
episode 144
.
.
.
pertempuran tak terelakkan. baku tembak dan tendangan terjadi antara anggota EangleBlood dan para pria berbadan kekar itu. Yohan dan gondrong juga ikut andil.
para pria bertubuh kekar itu seperti tidak memiliki rasa, sayatan belati bahkan tendangan bahkan tidak berpengaruh pada mereka.
gondrong dan Yohan juga mulai kuwalahan dengan menghadapi para pria berbadan kekar itu. luka ditubuh gondrong dan Yohan juga sudah tak terhitung. kali ini lawan mereka tidak main-main.
beberapa kali gondrong dan Yohan juga terjatuh. hingga sebuah tembakan tiba-tiba saja terdengar.
doorr.
door..
door..
door..
dua pria berbadan kekar yang ada dihadapan gondrong dan Yohan terjatuh begitu saja.
gondrong dan Yohan melihat sumber dari tembakan itu, terlihat bos mereka Revandra bersama Romi berjalan kearah mereka dengan pistol ditangan masing-masing.
pria berbadan kekar itu masih bisa berdiri meski terkena tembakan dari Revandra dan Romi.
tanpa babibu lagi pria berbadan kekar itu menyerang Revandra dan Romi.
bugg.
buugg..
bugg..
dagg..
__ADS_1
dagg..
Revandra terus bertahan dengan serangan bertubi-tubi dari pria berbadan kekar itu, gondrong dan Yohan ikut membantu bos mereka dan Romi yang mulai kuwalahan juga.
Revandra tersenyum licik kala pria itu menjegal kakinya dengan gerakan memutar Revandra menghadiahi pria itu dengan tendangan tak berhenti sampai disitu, dengan gerak cepat Revandra mengambil belati didalam jasnya, tanpa ampun ia langsung menancapkan belati itu tepat pada mata pria bertubuh kekar itu.
jleb..
"aakkhh !!!"
pria itu berteriak kesakitan dengan memegang kedua matanya, Yohan langsung menendang dengan tendangan bertubi-tubi pada wajah hingga mengenai pria itu.
begitupun Romi yang dibantu gondrong, serangan secepat kilat dan langsung menusuk perut pria bertubuh kekar itu berulang kali pada perutnya.
" aakjhh..!!"
Akhirnya kedua pria berbadan kekar itu sudah tidak bernafas lagi.
" siapa mereka tuan ??" tanya Yohan
" tangan kanan pembunuh bayaran." Revandra beralih menatap Yohan dan gondrong. " kalian berdua terus lakukan penjagaan untuk istriku, sepertinya Davian sudah bertambah gila.." terangnya.
.
.
Mobil yang ditumpangi darren dan Nada sudah memasuki area mansion milik Revandra. dengan gerak cepat para penajaga langsung membukakan pintu untuk nyonya mereka dengan menunduk hormat.
Nurra yang menggandeng Zakia berlari menghampiri Nada, Bahkan Nurra tidak tau jika Nada bersama Darren.
"mama..."teriak Zakia yang langsung berhambur kepelukan Nada.
" sayang... mama sangat merindukanmu " balas Nada dengan memeluk putri suaminya itu.
" Kia juga kangen sama mama, mama sudah sembuh ??" tanya Zakia polos.
" sudah sayang, " jawab Nada sambil menciumi Zakia berulang kali.
sedangkan kencanggungan terjadi kala Nurra melihat darren disebelah Nada.
__ADS_1
sesekali nurra membuang tatapannya, untuk menetralkan rasa dihatinya,
" terima kasih Nur, kau sudah menjaga Zakia." ucap Nada sambil memeluk Nurra.
" kau bicara apa !! Zakia keponakanku, bagaimana keadaanmu ?? kakak bilang kau sakit ?? kandunganmu ??" tanya Nurra.
Nada tersenyum " kalau bertanya satu-satu dong Nur.. kebiasaanmu tidak berubah ya.."
Nurra hanya membalas dengan senyuman. Nada yang tau kecanggungan yang terjadi antara Nurra dan Darren segera menengahi.
"ayo kita masuk ??" ajak Nada.
" Nad, q kembali kekantor dulu ya.. ada beberapa berkas yang tertinggal.tadi." timpal Nurra sambil hendak berlari.
" ehh.. Nur.. tunggu..!!" cegah Nada. Namun Nurra sudah masuk kedalam mobilnya.
Darren yang melihat tingkah nurra hanya tersenyum manis, denga kedua tangan didalam saku celananya.
Nada.menatap kakaknya dengan tatapan menyelidik.
" kak !! kau ini bagaimana ?? seharusnya kau.minta maaf pada nurra !?" protes Nada.
Darren hanya memiringkan kepalanya sambil menatap kepergian mobil Nurra.
" kak !!!" teriak Nada.
" mama, paman itu siapa ??" tanya Zakia polos.
darren.mendekati Zakia lalu berjongkok, " hay cantik .. perkenalkan nama paman darren, paman ini kakaknya mama Nada.. bisakah kita berteman ??" ucap darren penuh senyum, yang membuat Zakia tersenyum juga, lalu mengangguk pasti.
" anak pintar, baiklah.. ayo kita masuk.." ajak Darren yang langsung menggendong Zakia masuk kedalam.rumah. tanpa.mengindahkan panggilan Nada.
" kak !!! q masih bicara denganmu !!!" protes Nada yang mengikuti langkah kakaknya yang sudah lebih dulu masuk kedalam rumah.
.
.
.
__ADS_1
.