
episode 174
.
.
.
.
Domm...
ledakan terjadi dilantai atas rumah Rudi, dimana Rudi berada, bahan peledak rancangan Revandra sendiri yang meledakkan tubuh Rudi, hal itu bertepatan dengan mobil Revandra yang sudah keluar dari gerbang rumah besar itu.
.
.
.
Dirumah sakit kepanikan terjadi diruang operasi, beberapa kali perawat berlari keluar masuk ruangan . dokter Mike juga turut andil dalam operasi darurat Nada dibantu oleh dokter yang lain.
Nurra dan Darren hanya bisa duduk diruang tunggu dengan fikiran bercampur aduk, keduanya hanya mampu berdoa untuk keselamatan Nada dan calon anaknya.
Mike keluar dengan wajah gusarnya. darren dan Nurra segera menghampiri Mike.
" bagaimana adiku ??" tanya Darren penuh kecemasan.
__ADS_1
mike menarik nafas dan membuangnya dengan kasar.
" apa Revandra belum datang ??" tanya Mike.
Darren menggeleng sambil menunduk.
" kita harus segera melakukan tindakan operasi dan mengeluarkan bayi didalam kandungan Nada. pendarahan yang Nada alami sangat berbahaya baginkeduanya" terang Mike.
darren memejamkan matanya,
" lakukan apapun, selamatkan istri dan calon anakku Mike !!" ucap Revandra yang baru datang.
Darren dan Nurra memandang Revandra penuh sendu. keduanya tau bagaimana perasaan Revandra saat ini.
" baiklah, kau ingin menemani istrimu ??" tanya Mike.
Revandra mengangguk pelan. Mike mengusap punggung sahabatnya, " bantu dengan doa, ganti pakaianmu dan segera masuk." ucap Mike memberi semangat sahabatnya.
Inilah titik dimana seorang Revandra bisa menitikkan air mata, bahkan menjadi seorang yang lemah, ketika melihat istri tercintanya tergeletak dimeja operasi berjuang antara hidup dan mati. sambil menggenggam tangan Nada dengan kuat. "Tuhan, selama ini q tidak pernah meminta padamu, karna q sadar q orang hina yang penuh dengan dosa yang tidak pantas meminta kepadamu, tapi kali ini saja q mohon selamatkan istri dan anakku, mereka adalah hidupku.." batin Revandra dalam jerit tangis hatinya, beberapa kali ia mengusap kepala Nada dan menghujaninya dengan ciuman.
setelah perjuangan beberapa jam, dokter berhasil mengeluarkan bayi yang memang belum waktunya dilahirkan itu, Revandra yang melihat anaknya sudah dikeluarkan menangis terharu bercampur kawatir, karna tidak terdengar suara tangisan sama sekali, dokter anak yang memang berada disitu segera menangani Bayi mungil yang keluar tanpa menangis dengan pertolongan pertamanya.
" ayolah.. q mohon menagislah..." ucap dokter anak, sambil membalikkan tubuh bayi mungil itu.
dan akhirnya tangisan melengking terdengar juga, semua bernafas lega. Perawat segera membantu Dokter membersihkan tubuh bayi itu.
Mike yang bertugas menangani Nada segera menyelesaikan tugasnya.
__ADS_1
" segera bawa bayi ini keruang inkubator sus." perintah Dokter itu.
suster segera membawa Bayi itu. namun Revandra perlahan menghampiri Bayi yang berada dalam gendongan perawat.
Mike yang melihat sahabatnya tersenyum tipis.
" biarkan dia mengAdzani putranya sus, baru nanti langsung dibawa diruangan khusus inkobator." ucap Mike.
" baik dokter." suater segera memebrikan bayi mungil itu kedalam dekapan Revandra.Air mata Revandra lolos begitu saja,
" mohon cepat tuan, bayi anda masih lemah karna belum cukup usianya." nasehat suster.
Revandra mengangguk dan mulai.mengadzani putra pertamanya dengan sepenuh hatinya. setelah selesai ia beberapa kali mencium putranya itu. lalu ia segera memberikan pada perawat, dilahirkan dengan usia kandungan masih 7 bulan membuat bayi Rwvandra harus dirawat secara intens.
Revandra beralih menemani Nada lagi yang masih setia dengan mata tertutupnya.
" Mike, kapan istriku bangun ??" tanYa Revandra lirih.
" kita lihat setelah ini Vandra, kami akan memindahkannya diruang perawatan, bersabarlah." jawab Mike.
Revandra terus menghujani wajah Nada dengan ciumannya. "cepatlah sadar, putra kita sudah terlahir dengan selamat, kau harus menemaniku mengurusnya." ucap revandra dalam hatinya.
.
.
.
__ADS_1
.
.