
episode 158
.
.
.
.
Kennan melipat kedua tangannya berdiri didepan kolam renang yang tenang, sesekali ia memejamkan matanya menetralkan rasa dihatinya, berbagai kenangan sejak ia baru bertemu dengan Alika hingga pernikahan melintas jelas dalam ingatannya.
" Alika tidak akan suka jika kau seperti ini " ucap seseorang yang tiba-tiba saja ada disamping Kennan.
perlahan Kennan membuka matanya ia dapat mengenali suara yang berucao diaampingnya.
ia lalu menarik nafas panjang.
" iya, kau benar." balas Kennan sambil beralih menatap seseorang yang disampingnya.
" maafkan q, ini semua kesalahanku. mereka semua mengincarku, tapi kalian harus berkorban hanya demi q, bahkan kau harus kehilangan istrimu" ucap Revandra serius.
Kennan menerbitkan senyumnya."kau tau Vandra, ini semua adalah alasan Alika tetap bertahan, dia menggunakan kesempatan ini agar Nada tidak tau masalah penyakit yang selama ini ia derita." Kennan menepuk pundak Revandra. " jangan menyalahkan dirimu, semua memang sudah takdir, Meski Alika tidak pergi sekarang, dia juga akan pergi nantinya karna penyakit yang menggerogotinya.. q hanya ingin menyampaikan pesan Alika kepadamu... jagalah Nada, lindungi dia, jangan sakiti dia,hanya itu..."terang Kennan.
Revandra menerbitkan senyumnya juga, "q pasti akan melakukannya, "
Kennan mengangguk pelan, ia berbalik hendak pergi, namun netranya menangkap Davian dibelakangnya.
" kau sudah sembuh ??" tanya kennan.
Davian mengangguk pelan." emm.. iya, terima kasih." ucap Davian lirih.
" untuk apa ??" tanya Kennan lagi
davian menatap lekat sahabatnya itu. "terima kasih kau masih mau memaafkanku,"
Kennan menghela nafas panjangnya."sudahlah.. lupakan semuanya, kesalahanmu hanya adikku yang berhak memaafkan atau tidak." ucap Kennan sambil memandang Revandra yang memasukkan tangannya disaku celananya sambil bersandar dipintu kaca.
__ADS_1
Davian beralih menatap Revandra. " Revandra, terima kasih kau mau menyelamatkanku, q tau kesalahanku memang tidak bisa dimaafkan tapi q akan berusaha mendapat maaf darimu.."
" q memang belum bisa memaafkanmu, tapi q tidak akan membencimu, q juga tidak menganggapmu musuh, asal kau tidak mengulanginya lagi..."balas Revandra singkat.
" wah...kau bijaksana sekali adik ipar.." ejek Darren yang baru tiba bersama Nada dan Mayra.
Revandra hanya diam tanpa Ekspresi, ia beralih menatap istri tercintanya dan langsung menghampiri dan memeluk Nada.
" kau baik-baik saja kan ??" tanya Revandra sambil menangkupkan wajah Nada.
Nada mengangguk pelan. " iya, q baik." Revandra mencium lembut kepala Nada.
Davian memalingkan wajahnya ketika melihat adegan romantis didepannya. jujur saja hatinya terasa sakit ketika melihat hal itu.
" hey !! kau anggap apa kami semua ini !! dasar adik ipar tidak ada ahlak. !!" teriak darren.
"entahlah seperti ABG saja.. rasanya q ingin muntah melihatnya !!" gerutu mayra sambil melipat kedua tangannya,
Kennan hanya tersenyum, ia tau semua itu adalah untuk menghiburnya,
" kalau kalian tidak suka ya jangan dilihat.." jawab Revandra singkat tanpa berdosa.
" kak, kami masih keluargamu kan ??" tanya Nada pelan.
Kennan tersenyum lalu memegang pundak Nada dan menatap lekat adik iparnya itu.
" sampai kapanpun kalian adalah saudaraku,"
" terima kasih.." balas Nada lirih.
" jangan berterima kasih.." timpal Kennan sambil mengusap wajah Nada yang mengalir air mata.
" jangan lupa beri kabar kepada kakak ketika dia lahir ya..!??" lanjut Kennan sambil mengusap perut Nada.
" memangnya kakak akan kemana ??" tanya Nada.
Kennan dia sejenak. " kakak akan kembali ke Amerika, perusahaan ku yang disini sudah kuserahkan kepada darren dan butik Alika kuserahkan kepadamu." ucap Kennan.
__ADS_1
" kenapa harus pergi ??" timpal Darren. "kita urus bersama saja kak !!"
" benar kata darren, kenapa kau memilih pergi ??" tanya Revandra.
" disana awal mula pertemuanku dengan Alika. dan q juga akan menunggu tangan Tuhan menjemputku disana.." jawab Kennan.
" kak Ken, kau harus melanjutkan hidupmu juga.. q rasa itu juga yang diinginkan kak Alika dialam sana.. " timpal Nada dengan mata yang sudah tergenang air mata.
" kau tenang saja. q sudah mengiklaskan kepergiannya, q hanya ingin mengenang semuanya." ucap Kennan.
" Nada.. q juga minta maaf padamu.. setelah semua yang terjadi q baru sadar jika cinta memang tidak bisa dipaksa. maafkan kesalahan ku.." timpal Davian mendekati Nada. namun dengan cepat Revandra dan Darren menghalangi Davian.
Davian tersenyum tipis. " maaf, lagi-lagi q membuat kesalahan."
" jika ingin minta maaf ya minta maaf saja.. tidak perlu dekat-dekat !!" ucap Darren tegas.
sedangkan Revandra memasang wajah datarnya.
" kak.. sayang.. jangan seperti itu.. pak Davian kan sudah minta maaf.. " timpal Nada
" tidak masalah Nada, q akan menerima sikap mereka. q juga akan kembali ke Amerika semoga kepergianku bisa mendapat sedikit maaf dari kalian semua." balas Davian.
" iya pergilah.. " ucap darren asal.
Nada mendorong darren dan Revandra kesegala arah. "kalian keterlaluan !! kalau ada orang minta maaf ya dimaafkan !! q tidak mau bicara pada kalian !!" Nada melangkah meninggalkan perkumpulan itu.
" sayang !! q kan tidak.bicara apapun !!" teriak Revandra. Revandra beralih menatap darren."semua ini karna kau !! awas saja jika Nada tidak.mau membuka pintunya !!" dengan tergesa-gesa Revandra mengejar Nada.
semua yang melihat hanya bisa tertawa kecil.
" pemimpin mafia takut dengan istrinya ?? wah.. ini berita viral !! ha..ha..ha.." ledek Darren.
.
.
..
__ADS_1
.
.