
...Hei-hei aku kembali lagi nih. Jangan lupa like, vote, dan komentar yang banyak ya....
...Kira-kira apa ya penyebab Rasyad membenci Jelita?...
...Happy reading...
****
Rasyad dan Lolita kembali ke rumah Nathan dan Gladis saat Rasyad mendapat telepon dari Rasyid. Wajah Lolita terlihat masam karena ia gagal untuk malam pertama bersama Rasyad bahkan lelaki itu tak tidur di kamar yang sama di hotel, membuat Lolita kesal apalagi kepulangannya bersama dengan Rasyad hanya karena Jelita. Lagi dan lagi Jelita lah yang menjadi pengacau kesenangannya.
"Apa yang terjadi?" tanya Rasyad kepada semua anggota keluarganya.
"Maafkan kami yang menganggu kebersamaan kalian. Tapi ini semua menyangkut Jelita," ucap Nathan dengan tegas. Nathan menatap anak dan menantunya dengan bergantian tampak sekali jika Lolita sedang kesal saat ini membuat Nathan hanya bisa menghela napasnya karena bagaimanapun seharusnya ini adalah hari bahagia Rasyad dan Lolita tanpa diganggu oleh siapa pun.
"Jelita kenapa, Yah? Kenapa kalian terlihat sangat panik sekali?" tanya Rasyad dengan cemas. Rasyad tak mempedulikan wajah kesal Lolita karena rasa kecewanya lebih mendominasi sampai sekarang karena dirinya bukan orang yang pertama menyentuh Lolita.
"Baca Kak!" ucap Rasyid dengan datar. Ia menyerahkan surat yang tertinggal di kamar Jelita.
Rasyad mengambilnya dengan ragu. Lalu ia membukanya dan membacanya dengan perlahan, Rasyad meremas surat tersebut setelah ia membacanya. Apa kepergian Jelita karena dirinya? Kenapa Rasyad merasa sedih sekalagus kecewa dalam bersamaan.
"Jelita cinta sama kamu Mas?" tanya Lolita tak percaya. Ia meminta penjelasan dari Rasyad tetapi pria itu hanya diam menambah kekesalan di hatinya, Lolita mengepalkan kedua tangannya dengan erat. Ia menyembunyikan rasa marahnya dengan bersikap sedih di depan keluarga Rasyad.
"Maafkan Jelita, Nak. Perasaan tidak bisa dipaksakan. Jelita tidak akan merusak kebahagiaan kalian, bahkan dia lebih memilih pergi dari rumah ini," ucap Gladis dengan sendu.
__ADS_1
"Rasyad, tolong cari adik kamu. Bunda gak mau terjadi sesuatu dengan Jelita apalagi sekarang Dimas sedang dipenjara. Tidak ada keluarga lain yang ia punya selain kita," ucap Gladis memohon dengan menangkupkan kedua tangannya. "Bunda pastikan Jelita tidak akan menganggu rumah tangga kalian. Kalau perlu Bunda akan nikahkan Jelita dengan Rasyid," ucap Gladis dengan frustasi ia tidak bisa berpikir jernih membuat semua orang melotot ke arahnya.
"Bunda gak gitu caranya. Walau Rasyid belum menikah tetapi gak seperti ini caranya agar bunda bisa menjaga Jelita. Jelita itu adik Rasyid, Bun. Rasyid gak ada perasaan lebih selain perasaan sayang sebagai kakak. Lagi pula Rasyid sudah mencintai seseorang," ucap Rasyid dengan tegas.
"Rasyad akan cari Jelita. Pikiran Bunda harus jernih jangan asal menikahkan Rasyid dengan Jelita," ucap Rasyad dengan dingin. Ia tidak suka dengan ucapan bundanya tersebut.
"Terserah kalian asal Jelita kembali ke rumah ini," ucap Gladis dengan lirih.
"Pokoknya setelah Jelita ketemu Bunda akan nikahkan Jelita dari salah satu anggota keluarga kita. Mau Kenzo, Rasyid, Raja, Ando. Agar Jelita tetap menjadi bagian keluarga ini tanpa takut merasa tidak pantas," ucap Gladis dengan final menyebutkan para nama keponakannya.
"Bunda!" ucap Rasyad dengan marah.
"Mas kenapa kamu marah? Biarkan Jelita menikah dengan para saudara kamu yang lainnya. Aku takut dia merebut kamu dari aku," ucap Lolita dengan lirih.
"Aku mau pergi cari Jelita!" ucap Rasyad dengan dingin dan langsung pergi begitu saja meninggalkan Lolita dan keluarganya begitu saja.
"Mas!" teriak Lolita dengan keras tetapi Rasyad sama sekali tak menoleh ke arahnya.
****
Sedangkan di rumah sakit tepatnya di ruang ICU. Arieska masih dalam keadaan kritis membuat kedua orang tuanya merasa cemas dan takut. Dua hari sudah Arieska tak ada perkembangan sedikit pun setelah operasi pengambilan peluru yang dilakukan oleh tim medis.
"Pa, Mama tidak tahu sama sekali kalau Arieska melakukan diet yang salah. M-mama sudah gagal menjadi seorang ibu," ucap mama Erika dengan menangis. Bukan hanya tembakan yang membuat Arieska masih belum sadar juga tetapi karena kesehatannya memang menurun karena diet yang salah yang dilakukan Arieska sejak lama.
__ADS_1
"Sabar, Ma. Pasti anak kita akan sembuh! Setelah Arieska sadar kita akan bawa Arieska pergi dari sini," ucap papa Haris dengan tegas. "Papa akan melakukan apapun asal anak kita kembali membaik, Ma. Walaupun Papa harus kehilangan banyak uang," ucap Papa Haris dengan lirih.
Mama Erika menangis di pelukan sang suami. Ia merasa sakit saat melihat banyaknya alat medis yang melekat di tubuh anaknya. Bahkan karena sakit yang Arieska rasakan tubuh Arieska kian kehilangan berat badannya.
Tanpa disadari keduanya, Arieska meneteskan air matanya. Ia mendengar ucapan kedua orang tuanya, Arieska ingin bangun tetapi ia tak mampu untuk sekedar menutup matanya.
Tiba-tiba Arieska kesulitan untuk bernapas, tubuhnya kejang-kejang membuat mama Erika dan papa Haris panik.
"Dokter!" teriak Papa Haris dengan panik. Ia memencet tombol yang berada di dekat anaknya.
Tak lama setelah itu para tim dokter berlarian masuk ke dalam ruang ICU di mana Arieska berada.
"Dokter, tolong anak saya kenapa?" tanya mama Erika dengan panik.
"Kami akan memeriksa keadaan pasien. Lebih baik Bapak dan Ibu segera keluar," ucap salah satu dokter dengan tegas.
Walau enggan mama Erika dan papa Haris akhirnya keluar dari ruangan ICU. Mereka melihat para dokter memeriksa Arieska dari balik jendela kaca besar yang memperlihatkan aktivitas di dalam sana.
"P-pa, Arieska, Pa," ucap mama Erika dengan tercekat.
"Tenang, Ma. Arieska anak kita pasti baik-baik saja. Anak kita adalah gadis yang kuat," ucap papa Haris menenangkan istrinya walau sebenarnya di dalam hatinya ia sangat takut terjadi sesuatu dengan Arieska.
"Tuhan jangan ambil anakku kembali!" doa mama Erika dengan sendu. Mama Erika dan papa Haris sudah banyak kehilangan dan kehilangan yang menyakitkan dan membekas sampai sekarang adalah kehilangan kembaran Arieska. Dari rasa kehilangan tersebut melahirkan sosok Arieska yang pendiam dan culun hingga anaknya banyak dibully oleh teman-temannya tetapi hanya Dimas yang mau berteman dengan Arieska dulu, itulah penyebab Arieska sampai rela mengorbankan nyawanya demi Dimas.
__ADS_1