Cinta Yang Sempurna

Cinta Yang Sempurna
Cinta Yang Sempurna


__ADS_3

episode 189


.


.


.


Nada menautkan alis ketika memasuki kamarnya. wangi yang berasal dari aroma therapi seakan menenagkan bagi siapa saja yang menciumnya, pencahayaan yang temaran karna hanya menggunakan lampu tidur, menambah kesan Romantis bagi sebuah pasangan. hal itu membuat Nada menerbitkan senyum setelah sebuah lengan kekar memeluknya dari belakang,


" q merindukanmu." bisik Revandra ditelinga Nada.


Nada berbalik dan mengalungkan tangannya dipinggang suaminya itu.


" kau yang menyuruh kak darren datang ??" tanya Nada dengan suara sendunya.


Senyum Revandra redup begitu saja. ia menaikkan satu alisnya. " q kan juga ingin berduaan denganmu, q hanya minta bantuan padanya saja.. dia kan kakakmu yang baik, dengan suka rela dia datang kesini.." jawab Revandra singkat, ia mulai mendekati wajah Nada dan mencium mesra bibir Nada. ciuman yang berawal dengan lembut berubah menjadi panas, hingga keduanya terengah-engah menatur nafas. Revandra menggendong nada dan membaringkannya diranjang yang sudah ditata rapi olehnya,


" malam ini kau hanya milikku. " ucap Revandra dengan suara sensualnya.


Nada hanya dapat memejamkan.matanya ketika Revandra mulai menjelajah setiap inci tubuhnya.


akhirnya adegan panas ranjang terjadi malam itu setelah Revandra berpuasa selama Nada tertidur, ditambah beberapa bulan hingga mencapai satu Tahun usia Baby Naren. sungguh sesuatu yang tidak dapat ditahan lagi olehnya.


.

__ADS_1


.


.


Pagi yang cerah, secerah wajah Revandra yang baru turun dari tangga. hatinya semakin berbunga ketika melihat istri tercintanya menyiapkan sarapan untuknya dimeja makan, langkahnya dipercepat agar bisa memeluk Nada.


" istriku.. kau tidak lelah ya ??" bisik Revandra setelah memeluk Nada dari belakang.


Nada yang sedikit terkejut hanya dapat membuang nafas dengan kasar. " kalau q sakit jantung bagaimana ??" ucap Nada dengan kesal.


" q kan hanya ingin memeluk istriku saja." protes Revandra sambil melepas pelukannya.


Nada hanya menggeleng kepala melihat tingkah konyol suaminya itu.


Darren yang menggendong baby Naren dan Menggandeng Zakia masuk kedalam rumah. dengan antusias Nada menyambut ketiganya.


" sudah mama, papa darren baik sekali ajak Zakia keliling komplek" balas Zakia dengan senang.


Darren membusungkan dadanya sambil melirik Revandra dengan gaya ejekannya.


sedangkan revandra hanya mencebikkan bibirnya dengan umpatan-umpatan konyolnya.


" wah.. pasti zakia seneng ya.. ayo kita sarapan dulu, pasti sudah laper kan ??" ucap Nada sambil membukakan kursi untuk Zakia. Nada hendak mengambilkan makanan untuk Zakia, meski dengan menggendong Baby Naren.


" sudah sayang, biarkan q yang mengambilkan Zakia makan." cegah Revandra sambil meraih piring ditangan Nada.

__ADS_1


" baiklah." jawab Nada dengan senyumannya. ia kemudian duduk dengan memangku baby Naren.


Dengan kakunya Revandra mengambilkan makanan untuk putri pertamanya. " sayang mau apa saja ??" tanya Revandra


" apa aja mau pa.." jawab Zakia pasti.


" baiklah, nah.. sudah, sekarang makanlah.." Revandra meletakkan piring berisikan nasi dan lauk untuk Zakia.


Darren menyerahkan piringnya kepada Revandra. Revandra menautkan alisnya. " kenapa ?? apa kau lupa dimana tempat nasi ??"


" hey adik ipar !! ambilkan untukku juga !!!" protes Darren.


" kau ini sudah dewasa sudah tua malah, ambil sendiri !!!" tolak Revandra.


" Nada biasanya mengambilkan untukku !! sekarangkan kau yang menggantikan tugas Nada.. hmm... baiklah, Nad, semalam..-"


" baiklah.. baiklah.." timpal Revandra yang gelagapan takut ketahuan Nada.


Darren tersenyum penuh kepuasan, dengan kesal Revandra mengambilkan makanan untuk kakak iparnya itu.


sedangkan Nada hanya menjadi pendnegar setia perdebatan kakak dan suaminya itu.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2