
episode 195
.
.
.
.
"aaakkkkjhhhh !!!!!"
sebuah teriakan yang memekik ditelinga membuat Romi yang berada dikamar mandi segera berlari menghampiri Sonia yang tadi masih tertidur ditempat tidur.
" ada apa ???" tanya Romi penuh rasa kawatir, sambil menghampiri sonia yang menggulung selimut menutupi tubuhnya yang polos.
" lihatlah !!! apa semalam kita ??!! aakkhhh !!! q sudah tidak perawan lagi..!!!!" teriak Sonia sambil mengacak-acak rambutnya dan berteriak.
" sayang.. dengarkan q,!!! sonia !!!" Romi berusaha menenangkan sonia sambil memegang kedua bahu Sonia.
sonia terus saja histeris.hingga Romi sedikit meninggikan suaranya " sonia diamlah dulu !!!"
Sonia terdiam dengan sisa tangisannya, ia menatap lekat Romi yang berada didepannya.
Romi.mengusap lembut wajah Sonia dan langsung memeluk sonia dengan erat.
"dengarkan q, kita sudah menikah. kita sudah sah menjadi suami istri, wajar jika kita melakukannya dimalam pertama, tanda merah itu adalah hadiah terbesar yang kau berikan padaku sayang.." terang romi sambil.memegang pipi sonia.
" benarkah ?? kenapa q bisa lupa jika kita sudah menikah ??" tanya Sonia dengan wajah polosnya yang membuat Romi semakin gemas.
" kau semalam mabuk berat," jawab Romi sambil mencubit hidung sonia.
Perlahan sonia mulai teringat apa yang terjadi semalam. wajahnya bersemu merah ketika menatap Romi,
" sudah ingat ??" tanya Romi dengan senyumnya.
" q mau mandi.." jawab Sonia yang hendak berdiri namun ia merasakan rasa sakit yang luar biasa diantara selakangannya.
" aakkhhh !! kenapa masih sakit.." ucap sonia yang terduduk kembali.
__ADS_1
Romi.menerbitkan senyumnya. " itu biasa terjadi sayang, kan ini baru pertama, nanti kalau sudah sering tidak akan sakit kok.."
" dasar mesum " gumam Sonia dengan wajah memerahnya.
Romi dengan segera meraih tubuh sonia dalam.gendongannya.
" eh.. Rom !! q bisa..-"
" tadi kesakitan, sudahlah biarkan q memandikanmu hari ini.." bisik Romi dengan suara sensual yang membuat Sonia menyembunyikan wajahnya didada bidang suaminya itu.
.
.
.
Nada tengah memasukkan sesuatu didalam amplop putih,
Revandra yang berada dirumah tidak pernah mau jauh dari istri tercintanya itu.
" kau menyiapkan apa ??" tanya Revandra sambil memeluk Nada dari.belakang.
" untukku tidak ada ??" tanya Revandra manja dengan meletakkan kepalanya dibahu Nada.
" memang kau ulangtahun ??" Nada bertanya sambil menatap kesamping dimana suaminya meletakkan kepalanya.
" apa harus ulangtahun dulu baru diberi hadiah !!" gerutu Revandra.
" emm...iya," jawab Nada dengan candaannya.
Revandra yang gemas segera membalikkan tubuh Nada dan mencium bibir Nada.
Nada menerbitkan senyumnya dan mengimbangi ciuman suaminya yang semakin memanas.
" Nad, q mau... ...ya Ampun !!! " teriak Nurra sambil menutup matanya.
Nada mendorong Revandra begitu saja.
" Nur, ada apa ??"tanya Nada
__ADS_1
" pintu ditutup dong ngk sopan banget sih !!!" protes Nurra sambil.melangkah.masuk
" kau yang tidak sopan !! mengganggu saja !!!" gerutu revandra sambil membaringkan tubuhnya ditempat tidur.
nurra menatap tajam sang kakak.
" sudahlah, ada apa ??" tanya Nada dengan lembut.
" q mau pulang, Zakia dan baby Naren bersama bi Yumna, " jawab Nurra
" baiklah, terima kasih ya sudah menjaga Anak-anakku." timpal Nada.
" kau bicara apa, anak-anakmu kan keponakanku. " balas Nurra sambil memeluk Nada.
Nurra menatap Nada seolah bertanya sesuatu. Nada yang tau menjawab dengan senyumannya.
" dia baik-baik saja," ucap Nada yang seolah tau pertanyaan Nurra.
Nurra menunduk senyumnya redup seketika. "q hanya menghawatirkannya, tidak apa-apa kan ??" tanya nurra lirih dengan menahan air mata.
Nada mengangkat wajah Nurra. " tidak apa-apa, kita kan keluarga." jawab Nada penuh kelembutan.
Nurra berhambur lagi kepelukan Nada.
" q benar cuma menghawatirkannya Nad, q tidak memiliki rasa lagi padanya..." ucap Nurra dengan lirih.
" iya, q tau itu. jangan bersedih, minggu depan kau akan menikah kan ?? berbahagialah, kak darren akan bahagia jika.melihatmu bahagia." nasehat Nada.
Nurra mengangguk pelan, ia mengusap pipinya yang berlinang air mata. lalu.berusaha menerbitkan senyumnya, dan berbalik meninggalkan Nada dan Revandra.
Nada menatap Revandra yang dijawab dengan anggukan dari Revandra, segera mengikuti langkah Nurra yang keluar terlebih dulu.
.
.
.
.
__ADS_1
.