mayra yang tengah meneguk minuman dengan air mata yang mulai dihapus.
" sendirian baby.. mau ditemani ??!" tanya seorang pria.
namun mayra enggan menanggapi, ia terus menikmati minuman tanpa peduli para pria disekelilingnya.
" sombong sekali !!" gerutu salah satu pria itu sambil meraih tangan Mayra namun dengan gerak cepat mayra meraih gelas ditangannya dan melempar tepat diwajah pria itu.
pyarr...
pecahan gelas mengenai kepala pria itu.
"aakkhh... ****** sialan !!! tangkap dia !!!" perintah pria itu.
para pria yang mengelilingi Mayra segera menangkap Mayra, namun dengan gerak cepat mayra memukul satu demi satu pria itu.
buukk..
bukk..
bukk..
dagg..
dagg..
dagg..
hingga seorang pria meraih pisau didalam jaketnya hendak menyerang dari belakang.
" Mayra awas !!!"
.
.
.
__ADS_1