
"Kamu ndak apa-apa kan Dek?" tanya Fahri dengan nada cemas kepada Andari yang duduk di sebelahnya. Dengan lembut Fahri meremas kelima jari tangan kiri Andari.
"Aku nggak apa-apa kok Bang," seulas senyum Andari persembahkan kepada Fahri agar suaminya itu tidak cemas. Mereka akan ke rumah sakit untuk melakukan serangkaian tes kesehatan. Itu membuat dirinya agak sedikit gugup saat ini, dan juga sedikit gelisah. Akan tetapi saat Fahri meremas jarinya ia dapat kembali tenang.
Mobil Kijang Inova yang mereka tumpangi berhenti di tengah jalan Sultan Hamid Dua. Di depan mereka tampak barisan mobil yang bergerak pelan, begitu pula dengan timer lalu lintas yang terletak di persimpangan jalan Tanjung Hulu satu dan jalan Tanjung Hulu dua yang berada tak jauh dari hadapan mereka baru sampai menghitung mundur pada angka dua puluh tiga.
Kota Pontianak memang telah banyak berubah. Volume kendaraan yang terus bertambah membuat jalanan di ibu kota provinsi Kalimantan Barat ini semakin macet, walau sebenarnya ada beberapa jalan yang telah dilebarkan tapi itu tetap tidak dapat mencegah kota ini terbebas dari macet.
Alhasil jalanan di Kota Pontianak sekarang benar-benar berubah menjadi jalanan seperti di Kota Jakarta. Apalagi pada jam sibuk seperti akhir minggu atau pagi hari, saat orang sebagian pergi ke kantor, atau anak-anak pergi ke sekolah, atau sore hari seperti saat ini, saat orang-orang baru pulang dari kantor.
"Astghfirullah, bale lah orang tuh nekat sekali," kaget Fahri saat sebuah mobil Toyota Agya berwarna kuning pisang, nekat menyalip dari kiri, mengikuti jejak para pengendara sepeda motor yang melaju di pinggir jalan yang tak beraspal tapi sedikit berbatu dekat dengan tepi parit yang memiliki tepian sedikit landai, dan ditumbuhi rumput serta pohon kelapa sawit. Lebar parit memang cukup luas. Mampu menampung dua mobil berukuran sedang dengan airnya yang lumayan dalam karena parit tampak pasang airnya saat ini.
"Sabar ya Bang," Andari tersenyum menatap ke arah suaminya.
"Maksudnya?"
"Abang nggak mungkin menyalipkan?"
"Ya, ndak mungkinlah mobil kita body nya besar begini."
"Jadi kalau mobil kita body nya kecil abang mau menyalip gitu."
Fahri terkekeh mendengar perkataan Andari yang tampak cemberut sekarang.
__ADS_1
"Udah jangan merajok seperti itu jelek tahu."
"Abang nih istri sendiri dibilang jelek," Andari gemas tanpa sadar ia mencubit pinggang Fahri.
"Auw! sakit. Udah ah, jangan lagi, abang lagi nyetir, bahaya."
"Habisnya abang duluan."
"Iya deh, abang minta maaf."
***
Mereka sampai di ABK. Rumah sakit ini terletak di jalan Jendral Ahmad Yani. Mereka kemudian diwajibkan untuk melakukan serangkaian tes kesehatan. Hasilnya tidak ditemukan masalah dalam diri Fahri, yang menghalanginya memiki anak. Sedangkan Andari, ada masalah mengenai saluran telurnya yang tidak dapat berfungsi dengan baik atau tidak memungkinkan terjadinya pertemuan antara sel telur dengan ****** sehingga pembuahan tidak terjadi. Walaupun pembuahan bisa terjadi, kemungkinan embrio tidak masuk ke rongga rahim sehingga terjadi kehamilan di luar kandungan.
Di Kalimantan belum ada klinik bayi tabung. Akhirnya mereka pun harus ke Kota Kuching di Malaysia.
Mereka berangkat ke Kota Kuching menggunakan bus antar negara yang bertolak dari Terminal Antar Negara Sungai Ambawang yang merupakan terminal antar negara satu- satunya di Indoesia.
Dulu ke Kota Kuching Malaysia melalui daerah Sungai Pinyuh dan memakan waktu kurang lebih delapan jam. Tapi kini setelah Terminal Antar Negara Sungai Ambawang dibangun, jalur pun diubah menjadi lewat daerah Tayan dan memakan waktu kurang lebih enam jam. Itu berarti pengurangan waktu dua jam perjalanan.
Mereka kemudian melakukan program bayi tabung di sebuah klinik bayi tabung terkemuka di pusat Kota Kuching. Dua minggu kemudian mereka kembali lagi ke klinik tempat mereka melakukan bayi tabung. Tapi sepertinya takdir memang berkata lain. Program bayi tabung mereka dinyatakan negatif. Dokter yang menangani mereka mengatakan embrionya tidak mau menempel padahal lanjut dokter lagi semuanya bagus tidak ada masalah.
"Sudah jangan sedih lagi," hibur Fahri kepada Andari. Saat ini mereka berada di Waterfrontcity Sarawak. Tak jauh di belakang mereka terdapat Sungai Sarawak dan di seberang sungai berdiri megah bangunan Dewan Undangan Negeri Sarawak. Bersebelahan dengan bangunan Dewan Undangan Negeri Sarawak berdiri Astana ( istana kediaman Yang Dipertuan Negeri Sarawak) dan Forth Margherita.
__ADS_1
Setelah dari klinik tempat mereka melakukan program bayi tabung dan menanyakan hasilnya, Fahri kemudian mengajak Andari untuk jalan-jalan ke Waterfrontcity Sarawak. Kebetulan hotel tempat mereka menginap tidak terlalu jauh letaknya dari Waterfrontcity Sarawak.
Andari kemudian menghapus air matanya. Betapa beruntungnya ia mendapat suami seperti Fahri yang begitu perhatian tidak lantas marah atas hasil yang ditetapkan Allah untuk mereka.
"Abang lapar nih, makan yuk!"
Andari tersenyum lagi saat mendengar perkataan Fahri. Mereka kemudian makan, di salah satu kedai makan sederhana yang memang banyak bertebaran di Waterfrontcity Sarawak.
Andari memesan laksa Sarawak serta teh tarik sedangkan Fahri memesan nasi lemak dan es teh dicampur lemon. Sementara di langit bagian barat matahari mulai tengelam, memulas warna jingga senja yang begitu menawan dan juga romantis.
Terdengar suara adzan magrib saat mereka telah selesai makan. Mereka kemudian menuju Masjid Bandaraya Kuching yang letaknya lebih kurang dua ratus meter dari lokasi mereka saat ini berada. Masjid ini sebenarnya termasuk masjid besar. Hanya saja tidak tampak dari luar. Terhalang kedai-kedai syarikat perniagaan. Pintu masuknya pun berupa kedai tapi ternyata di dalamnya besar. Bangunannya sama dengan masjid pada umurnya di Indoesia begitu pula dengan tata cara sholatnya.
Setelah selesai menunaikan sholat Magrib, mereka memutuskan untuk pulang ke hotel karena besok pagi mereka akan langsung pulang ke Pontianak.
CATATAN:
Sultan Hamid Dua: Beliau adalah perancang lambang negara burung garuda.
Bale: Busyet.
Merajok atau merajuk : cemberut atau ngambek.
ABK: Anugrah Bunda Khatulistiwa.
__ADS_1
Kota Kuching : Ibu kota Negeri Sarawak.