Cinta Yang Sempurna

Cinta Yang Sempurna
Bab 48 ~ (Kepergiaan Jelita)


__ADS_3

...Hey gengs kembali update siang hari. Jangan lupa like, vote, dan komentar yang banyak ya biar aku tambah semangat buat update....


...Happy reading...


****


Raka menatap adiknya dengan tersenyum, wajah Jelita lebih ceria dari biasanya walau tatapan gadis itu masih terlihat sangat kosong. Dan Koper berisi baju-bajunya dan Jelita sudah tertata rapi tinggal dimasukkan ke dalam mobil.


"Kak Raka!" panggil Jelita dengan tersenyum.


"Iya Sayang. Kenapa?" tanya Raka dengan lembut.


"Surganya masih jauh ya Kak? Jelita sudah gak sabar," ucap Jelita dengan terkekeh membayangkan bagaimana keindahan surga yang membuat dirinya akan bahagia.


Raka menghela napasnya dengan perlahan matanya terpejam sebelum menjawab pertanyaan melantur adiknya. "Kita harus naik pesawat dulu sebelum sampai ke tempat yang membuat Jelita bahagia," ucap Raka dengan tersenyum pedih.


"Pesawat? Mana pesawatnya?" tanya Jelita melihat ke kanan dan ke kiri untuk melihat keberadaan pesawat yang dikatakan oleh Raka, ia ingin segera sampai ke surga.


"Sebentar lagi kita akan ke sana. Tapi Jelita harus berjanji sama kak Raka," ucap Raka menatap adiknya.


"Janji?" Jelita mengulangi perkataan kakaknya dan setelah itu ia mengangguk.


"Janji kalau Jelita akan hidup bahagia bersama Kak Raka. Janji jangan menjadi gadis yang lemah lagi, Jelita harus sembuh dan tunjukkan ke semua orang yang jika Jelita adalah gadis yang hebat terlepas dari masalah hidup yang Jelita jalani," ucap Raka dengan tegas.


Walau tak mengerti dengan ucapan yang Raka katakan karena depresi yang Jelita alami tetapi Jelita tetap mengangguk dengan semangat membuat Raka mengacak rambut adiknya dengan gemas.


Raka menatap psikiater dan dua orang suster ya pribadi adiknya. "Kalian akan tetap ikut bersama saya. Untuk gaji kalian akan saya naikkan tiga kali lipat dari sebelumnya, semua berkas kalian di rumah sakit sudah Zack yang mengurusnya dan kalian diizinkan untuk pergi bersama saya, di sana nanti selain kalian merawat adik saya, kalian juga akan bekerja di rumah sakit milik saya. Tapi ingat yang lebih utama dari pekerjaan kalian adalah membantu adik saya untuk sembuh dari traumanya. Mengerti?!" jelas Raka dengan tegas.

__ADS_1


"Mengerti Tuan Muda kami akan bekerja dengan baik untuk membuat nona muda sembuh seperti semula," ucap psikiater itu dengan tegas dan dibalas anggukan oleh dua orang suster terpilih untuk merawat adiknya.


"Bagus! Ayo kita berangkat!" ucap Raka dengan dingin.


Raka mendorong kursi roda adiknya dengan perlahan. Orang-orang kepercayaannya sudah memasukkan koper-koper miliknya ke dalam mobil.


"Kita akan memulai hidup baru Sayang. Kakak harap kamu akan bahagia hidup bersama kakak dan menjadi gadis yang kuat," gumam Raka di dalam hatinya yang memandang Jelita dengan tatapan sendunya.


****


Sudah beberapa hari Rasyad seperti orang gila mencari keberadaan Jelita. Namun, ia tidak dapat menemukan Jelita. Tempat kerja adiknya juga mengatakan jika Jelita tidak pernah masuk lagi sejak lama. Dan Rasyad juga sudah ke rumah Dimas, namun rumah itu tidak berpenghuni karena Dimas sudah di penjara.


Lolita yang diabaikan oleh Rasyad merasa sangat marah bahkan di dalam hatinya merasa benci dengan Jelita. Padahal dulu Lolita adalah gadis yang baik akibat perbuatan salahnya di Paris mengubah Lolita menjadi wanita jahat seperti itu.


"Mau kemana Mas?" tanya Lolita saat Rasyad hendak keluar dari kamar mereka. Sudah beberapa hari mereka menikah sikap Rasyad tak kunjung hangat dengan Lolita, bahkan terkesan sangat dingin kepada istrinya hanya di depan keluarganya lah sikap Rasyad sedikit mencair karena tak mau membuat ayah dan bundanya banyak pikiran apalagi sampai sekarang Jelita belum bisa ditemukan, semua orang kepercayaan Nathan maupun Rasyad sudah dikerahkan tetapi semuanya belum memberikan kabar apapun, Jelita menghilang bak di telan bumi.


"Bukan urusan kamu!" ucap Rasyad dengan dingin.


"Kalau kamu masih mau berada di rumah ini maka diamlah!" bentak Rasyad dipenuhi emosi.


Mata Lolita berkaca-kaca mendengar bentakkan suaminya. "Aku tahu aku salah Mas! Tapi Mas tidak perlu memperlakukan aku sekasar ini. Aku juga punya hati," ucap Lolita dengan lirih. "Mas lebih peduli dengan Jelita padahal kita tidak tahu di luar sana Jelita itu seperti apa. Bisa saja...."


"Diam!" bentak Rasyad emosi saat Lolita menjelekkkan Jelita kepadanya.


"Mas!"


"Kamu..."

__ADS_1


Rasyad tidak melanjutkan ucapannya karena ponselnya berdering pertanda ada pesan masuk. Rasyad dengan cepat mengambil ponselnya, siapa tahu ada kabar terbaru dari orang-orang kepercayaannya. Tetapi Rasyad dibuat mematung dengan isi pesan yang dikirimkan dari nomor asing kepadanya.


"Kenapa Mas?" tanya Lolita dengan bingung saat melihat keterdiaman suaminya seperti patung.


Lolita mencoba mendekat ke arah Rasyad, ia juga ingin mengetahui isi pesan yang diterima suaminya sampai membuat Rasyad mematung dengan pandangan kosong seperti itu.


Lolita menutup mulutnya tidak percaya. Ia juga syok melihat foto yang dikirim oleh nomor asing ke ponsel suaminya. Lalu ia tersenyum licik karena dengan foto ini rencananya akan berjalan dengan mulus, Lolita tidak perlu capek-capek jika seperti ini. "Tidak perlu repot-repot membuat mas Rasyad membenci Jelita rencanaku sudah berjalan dengan mulus. Tapi siapa yang mengirim foto itu ya?" gumam Lolita dengan licik di dalam hatinya.


Brak....


Rasyad membanting ponselnya begitu saja. "Murahan!" teriak Rasyad dengan marah. Betapa terkejutnya Rasyad saat melihat foto Jelita dengan seseorang lelaki yang sedang berhubungan badan.


"Keluargaku sudah merawatmu dengan baik Jelita tetapi ini balasanmu terhadap kami hmmm. Terlahir dari rahim jal*ng ternyata akan melahirkan jal*ng seperti kamu juga. Cih wajah polosmu selama ini menutupi kebusukanmu ternyata. Aku menyesal telah menyayangimu Jelita! Aku tidak peduli lagi kamu menghilang kemana! Berapa banyak pria yang sudah menyicipi tubuh murahanmu itu hah?" ucap Rasyad dengan marah. Ia melempar apa saja yang berada di dekatnya.


Lolita sebenarnya takut dengan kondisi Rasyad sekarang. Tetapi ia mencoba mengambil kesempatan untuk membuat Rasyad kembali hangat dan peduli kepadanya.


"Mas sabar. Aku kan sudah katakan tadi jika Jelita bukanlah gadis baik-baik apalagi ibunya juga seperti itu, buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya. Seperti Jelita sekarang Mas, dia mengikuti jejak ibunya," ucap Lolita memanas-manasi Rasyad.


Rasyad menatap Lolita dengan mata memerah. Rasa kecewa, marah, dan benci menjadi satu di hatinya. Ia mencium bibir Lolita dengan kasar, pikirannya sudah tidak bisa jernih karena foto Jelita dengan pria lain sedang berhubungan suami istri.


Perlakuan Rasyad membuat Lolita bersorak senang sekarang. Walapun dengan keadaan marah Rasyad menyentuhnya tetapi tidak masalah bagi Lolita agar ia bisa menutupi keburukannya sendiri.


"Maafkan aku telah membencimu Lolita," ucap Rasyad dengan lirih. "Ternyata gadis yang aku sayangi dengan tulus dan memberikan dia kehidupan baik mencoreng wajahku dan keluargaku dengan begitu kejamnya," ucap Rasyad dengan serak.


"Aku sudah memaafkanmu Mas. Sekarang kita nikmati hidup tanpa gadis murahan itu ya," ucap Lolita dengan lembut. "Sentuh aku Mas! Aku milikmu!" ucap Lolita dengan sensual.


Rasyad yang tidak bisa berpikir jernih lagi karena rasa kecewa dan bencinya kepada Jelita membuat Rasyad melakukannya bersama Lolita. Rasa kecewa yang tadinya untuk Lolita kini sudah lenyap saat tubuh keduanya menyatu.

__ADS_1


Rasyad benar-benar brutal memasuki istrinya agar bisa menghilangkam rasa marah dan kecewanya. Suara ******* memenuhi kamar kedua pasang suami istri tersebut hingga Rasyad ambruk di atas tubuh Lolita.


"Dengan begini orang-orang tidak curiga jika aku hamil bukan anak mas Rasyad!"


__ADS_2