
"Jadi bisa kamu ceritakan siapa Wulan, sepupu dari Ayu," kata Prasetyo saat Toyota Rush yang mereka kendarai membelah jalan Ring Road Selatan. Mereka saat ini hendak ke bandara Adisucipto untuk menjemput orangtua Andari. Hari ini Prasetyo menyerahkan kendall mobil ke Pak Susanto. Pak Susanto adalah supir keluarganya.
"Kamu kan sudah kenal Ayu pas SMU, kenapa kamu ndak bisa tahu tentang Wulan?"
"Ayu tidak pernah menceritakan tentang keluarga ibunya. Ayu hanya pernah cerita tentang keluarga intinya saja. Ia memiliki satu adik laki-laki yang sekarang duduk di bangku SMU kelas sepuluh. Ibunya memiliki butik. Ayahnya sendiri memiliki usaha mebel. Setelah lulus SMU, Ayu melanjutkan pendidikannya di Australia karena ia mendapatkan beasiswa. Hanya itu yang aku tahu dari Ayu "
"Aku bertemu Wulan sekitar seminggu setelah kejadian aku dan Indri dibegal di jalan Cangkringan. Wulan saat itu duduk di atas trotoar di jalan Kapas dekat kampus dengan kondisi basah kuyup. Ia duduk sambil menangis. Hujan lebat waktu itu baru saja reda, membuat jalan itu begitu sepi. Waktu itu sekitar jam sembilan malam. Jelas tidak ada orang yang berlalu lalang di sekitar jalan Kapas karena sekolah dan kantor di jalan Kapas sudah lama tutup.
Aku waktu itu kebetulan melintas di jalan Kapas bersama Tuti salah satu teman kampus ku. Aku dan Tuti baru saja selesai mengerjakan tugas kelompok di tempat kost Asti yang ngekost di dekat kampus.
Kami kemudian mendekati Wulan. Kami menemukan botol jack daniel tergeletak begitu saja di atas trotoar samping Wulan. Botol itu tampak kosong. Dari mulut Wulan tercium bau alkohol. Jelas Wulan baru habis minum. Aku kemudian bertanya kepada Wulan di mana alamat rumahnya. Wulan malah menjawab dengan tawa cekikikan. Di bawah kaki Wulan aku menemukan dompet. Aku lalu mengambil dompet itu. Isinya uang sepuluh ribu dan selembar KTP yang ternyata milik Wulan.
__ADS_1
Aku kaget saat membaca alamat rumah Wulan di KTP. Ia tinggal di Patangpuluhan. Aku lalu bertanya kepada Wulan bagaimana ia bisa sampai ke jalan Kapas padahal jarak tempat tinggalnya dari jalan Kapas lumayan jauh. Wulan malah menjawabnya dengan tawa cekikikan lagi.
Aku dan Tuti kemudian mengantar Wulan ke rumahnya. Beruntung waktu itu Tuti membawa mobil, jadi kami tidak kesulitan untuk membawa Wulan kembali ke rumahnya.
Sesampainya di rumah Wulan, kami bertemu Ibu Wulan dan juga Ayu serta keluarga Wulan yang lainnya. Tapi kami tak sempat berkenalan karena kondisi saat itu. Ternyata Ibu Wulan dan keluarganya sedang panik mencari Wulan saat itu. Mereka telah mencari kemana-mana tapi sosok Wulan tidak ditemukan.
Aku dan Tuti kaget saat esoknya Wulan datang ke kampus. Ia sempat membuat keributan dengan satpam kampus. Bagaimana tidak Wulan datang ke kampus menggunakan kaus lusuh dan juga celana jeans belel. Aku meminta maaf ke satpam kampus dan mengatakan Wulan itu teman kami. Wulan ternyata ingin menemui ku dan Tuti untuk mengucapkan terima kasih atas pertolangan kami kemarin. Ia juga tidak ingat bagaimana bisa tersesat hingga ke jalan Kapas.
Setelah itu kami dan Wulan menjadi sahabat. Wulan kemudian bercerita bahwa ia anak tunggal. Ayahnya telah lama meninggal akibat stroke. Ibunya bekerja sebagai staf pemasaran di salah satu perusahaan furniture ternama di Jogja. Ibunya begitu sibuk bekerja sehingga mempercayakan Wulan kepada asisten rumah tangga. Wulan dulu sempat memiliki pacar bernama Angga. Ia dan Angga satu kampus, akan tetapi Angga berselingkuh dengan sahabat baiknya. Itu kemudian membuat ia frustasi dan melampiaskannya dengan cara mabuk-mabukan karena ia merasa tidak ada yang memperhatikannya lagi. Ia juga memutuskan drop out dari kampus.
Andari berhenti sejenak. Matanya tampak berkaca-kaca.
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Prasetyo khawatir.
"Saat aku pulang ke Pontianak waktu libur Idul Fitri beberapa bulan lalu, Tuti menghubungi ku. Ia mengatakan Wulan tewas dalam sebuah kecelakan tunggal di jalan Magelang. Mobil yang dikendarai Wulan menabrak pembatas jalan. Kecelakaan itu terjadi sekitar pukul satu dini hari. Dari keterangan polisi Wulan mengendarai mobilnya dalam keadaan mabuk.
Wulan kemudian dimakamkan sekitar pukul delapan pagi di pemakaman umum tidak jauh dari rumahnya. Sesaat setelah pemakaman Wulan, Ibu Wulan bercerita kepada Tuti bahwa kecelakaan itu disebabkan oleh dirinya. Wulan memergoki dirinya sedang melakukan hubungan layaknya suami istri dengan Rendi di dalam kamarnya. Rendi adalah pacar baru Wulan. Wulan mengenal Rendi dari Facebook. Mereka baru jadian seminggu yang lalu.
"Ada satu hal yang kini aku sesali, aku belum bisa membimbing Wulan untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi."
"Jodoh, rezeki, maut semua Allah yang menentukan. Jadi kita berdoa saja yang terbaik untuk Wulan saat ini."
Beberapa menit kemudian mobil yang mereka kendarai telah sampai di bandara Adisucipto
__ADS_1