
episode 155
.
.
.
Motor yang dikendarai Mayra dan Nada sudah sampai dimarkas Revandra. keduanya terkejut bukan main kala melihat markas itu sudah runtuh dengan sisa api disegala penjuru.
Nada menutup mulutnya tak parcaya dengan apa yang dilihat. kekawatiran menyelimuti hati Nada.
" jangan sedih dulu. q yakin kak Vandra masih hidup." hibur Mayra sambil.menepuk pundaK Nada.
Nada mengatur nafasnya dan menganggukkan kepalanya. ia selalu ingat janjinya kepada mayra jika ia ikut, ia harus kuat ketika melihat apapun dipertempuran.
" ayo kita kerumah kalian. . ?? q dengar setelah markas mansion kak Vandra yang akan diserang." ajak mayra.
" benarkah ?? ayo.. tunggu apa lagi !!" Nada segera naik keatas motor. mayra terbengong melihat Nada yang akan mengemudi
" kau yakin akan mengemudi ??" tanya mayra sedikit ragu.
Nada membalas dengan senyum tipisnya." q dulu seorang tukang ojek, hari-hariku bersama motor. q juga merindukan mengendarainya."
Mayra menyunggingkan senyumnya, ia lalu segera naik. motor yang mereka naiki segera melesat pergi menuju mansion Revandra.
Dimansion Revandra masih terjadi pertempuran sengit antara Darren dan celine. Sedangkan Alika yang sudah terkena luka tembak pada lengannya masih terus melawan anggota Celine dibantu Kennan, gondrong, Romi dan Yoham juga terus bertahan melawan.
beberapa kali Alika harus terjatuh karna tubuhnya yang lemah. kennan berusaha terus melindungi istri tercintanya.
Celine terus menghujani Darren dengan pukulan dan tendangan, beberapa kali tembakan juga ia layangkan. Ia seperti tidak memiliki rasa capek sedikitpun. Celine terus saja menghajar Darren tanpa henti.
dagg..
dagg..
bukk..
bukk..
Darren tersungkur karna serangan tipuan dari Celine, senyum licik terlihat diwajah celine."kau akan mati !!" gumam Celine,
__ADS_1
dengan gerak cepat Celine mengambil belati dan hendak menusuk darren yang masih kesakitan. Alika yang melihat adiknya sedang dalam bahaya segera berlari menyelamatkan.
jleeb ....
" ahhkkkk !!!"
" kakak !!!" teriak Darren. ketika menyadari Alika menghadang serangan Celine.
dengan mata merah Celine mendorong Alika hingga terjatuh dengan gerak cepat Darren menangkapnya.
" wanita payah !!!" umpat Celine.
" Alika !!!" kennan hendak berlari menghampiri Alika namun harus terhenti dengan serangan dari anggota Celine yaitu para pria yang berbadan kekar itu.
" kakak.. bertahanlah !!" pinta Darren dengan air mata yang mengalir.
Alika membalas dengan senyumannya.
" kak Alika !!!" sebuah suara yang tidak asing terdengar dipintu. semua menoleh sumber suara, nampak Nada didampingi mayra yang sudah siap dengan senjata tajam ditangannya segera berlari menghampiri Alika dan darren.
" wauu... q tidak.menyangka jika kau yang datang " Celine berucap demikian dan hendak menyerang Nada, namun dihadang mayra. mata keduanya saling beradu.
" akan q lakukan !!" balas Celine dengan senyum liciknya. mereka akhirnya saling serangsatu sama lain..
dag..
dagg..
buuk..
bukk..
Nada menghampiri Alika yang berada dalam dekapan darren.
air matanya lolos begitu saja. " kakak... bertahanlah kak " ucap nada lirih.
" kenapa kau kesini ??" tanya darren.
Nada hendak menajawab dengan menatap wajah darren, ia terteguh dengan kondisi Darren yang sudah babak belur.
" kau juga terluka kak !!!ayo kita bawa kak Alika kerumah sakit." teriak Nada.
__ADS_1
Kennan yang berhasil mengalahkan penghalangnya segera menghampiri Alika, dan mengambil Alika dari pangkuan darren.
" sayang.. bertahanlah.. kita pergi kerumah sakit ya.." ucap Kennan dengan air mata yang mengalir.
" ja..ja..ngan.. ba..ban..tu me..me..reka dulu.. q q..akan ..be..rta..han." jawab alika terbata-bata. Kennan hanya menggelengkan kepalanya dengan menangis sendu. Nada pun demikian,
Darren berdiri dari duduknya ada seorang anggota Celine yang hendak menyerang mereka dengan gerak cepat Darren menangkisnya, perkelahian lagi yang terjadi. Nada menatap kesekililing, namun ia tidak mendapati suaminya. "kau dimana ??"batin Nada.
hingga netranya melihat Mayra tergores dilengannya. "mayra !!"teriak Nada sambil berlari menolong mayra.
" pergilah, jangan dekati wanita gila itu !!" ucap mayra.
Nada menggelengkan kepalanya. Dia membantu mayra berdiri.melihat semua orang yang ia sayangi terluka hati Nada benar-benar merasa sakit dan tidak terima.
" ha..ha...ha... waktunya menghabisi kalian semua !!" ucap Celine sambil memainkan pistolnya
Entah apa yang merasuki seorang Nada, tiba-tiba saja tatapannya berubah menjadi tajam dan penuh amarah. dengan tenang dia melangkah mendekati Celine.
" kau !!! sudah salah memilih lawan !!" ucap Nada pelan namun penuh penekanan.
" ternyata istri Revandra punya nyali juga .. q fikir kau hanya kucing rumahan .." ejek Celine sambil menodongkan pistol
" katakan itu jika kau sudah melihat yang akan terjadi " balas Nada yang langsung menendang tangan Celine dengan gerak cepat.
Celine terkejut bukan main, " kau ??!!"
Nada menyunggingkan senyum liciknya. matanya terus menatap Celine dengan tajam. "jangan terlalu banyak omong !!" tanpa.berkata lagi Nada menyerang Celine dengan membabi buta juga.
bukk..
bukk..
dagg..
dagg..
beberapa kali Celine terkena pukulan Nada,
"dia kuat sekali !!" batin Celine.
Mayra terkejut dengan yang dilihat begitupun dengan yang lain. Nada terkenal dengan sikap lemah lembutnya, kini seorang Nada bisa menjelam menjadi singa ketika melihat orang yang ia sayangi terluka.
__ADS_1