
episode 139
.
.
.
Darren turun dari tangga dengan pakaian yang sudah rapi..
" bagaimana keadaanmu ??" tanya Darren pada Nada setelah duduk.
"jauh lebih baik kak.. nanti sore mungkin sudah bisa pulang." jawab Nada lembut.
Darren menerbitkan senyumnya, tanpa sengaja mayra melihat senyum darren yang memang manis dengan lesung pipit dikedua pipinya.
Revandra yang melihat tatapan mayra hanya menyunggingkan senyumnya.
" sudah, mari kita sarapan dulu.." ucap Revandra singkat. semua mengikuti ucapan Revandra.
.
.
.
Kepanikan terjadi dikediaman Kennan. dimana Alika tiba-tiba saja tidak sadarkan diri. dengan langkah cepat kenan membawa Alika kemobil untuk menuju rumah sakit.
" bertahanlah sayang.. q mohon.." bisik Kennan dengan air mata yang mengalir.
mobil melesat menuju rumah sakit, tak berapa lama mobil telah sampai. Dengan cekatan Kennan menggendong Alika dan berlari memasuki rumah sakit.
tanpa sengaja Nurra melihat Kennan yang berlari dengan menggendong alika.
ya, Kennan membawa Alika kerumah sakit dokter Mike yang jaraknya dekat dengan rumah mereka.
" itu kan kak alika ?? apa dia sakit ??" gumam Nurra sendiri.
ia akhirnya mengurungkan niatnya pulang, ia mengikuti kemana Kennan membawa Alika.
__ADS_1
kening Nurra berkerut kala melihat Kennan membawa ke ICU Dan dokter penyakit dalam yang menanganinya. ia segera menghampiri Kennan yang terduduk dengan menundukkan kepalanya.
" kak.. ada apa dengan kak Alika ??" tanya Nurra sedikit ragu.
kennan menatap Nurra dengan sendu.
" dia tidak sadarkan diri tadi.." jawab Kennan pelan.
" kak Alika sakit apa kak ?? kenapa ada dokter penyakit dalam ??!" tanya Nurra lagi.
Kennan hanya menangis dengan menutup wajahnya menggunakan kedua tangannya.
" kanker serviks." jawab Kennan pelan, sangat pelan hingga terdengar seperti merintih.
Nurra membulatkan matanya, sambil menutup mulutnya. entah mengapa ia juga merasakan kesedihan yang dialami Kennan.
" dimana darren dan Nada kak ?? apa mereka tau keadaan kak alika ??" ucap Nurra.
" darren tau, tapi Nada belum.. apa yang harus q katakan pada Nada nanti." kata Kennan penuh frustasi.
Nurra mengusap punggung Kennan. " sabarlah kak, mudah-mudahan kak Alika bisa disembuhkan"
" dengan keluarga korban ??"ucap dokter
" saya suaminya dok .. ada apa ??" balas Kennan sambil berdiri dan menghampiri sang dokter.
" kita bicara diruangan saya saja. mari.." ajak Dokter itu. Kennan mengangguk lalu mengikuti langkah dokter menuju ruangan sang dokter.
Nurra hanya menatap saja. ia lalu hendak masuk keruangan rawat Alika. namun terhenti saat sebuah suara memanggilnya.
" Nurra !!"
Nurra menoleh sumber suara, senyum mengembang kala melihat siapa yang memanggilnya.
" kak Mike, " ucap Nurra.
" sedang apa disini ?? bukannya tadi kau akan kekantor ??" tanya Mike.
" q tadi tidak sengaja melihat kak Alika dibawa kesini, q ingin menjenguknya. bolehkan ??" jawab Nurra.
__ADS_1
Mike menerbitkan senyumnya. "tentu saja boleh. ayo q juga akan ikut."
Nurra bahagia sekali, Mike benar-benar bisa memahaminya dalam segala hal. mereka berdua masuk keruangan rawat Alika.
.
.
Nada sudah selesaimeminum beberapa ramuan buatan Mayra, setelah memeriksa dan memastikan semuanya, Mayra tersenyum bahagia.
" apa q sudah sembuh ??" tanya Nada.
" iya, racun itu sudah tidak ada. daya tahan tubuhmu juga sangat kuat." jawab Mayra
Nada.tersenyum bahagia mendengarnya.
sementara itu Darren dan Revandra tengah duduk di teras belakang.
" apa wanita jadi-jadian itu dokter sungguhan ??" tanya Darren.
" apa maksudmu ?? kau meragukannya ??" jawab Revandra dengan pertanyaan lagi.
" kalau dokter kenapa tinggal dipinggir kota begini ?? dia mengobati siapa jika disini ??!!"
Revandra menyunggingkan senyumnya. " kau lihat lah mansion ini betul-betul.. apa semalam kau tidak melihatnya ??"
" apanya yang dilihat ?? mansion seluas ini untuk apa q melihatnya " timpal darren.
" Mayra bekerja dirumah sakit yayasan Amal milikku, tepatnya ada dibelakang mansion ini. rumah sakit itu dikhususkan untuk orang yang kurang mampu," terang Revandra.
" yayasan amal ?? kau memiliki yayasan amal ?? ha...ha...ha... kenapa q tidak percaya ya.." timpal darren.lagi dengan tawanya.
" teeserah kau percaya atau tidak. sebentar lagi q akan kesana . ikutlah jika kau ingin memastikannya." Revandra berdiri dari duduknya dan melangkah meninggalkan Darren.
" hey !! tunggu adik ipar !!! kau jahat sekali meninggalkanku !!" teriak darren sambil mengikuti langkah Revandra.
.
.
__ADS_1